Cakrawala News – 27 Oktober 2026 | KONI Jateng akan evaluasi cabor selam laut buntut tewasnya atlet asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, dalam nomor 3.000 meter selam laut pada Porprov Jawa Tengah 2026. Evaluasi itu disampaikan Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto di Semarang, Senin (26/10/2026), sehari setelah insiden yang terjadi di kawasan pesisir Awann Costa, Semarang Barat, Kota Semarang, pada Minggu (25/10/2026).
Menurut Sudjarwanto, pihaknya langsung memperketat standar operasional prosedur (SOP) keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang. “Evaluasi tentu dilakukan, terdapat beberapa hal yang ditambahkan dalam prosedur pelaksanaan perlombaan,” kata Sudjarwanto.
Langkah konkret yang disiapkan KONI Jateng mencakup penambahan tenaga medis siaga di lokasi pertandingan serta penambahan armada kapal penyelamat (rescue boat) di perairan utara Kota Semarang. Penambahan kapal penyelamat itu dilakukan melalui kerja sama dengan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Jawa Tengah.
Sudjarwanto juga menekankan pentingnya penguatan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan cabang olahraga selam. Menurut dia, kesiapan atlet tidak cukup dilihat dari kondisi fisik semata, tetapi juga kesiapannya menghadapi pertandingan.
“Ya memang berat. Jujur saja untuk karena 3 km itu berat. Maka kami tambah tim medis. Lalu juga kapal untuk penyelamatan. Dan saya minta juga ditambahkan lagi prosedur untuk diperiksa sebelum bermain. Tentu kesehatan bukan fisik saja, tetapi juga kesiapan dia untuk menghadapi pertandingan itu,” ujar Sudjarwanto seusai pembukaan Porprov Jateng di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (25/10) malam.
Kronologi Insiden
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat Syabilla tampil pada nomor 3.000 meter selam laut. Ketika memasuki putaran kedua, tim pendamping dari perahu karet sempat melihat Syabilla melambaikan tangan. Namun, saat tim mendekat untuk memastikan kondisinya, almarhumah kembali melanjutkan aktivitas menyelamnya.
Sesaat kemudian, korban kembali melambaikan tangan untuk kedua kalinya. Tim pendamping kembali menghampiri, tetapi korban lagi-lagi meneruskan renangnya. Tim penyelamat yang mendekat menggunakan perahu karet sempat menawarkan bantuan.
Nahas, ketika perlombaan mendekati garis finis, tim rescue yang bersiap menyambut justru kehilangan jejak keberadaan Syabilla di permukaan air. Petugas penyelamat langsung melakukan pencarian cepat dan penyelaman darurat di sekitar lokasi.
Setelah berhasil dievakuasi, petugas memberikan pertolongan pertama dan membawa Syabilla ke Rumah Sakit Keluarga Sehat (RS KSH) Semarang. Namun, upaya medis intensif tidak mampu menyelamatkan nyawanya.
Syabilla diduga mengalami kelelahan ketika mengikuti perlombaan. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya belum dijelaskan dalam keterangan KONI. Sehari sebelum mengikuti nomor selam laut, Syabilla juga bertanding pada cabang selam di kolam renang Jatidiri, Semarang.
Dua Emas untuk Jepara
Sebelum insiden nahas tersebut, mahasiswi berprestasi ini telah menyumbangkan dua medali emas bagi Kabupaten Jepara dari cabang olahraga selam nomor kolam putri 100 meter dan 200 meter bifins.
Keluarga besar KONI Kabupaten Jepara menyampaikan duka cita mendalam melalui pernyataan resmi yang diunggah lewat akun Instagram resmi mereka. “Almarhumah telah berjuang dengan penuh kegigihan dan menyumbangkan dua medali emas untuk Kabupaten Jepara. Dedikasi, semangat juang, dan prestasinya akan selalu menjadi bagian dari sejarah olahraga Jepara,” demikian pernyataan KONI Jepara.
KONI Jepara juga mengimbau seluruh kontingennya untuk mengenakan pita hitam sebagai tanda duka cita dan penghormatan untuk mengenang perjuangan atlet yang disebut sebagai Patriot Olahraga Jepara tersebut.
Keputusan KONI Jateng akan evaluasi cabor selam laut buntut tewasnya atlet asal Jepara ini menjadi sorotan karena nomor selam laut 3.000 meter dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi. KONI Jateng mengakui perlombaan sejauh itu berat dan menuntut kesiapan fisik serta mental atlet.
Oleh karena itu, evaluasi tidak hanya menyasar perlengkapan keselamatan, tetapi juga mencakup kesiapan fisik atlet, pemeriksaan kesehatan sebelum bertanding, serta dukungan tim medis dan perahu penyelamat. Dengan begitu, KONI Jateng akan evaluasi cabor selam laut buntut tewasnya atlet asal Jepara diharapkan menghasilkan prosedur yang lebih ketat pada gelaran berikutnya.
Sejumlah pihak menilai penambahan tenaga medis dan kapal penyelamat menjadi langkah awal yang penting. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada penerapan di lapangan, terutama pada nomor-nomor perairan terbuka yang risikonya lebih besar dibandingkan nomor kolam.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Syabilla belum diungkap secara resmi. KONI Jateng menyatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, sementara KONI Jepara masih menjalani masa berkabung. Publik menanti rincian hasil evaluasi, termasuk bentuk penguatan SOP keselamatan yang akan diterapkan pada Porprov Jateng 2026 dan agenda olahraga daerah selanjutnya.
