Kisah Haru Khairil Fikri, Bobotoh Difabel Aceh Hadiahi Lukisan ke Igor Tolic di SJH

Kisah Haru Khairil Fikri, Bobotoh Difabel Aceh Hadiahi Lukisan ke Igor Tolic di SJH
Kisah Haru Khairil Fikri, Bobotoh Difabel Aceh Hadiahi Lukisan ke Igor Tolic di SJH

Cakrawala News – 04 November 2026 | Kisah haru Khairil Fikri, Bobotoh difabel asal Aceh yang rela datang ke SJH demi dukung Persib, menjadi bukti bahwa kecintaan pada klub tidak selalu harus diungkapkan lewat teriakan di tribun stadion. Pada Jumat (30/10/2026) sore, pria penyandang disabilitas itu hadir di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menggunakan kursi roda, didampingi rekannya, untuk menyerahkan sejumlah lukisan hasil karyanya sendiri kepada pelatih dan para pemain Pangeran Biru.

Kedatangan Khairil bukan tanpa persiapan. Ia membawa lukisan dengan teknik scribble art, yaitu seni rupa yang memanfaatkan puluhan hingga ratusan coretan tangan saling bertumpuk hingga membentuk potret wajah. Karya tersebut secara khusus ia tujukan kepada pelatih Persib Igor Tolic serta tiga pemain, yakni Marc Klok, Adam Alis, dan Beckham Putra.

Menurut keterangan Khairil saat ditemui di sela-sela kedatangannya, proses pembuatan lukisan itu memakan waktu sekitar satu bulan. Ia sengaja menyelesaikannya agar bisa menyerahkan langsung kepada para pemain dan pelatih. “Untuk bikin sudah satu bulan ya kurang lebih, kurang lebih. Disiapin sengaja hari ini datang, alhamdulillah atas izin Allah, Allah memberikan jalan di hari ini dan beberapa wasilah juga,” ujarnya.

Alasan di Balik Goresan Lukisan

Bagi Khairil, ada alasan kuat di balik keputusannya membuat karya tersebut. Ia ingin memberikan suntikan semangat kepada Persib yang tengah menghadapi jadwal pertandingan padat, baik di kompetisi domestik maupun Asia. “Ya saya memang menyukai Persib Bandung dan ingin memberikan suntikan bagi para pemain Persib Bandung, bagi pelatih. Kan kita tahu ya Persib banyak tuh jadwalnya, entah itu di Asia, entah itu di Liga Indonesia, ingin memberikan penyemangat saja,” katanya.

Namun, ada pesan lain yang tak kalah penting. Melalui coretan demi coretan di atas bidang gambar, Khairil ingin menegaskan bahwa dukungan untuk Persib datang dari berbagai kalangan, termasuk para Bobotoh penyandang disabilitas. “Kita membawa lukisan karya tulis tangan namanya scribble art,” ucapnya.

Momen penyerahan lukisan itu pun menghadirkan suasana hangat di tengah aktivitas latihan. Igor Tolic menerima karya tersebut dengan penuh apresiasi. “Terima kasih banyak,” ucap Tolic kepada Khairil, seperti dikutip dari laman resmi Persib.

Apresiasi Pelatih dan Respons Bobotoh

Bagi Khairil, kebahagiaan terbesar bukan semata-mata ketika lukisannya diterima oleh pelatih dan para pemain. Ia mengaku sangat senang, terlebih ketika Igor Tolic secara langsung mengapresiasi karya yang ia buat. Karya itu dinilai bukan sekadar hadiah bagi tim kebanggaannya, melainkan juga wujud cinta dan kesetiaan seorang pendukung terhadap Maung Bandung.

Di atas bidang gambar, Khairil merangkai coretan-coretan menjadi karakter sejumlah sosok yang menjadi bagian dari perjalanan Persib. Ada wajah Marc Klok, Beckham Putra, Adam Alis, hingga pelatih Igor Tolic. Teknik scribble art yang ia gunakan membuat setiap potret terbentuk dari garis-garis spontan yang saling menumpuk.

Kehadiran Khairil bersama karyanya memberi nuansa tersendiri di tengah padatnya jadwal latihan tim. Persib pada musim ini diketahui mengarungi lebih dari satu kompetisi, sehingga dukungan dari para pendukung menjadi energi tambahan bagi skuat Pangeran Biru.

Dukungan Tanpa Batas dari Tanah Rencong

Kisah Khairil menunjukkan bahwa jarak dan keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menunjukkan kesetiaan. Datang jauh-jauh dari Aceh ke Bandung, ia membuktikan bahwa rasa bangga terhadap Persib tidak pernah terhalang oleh latar belakang daerah maupun kondisi tubuh.

Melalui lukisan yang ia serahkan, Khairil ingin menyuarakan bahwa Bobotoh hadir dari pelbagai kalangan, termasuk kelompok penyandang disabilitas yang memendam semangat senada. Pesan itu ia sampaikan bukan lewat kata-kata panjang, melainkan melalui karya seni yang ia susun dengan penuh ketekunan selama sekitar sebulan.

Bagi publik sepak bola Indonesia, momen semacam ini menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap klub tidak melulu berbentuk teriakan lantang atau kibaran bendera raksasa. Goresan demi goresan yang saling bertumpuk di atas kanvas mampu menjadi cara lain untuk menyatakan cinta, sekaligus menyampaikan pesan inklusivitas di tengah keluarga besar pendukung Persib.

Ke depan, perhatian publik tentu tertuju pada bagaimana semangat yang dibawa Khairil dapat terus menginspirasi sesama Bobotoh, terutama dalam menciptakan ruang yang ramah bagi pendukung penyandang disabilitas. Kisah ini setidaknya telah menambah catatan hangat di tengah kompetisi yang padat, bahwa Persib memiliki pendukung yang rela menempuh perjalanan jauh demi menyampaikan dukungan secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *