Mbah Leginah Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun, ‘Cucu Online’ Berduka

Mbah Leginah Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun, 'Cucu Online' Berduka
Mbah Leginah Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun, 'Cucu Online' Berduka

Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Mengenal Mbah Leginah, konten kreator viral yang meninggal dunia menjadi topik yang ramai diperbincangkan warganet setelah kabar duka menyebar di media sosial. Nenek asal Cepu, Blora, Jawa Tengah, itu mengembuskan napas terakhir pada Jumat (2/10/2026) malam di usia sekitar 85 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para pengikut kontennya yang akrab menyebut diri sebagai ‘cucu online’.

Mbah Leginah dikenal luas berkat video-video sederhana bersama Refido Kriska. Keduanya kerap menampilkan percakapan ringan dalam bahasa Jawa yang terasa natural dan menghibur. Karakter polos serta spontan Mbah Leginah membuat jawaban dan celetukannya menjadi daya tarik utama dalam setiap konten.

Kabar kepergiannya pun langsung menuai reaksi dari warganet. Banyak yang mengaku tidak menyangka karena Mbah Leginah masih tampil dalam konten pada Jumat sore, beberapa jam sebelum ia meninggal. Ucapan belasungkawa mengalir di berbagai platform media sosial.

“Innalillahi wainnailai rajiun. Sedih banget padahal kemarin banget masih ngonten mbahnya, pagi ini udah nggak ada,” tulis akun @awaxxxxxx.

Warganet tersebut juga mengenang Mbah Leginah sebagai sosok yang selama ini memberikan hiburan melalui konten bersama cucunya. “Selamat jalan Mbah Leginah, terima kasih sudah menghibur yaa Mbah. Semoga Mbah Leginah ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” lanjutnya.

Kondisi Kesehatan Sebelum Meninggal

Sejumlah sumber memberikan keterangan yang sedikit berbeda terkait kronologi kepergian Mbah Leginah. Kerabat terdekatnya, Suroso, menyampaikan bahwa Mbah Leginah sempat mengalami keluhan sesak napas yang cukup berat. Pihak keluarga kemudian bergegas membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, tidak lama setelah menjalani perawatan, ia dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Anna, putri Mbah Leginah, mengatakan bahwa ibunya memang dikenal tidak pernah mau berobat. “Kalau sakit diajak periksa nggak mau, minum obat nggak mau, ‘nanti juga sembuh sendiri’,” kata Anna saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Blora, Minggu (4/10/2026) malam.

Menurut Anna, Mbah Leginah biasanya hanya beristirahat saat kondisi tubuhnya kurang sehat. Ia juga menyebut bahwa Mbah Leginah masih membuat konten bersama Fido pada Jumat sore di rumahnya. “Kemarin kan habis ngonten juga. Mbah itu sore-sore ngonten sama Fido, terus pagi jam 2 tidak ada (meninggal dunia),” ujarnya.

Anna menambahkan, sebelum meninggal, Mbah Leginah sempat beberapa kali meminta minum. “Sebelum meninggal minta minum terus, bangun tidur minta minum, minta lagi, dikasih lagi,” kata Anna. Ia mengaku tidak punya firasat bahwa ibunya akan tutup usia dan mengira sakit yang dikeluhkan hanya sakit biasa.

Mbah Leginah meninggal dunia di rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB. Keluarga memastikan ia tidak meninggal di rumah sakit. Suasana rumah duka hingga malam hari masih ramai, dengan sejumlah karangan bunga belasungkawa berjejer di lorong menuju rumah almarhumah.

Siapa Sebenarnya Mbah Leginah

Bagi warganet, Mbah Leginah merupakan sosok nenek yang identik dengan konten jenaka bersama Refido. Popularitasnya membuatnya dikenal di TikTok, Instagram, hingga berbagai platform media sosial lainnya. Sejumlah figur publik pun turut mengenal dan menyukai konten mereka. Denny Caknan, misalnya, pernah memberikan hadiah berupa perhiasan emas kepada Mbah Leginah.

Namun, ada satu hal yang selama ini cukup banyak disalahpahami warganet. Refido bukan cucu kandung Mbah Leginah. Refido sebenarnya merupakan tetangga Mbah Leginah sekaligus teman dekat Ade, cucu kandungnya. Karena hubungan yang sudah sangat dekat dengan keluarga tersebut, Refido kemudian dianggap seperti cucu sendiri oleh Mbah Leginah.

Kedekatan itu pula yang membuat interaksi keduanya terasa hangat dan apa adanya di mata penonton. Konten-konten mereka tidak dibangun dengan skenario rumit, melainkan dari percakapan sehari-hari yang mengalir natural. Hal inilah yang membuat Mbah Leginah memiliki tempat tersendiri di hati pengikutnya.

Warisan Hiburan dari Konten Sederhana

Kepergian Mbah Leginah menjadi pengingat bagaimana media sosial dapat mengangkat sosok sederhana dari daerah menjadi dikenal luas. Dari sebuah rumah di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Blora, ia mampu menghibur banyak orang melalui video pendek bersama Refido. Bagi para pengikutnya, momen kebersamaan keduanya yang sebelumnya menghibur kini berubah menjadi kenangan.

Jenazah Mbah Leginah dimakamkan pada Sabtu (3/10/2026) dengan dihadiri keluarga, kerabat, serta warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok tetangga yang ramah dan baik. Proses pemakaman tersebut turut dihadiri warga yang selama ini mengenal sosoknya.

Kabar duka ini juga menunjukkan bagaimana hubungan antara kreator konten dan penonton dapat terbentuk begitu erat. Para ‘cucu online’ tidak hanya menonton, tetapi merasa kehilangan ketika sosok yang rutin muncul di layar ponsel mereka berpulang. Banyak dari mereka mengenang Mbah Leginah sebagai sumber hiburan sekaligus figur yang mengingatkan pada nenek sendiri.

Hingga kini, warganet masih terus mengirimkan ucapan belasungkawa dan mengenang konten-konten Mbah Leginah. Bagi publik, sosoknya akan dikenang sebagai nenek viral yang membawa tawa melalui kesederhanaan, bukan melalui sensasi. Kepergiannya menutup satu babak perjalanan konten Refido Kriska, sekaligus meninggalkan warisan hiburan yang tetap hidup di arsip media sosial.

Exit mobile version