Cakrawala News – 09 September 2026 | Dalam laga Lille vs Real Betis yang berlangsung di Villeneuve-d’Ascq, Prancis, pada Selasa (8/9/2026) malam WIB, Real Betis berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah Lille. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Betis dalam kembalinya mereka ke Liga Champions setelah absen selama 21 tahun.
Betis sempat tertinggal lebih dulu, namun mampu bangkit dan memastikan tiga poin berkat gol penentu dari Troy Parrott pada menit ke-53. Parrott, yang tampil impresif, mencetak gol keduanya dalam dua pertandingan beruntun setelah sebelumnya menjadi pahlawan kemenangan Betis atas Real Madrid di La Liga.
Jalannya Pertandingan
Lille tampil percaya diri di hadapan pendukungnya dan mampu unggul lebih dahulu. Namun, Real Betis menunjukkan karakter kuat dengan mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan. Marc Bartra menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol, sementara Parrott melengkapi kemenangan timnya.
Setelah gol Parrott, Lille harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Ethan Mbappe, saudara Kylian Mbappe, menerima kartu merah pada menit ke-56 akibat sikutannya kepada bek Betis, Natan. Keunggulan jumlah pemain semakin memudahkan Betis untuk mengamankan hasil akhir.
Pelatih Real Betis, Manuel Pellegrini, memberikan apresiasi khusus kepada Parrott. “Saya sangat senang untuk Troy, mencetak dua gol dalam dua pertandingan adalah hal yang luar biasa baginya,” ujar Pellegrini seperti dikutip dari Associated Press.
Kembalinya Betis ke Pentas Eropa
Kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi Real Betis yang kembali tampil di Liga Champions setelah dua dekade lebih. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Betis juga berhasil mengalahkan Real Madrid di La Liga, dengan Parrott mencetak gol penentu di menit ke-81. Kemenangan beruntun ini tentu meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Pellegrini.
Di sisi lain, Lille harus menerima kenyataan pahit di laga perdana mereka. Meski sempat unggul, kesalahan bertahan dan kehilangan fokus menjadi faktor utama kekalahan mereka. Kartu merah Ethan Mbappe juga memperburuk situasi tim asuhan Paulo Fonseca.
Kinerja Parrott yang Mengesankan
Troy Parrott, penyerang asal Irlandia berusia 24 tahun, menjadi sorotan utama dalam laga Lille vs Real Betis ini. Golnya pada menit ke-53 berawal dari aksi individu pemain yang berhasil membawa bola dari jarak sekitar 30 meter sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke pojok gawang Lille.
Parrott sendiri memiliki sejarah dengan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, yang pernah menangani Tottenham Hotspur. Saat itu, Parrott masih berusia belasan dan jarang mendapat kesempatan bermain. Kini, ia membuktikan kualitasnya di panggung Eropa bersama Betis.
Kemenangan ini juga menegaskan bahwa Real Betis layak diperhitungkan di kompetisi tertinggi antarklub Eropa. Dengan skuad yang solid dan motivasi tinggi, mereka berpeluang melaju jauh di musim ini.
Sementara itu, Lille harus segera bangkit untuk memperbaiki posisi mereka di grup. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian bagi mereka untuk membuktikan bahwa kekalahan ini hanyalah sebuah awal yang buruk.
Secara keseluruhan, laga Lille vs Real Betis menyajikan drama yang menarik bagi para penggemar sepak bola. Kemenangan Betis menjadi bukti bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi Eropa, dan Parrott menjadi simbol kebangkitan tim asal Andalusia tersebut.
