Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Lionel Messi menjalani sesi latihan terakhirnya bersama tim nasional Argentina pada Senin (5/10/2026) waktu setempat, kurang dari 24 jam sebelum laga perpisahannya melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires. Latihan yang berlangsung di Predio AFA, Ezeiza, itu berlangsung penuh tawa dan canda, menjadi penutup perjalanan panjang kapten berusia 39 tahun tersebut bersama Albiceleste.
Sesi dimulai sedikit sebelum pukul 18.00 waktu lokal atau 21.00 GMT. Messi keluar ke lapangan bersama seluruh skuad dan lebih dulu menjalani latihan fisik sebelum bola digunakan. Momen paling cair terjadi saat rondo, latihan passing di ruang sempit, ketika Messi bertukar umpan dan lelucon dengan rekan-rekannya — pemandangan yang berulang tak terhitung kali selama 21 tahun ia membela tim nasional.
Latihan itu juga dihadiri dua penonton istimewa: mantan pemain Argentina Ezequiel Lavezzi dan Cristian ‘Kily’ Gonzalez, yang kini menjadi pelatih Messi di Inter Miami. Messi terlihat berada dekat Rodrigo de Paul, rekan setimnya di Inter Miami, yang bersama Giovani Lo Celso dan Nicolas Otamendi baru bergabung setelah absen pada kemenangan besar melawan Bolivia (4-0) dan Burkina Faso (7-0).
Messi, De Paul, Lo Celso, dan Otamendi dipanggil khusus untuk pertandingan Selasa melawan Benin. Bagi Otamendi, laga itu juga menjadi penutup kariernya bersama tim nasional Argentina setelah ia turut merasakan runner-up Piala Dunia 2026.
Perjalanan 21 Tahun dan Enam Trofi
Messi mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 31 Agustus 2026. Ia debut pada 2005 dan mencatat 207 penampilan dengan 125 gol serta 68 assist sebelum laga terakhirnya. Sepanjang karier internasionalnya, ia mempersembahkan enam gelar bagi Argentina: Piala Dunia 2022, dua Copa America (2021 dan 2024), Finalissima 2022, medali emas Olimpiade 2008, dan Piala Dunia U-20.
Laga melawan Benin akan menjadi penampilan ke-208 Messi. Tiket pertandingan habis dalam hitungan menit meski harganya tergolong tinggi. Estadio Monumental diprediksi terisi lebih dari 86.000 penonton, dan AFA bersama sejumlah rekan setim juara Piala Dunia 2022 disebut tengah menyiapkan penghormatan khusus untuk sang kapten.
Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 20.00 waktu lokal atau 23.00 GMT, dan menjadi penutup rangkaian tiga laga Argentina setelah kemenangan atas Bolivia dan Burkina Faso yang dimainkan tanpa Messi. Dua laga itu dimanfaatkan untuk menguji pemain baru serta variasi taktik menjelang era pasca-Messi.
Warisan Messi dan Tantangan Pasca-Perpisahan
Pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni mengakui kepergian Messi meninggalkan sesuatu yang sulit digantikan. “Messi meninggalkan sesuatu yang tak tertandingi. Kami harus terus bermain, tetapi perasaan memiliki dia di lapangan itu unik. Saya belum pernah melihat orang lain menyampaikan apa yang dia lakukan di lapangan, dan itulah yang akan kami rindukan,” kata Scaloni.
Meski demikian, Scaloni tetap optimistis. Ia menyatakan timnas Argentina akan bertahan dan tetap berada di level tinggi. Scaloni sendiri disebut berada dalam negosiasi lanjutan untuk memperpanjang kontraknya selama empat tahun.
Optimisme itu setidaknya tercermin dari dua laga terakhir tanpa Messi. Kemenangan 4-0 atas Bolivia dan 7-0 atas Burkina Faso memperlihatkan gelombang talenta baru yang menarik, seperti gelandang kreatif Nicolas Paz dan Franco Mastantuono, serta pemain sayap Gianluca Prestianni dan Leonel Flores. Flores merupakan pemain muda Boca Juniors yang baru debut profesional dua bulan lalu namun sudah merasakan timnas senior.
Di sisi lain, sejumlah penggemar menyadari perlunya perubahan pendekatan. “Ada pergantian generasi; mungkin kami harus bermain berbeda sekarang, tidak lagi berpikir dalam kerangka ‘Messi dan 10 pemain lain’, melainkan sebagai tim yang bersatu,” ujar Cristian Versalles, pendukung berusia 55 tahun, usai menyaksikan kemenangan atas Burkina Faso.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah Argentina mampu tetap bersaing di level elite dunia, atau justru menghadapi puasa trofi panjang seperti yang terjadi selama 35 tahun setelah kepergian Diego Maradona. Jawaban atas pertanyaan itu baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, dimulai dari laga perpisahan melawan Benin dan rangkaian pertandingan berikutnya tanpa Messi di dalam skuad.












