Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Bali yang Kini Pimpin Kodam IX/Udayana

Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Bali yang Kini Pimpin Kodam IX/Udayana
Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Bali yang Kini Pimpin Kodam IX/Udayana

Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | Putra Bali Mayjen TNI Putra Widiastawa pimpin Kodam Udayana, ini profilnya menjadi sorotan setelah upacara serah terima jabatan (sertijab) digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10). Perwira tinggi kelahiran Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, 3 April 1971 itu resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto.

Sertijab tersebut dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Sementara Mayjen Piek Budyakto mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya. Pergantian jabatan ini disebut sebagai bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Darat dalam rangka pembinaan personel, regenerasi kepemimpinan, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas pertahanan negara.

Mutasi jabatan itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep: 1236/X/2026 tanggal 1 Oktober 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Momentum ini menandai kesinambungan kepemimpinan di lingkungan TNI AD sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan karier perwira tinggi untuk menjawab kebutuhan organisasi dan dinamika strategis nasional.

Jejak Pendidikan Militer dan Karier

Mayjen Putra Widiastawa merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995. Ia mengawali perjalanan pengabdiannya di TNI AD melalui kecabangan Infanteri satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pengalaman pendidikan militer, penugasan operasi, serta berbagai jabatan strategis yang pernah diembannya menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin Kodam IX/Udayana.

Dari sisi pendidikan, ia telah mengikuti berbagai jenjang, mulai dari pendidikan kecabangan Infanteri, Suslapa Infanteri, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2009, Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) tahun 2018, hingga pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2024. Rangkaian pendidikan tersebut menjadi bekal dalam membangun kapasitas kepemimpinan, kemampuan perencanaan strategis, serta pemahaman terhadap tantangan pertahanan dan keamanan.

Kariernya juga diwarnai beragam penugasan operasional dan jabatan komando. Ia pernah terlibat dalam Operasi Timor Timur pada 1998, pengamanan wilayah Ambon pada 2000, Operasi Komite Aceh pada 2002, Operasi Pengamanan Perbatasan RI–Papua pada 2015, serta Operasi Tinombala di Poso pada 2016. Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya terhadap karakteristik wilayah operasi, dinamika keamanan, dan pentingnya profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas negara.

Rekam Jejak Jabatan Strategis

Selain penugasan operasi, jenderal bintang dua ini juga pernah mengemban sejumlah jabatan strategis. Di antaranya Danyonif Linud 328 Kostrad, Dandim 0911/Nunukan, Danbrigif 22/Ota Manasa, Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Wadan Rindam XIII/Merdeka, Kapusdalops, serta Staf Khusus Kasad.

Sebelum dipercaya menjadi Pangdam IX/Udayana, ia menjabat sebagai Inspektur Komando Pasukan Khusus (Ir Kopassus), jabatan yang diembannya sejak 15 Agustus 2025. Latar belakang sebagai perwira Kopassus dinilai relevan dengan kebutuhan kepemimpinan satuan teritorial di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Bagi publik Bali, penunjukan putra daerah untuk memimpin Kodam IX/Udayana memiliki nilai tersendiri. Mayjen Putra Widiastawa lahir dan besar di Buleleng, wilayah yang kini tengah menghadapi persoalan pasokan bahan bakar minyak. Meski demikian, persoalan BBM tersebut berada di ranah pemerintah daerah dan PT Pertamina, bukan kewenangan langsung kodam.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan pasokan BBM yang digelontorkan Pertamina ke Buleleng anjlok drastis, bahkan berada di bawah 50 persen dari kebutuhan normal harian. Ia pun berkomunikasi intensif lebih dari dua jam bersama jajaran Pertamina untuk menuntut kepastian pasokan. Hal ini menjadi konteks penting bagi kepemimpinan wilayah di Bali, termasuk dalam menjaga stabilitas dan pelayanan publik.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Penunjukan Mayjen TNI Putra Widiastawa sebagai Pangdam IX/Udayana menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI AD. Publik akan mencermati bagaimana ia menerjemahkan pengalaman operasional dan komando menjadi kebijakan teritorial yang berdampak langsung bagi masyarakat Bali dan Nusa Tenggara.

Sejauh mana ia menjaga sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan pemangku kepentingan lain di wilayah tugasnya akan menjadi ukuran penting. Dengan rekam jejak panjang di Kopassus dan sejumlah jabatan strategis, kepemimpinan Putra Bali Mayjen TNI Putra Widiastawa pimpin Kodam Udayana, ini profilnya kini menjadi bagian dari dinamika pertahanan dan keamanan di tingkat regional.

Exit mobile version