Komisaris PLN Nyalakan Listrik di Rumah Suryani, Warga Langkat Menangis Haru

Komisaris PLN Nyalakan Listrik di Rumah Suryani, Warga Langkat Menangis Haru
Komisaris PLN Nyalakan Listrik di Rumah Suryani, Warga Langkat Menangis Haru

Cakrawala News – 02 November 2026 | Seorang komisaris di lingkungan PT PLN (Persero) turun langsung menyaksikan momen haru warga yang selama bertahun-tahun menumpang listrik tetangga. Komisaris Independen PT PLN (Persero), Prof Dr Ali Masykur Musa, hadir menyalakan sambungan listrik di rumah Suryani, warga Dusun V Kenanga, Desa Paya Perupuk, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Minggu (1/11/2026).

Penyalaan listrik itu dilakukan melalui program Light Up The Dream (LUTD). Suryani sebelumnya harus menyalur listrik dari rumah tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika impian memiliki sambungan listrik sendiri akhirnya terwujud, tangis haru bercampur bahagia pun pecah.

Di hadapan Ali Masykur, Suryani tak kuasa menahan air mata. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih atas bantuan insan PLN yang membuat keluarganya kini dapat menikmati listrik dari sambungan sendiri, tanpa harus lagi bergantung pada tetangga.

Suasana semakin mengharukan ketika Ali Masykur mengajak Suryani bersama-sama menyalakan listrik di rumahnya. “Program Light Up The Dream ini merupakan bantuan dari kawan-kawan PLN untuk masyarakat yang membutuhkan. Ayo, Ibu, dengan mengucap bismillah kita nyalakan,” ujar Ali Masykur.

Dengan mengucapkan basmalah, Suryani bersama Ali Masykur menyalakan listrik di rumah tersebut. Tepuk tangan warga yang hadir mengiringi momen penuh kebahagiaan itu, menandai terwujudnya harapan sederhana yang telah lama dinantikan.

Disaksikan Jajaran PLN hingga Bantuan Sembako

Penyalaan listrik tersebut turut disaksikan Executive Vice President Pelayanan Pelanggan dan Niaga PT PLN (Persero), Raditya Hari Nugraha; General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad; serta Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Binjai, Muhammad Isra, beserta jajaran.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan dua warga lainnya, yakni Rudi Antoni dan Muhammad Azwar. Ketiganya merupakan warga Dusun V Kenanga, Desa Paya Perupuk, yang pada kesempatan tersebut menerima bantuan penyambungan listrik gratis melalui program LUTD.

Tidak hanya menghadirkan sambungan listrik, PLN juga menyerahkan bantuan token listrik dan paket sembako kepada ketiga keluarga penerima manfaat. Sementara itu, melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, bantuan paket sembako turut disalurkan kepada 30 kepala keluarga yang membutuhkan.

Program LUTD menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang belum memiliki akses listrik mandiri. Kehadiran seorang komisaris dalam penyaluran bantuan menegaskan bahwa program ini tidak sekadar seremoni, melainkan menyentuh langsung kebutuhan dasar warga di daerah.

Perhatian pada Tata Kelola Komisaris di Sektor Lain

Di sisi lain, peran komisaris menjadi sorotan dalam sejumlah perkembangan korporasi pada periode yang sama. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 23 November 2026, untuk meminta persetujuan pemegang saham atas perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris perseroan.

Langkah itu menyusul akuisisi 30,25% saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, senilai Rp26,1 triliun. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), rapat dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB di Jade Room, Fairmont Hotel Lantai 2, Jalan Asia Afrika Nomor 8, Jakarta.

Dalam penjelasannya, BYAN menyatakan bahwa pengangkatan, pemberhentian, penggantian, maupun pengunduran diri anggota direksi dan komisaris merupakan kewenangan RUPS. Perseroan belum mengungkap nama-nama pengurus yang akan diganti ataupun calon yang akan diajukan. Agenda tersebut mengacu pada Anggaran Dasar perusahaan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Jhonlin Baratama mengakuisisi 10.084.088.370 saham BYAN atau setara 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Saham tersebut dibeli dari Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS), dengan harga transaksi tercatat Rp2.588 per saham.

Dinamika serupa pernah terjadi di lingkungan BUMN. Kementerian BUMN pada Senin (18/1) menetapkan pergantian komisaris di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG). Keputusan itu tertuang dalam SK Menteri BUMN Nomor SK-13/MBU/01/2021 dan SK Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Nomor 01/SK-DIR/RUPS-AP/BPUI/I/2021.

Kementerian BUMN mengubah komposisi komisaris dari semula satu komisaris menjadi dua komisaris independen. Posisi Komisaris Independen saat itu dijabat Heru Kreshna Reza dan Kemal Arsjad, menggantikan Iskandar Simorangkir. Direktur Utama Askrindo Dedi Sunardi menyatakan harapan agar komisaris baru dapat membawa perusahaan menjadi penanggung risiko yang unggul dengan layanan global guna mendukung perekonomian nasional.

Baik di tingkat korporasi maupun di lapangan, sosok komisaris memegang peran penting, mulai dari pengawasan tata kelola hingga keterlibatan langsung dalam program yang berdampak bagi masyarakat. Bagi Suryani dan warga Dusun V Kenanga, kehadiran komisaris PLN menjadi penanda bahwa akses listrik mandiri kini bukan lagi impian. Perhatian berikutnya tertuju pada kelanjutan program serupa bagi warga lain yang masih menumpang sambungan listrik tetangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *