Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris, Timnas Indonesia Hajar Bangladesh 9-2

Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Penyerang Timnas Indonesia, Mitchell Baker, mencetak lima gol saat tim nasional sepak bola Bangladesh dihajar 9-2 pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Torehan quintrick itu membuat Baker menyamai rekor legendaris Iswadi Idris yang bertahan 55 tahun.

Lima gol Baker tercipta pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Berkat hasil itu, penyerang berpostur 196 sentimeter tersebut menjadi pemain kedua dalam sejarah Timnas Indonesia yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan internasional.

Kemenangan besar ini memastikan Indonesia keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin, unggul produktivitas gol atas Malaysia. Hasil tersebut juga mengantar Skuad Garuda melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 untuk menghadapi Thailand.

Menyamai Catatan Legenda 1971

Rekor lima gol dalam satu laga sebelumnya diukir mendiang Iswadi Idris ketika membawa Timnas Indonesia membantai Vietnam 9-1 pada ajang internasional tahun 1971. Sementara rekor pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan masih dipegang Soetjipto Soentoro dengan delapan gol saat menghadapi Singapura pada 1969.

Baker mengaku laga kontra Bangladesh sebagai pertandingan paling intens yang pernah dijalaninya sepanjang karier profesional. Ia menyebut pertandingan itu berjalan liar dan penuh kejutan.

“Ya, pertandingan yang gila. Saya rasa ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan. Tapi, saya hanya ingin menjalankan apa yang dikatakan Coach Herdman,” ujar Mitchell Baker dalam sesi konferensi pers usai laga.

Penyerang berusia 19 tahun itu juga mengapresiasi dukungan penuh suporter di SUGBK yang dinilainya membakar semangat para pemain hingga peluit panjang dibunyikan.

Pujian untuk Kualitas Baker

Penampilan Baker mendapat pujian dari pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Menurutnya, lima gol di level internasional bukan pencapaian yang mudah, apalagi bagi pemain muda.

“Mitchell Baker menunjukkan malam yang luar biasa. Lima gol dalam satu pertandingan di level internasional bukan sesuatu yang mudah,” ujar Luciano kepada Bola.com, Jumat (2/10/2026).

Luciano menilai keistimewaan Baker tidak hanya terlihat dari produktivitas gol. Pemain Vermont Green itu memiliki mobilitas, keberanian menyerang ruang, kecepatan mengambil keputusan, serta insting berada di posisi yang tepat.

Dalam laga tersebut, Baker diturunkan sebagai starter dan bermain penuh 90 menit. Pergerakannya beberapa kali merepotkan lini belakang tim nasional sepak bola Bangladesh dan membuatnya kerap menemukan ruang di area berbahaya.

Polemik Injury Time dan Protes Malaysia

Kemenangan Indonesia atas tim nasional sepak bola Bangladesh turut diwarnai polemik tambahan waktu. Wasit keempat mengubah injury time dari dua menit menjadi tujuh menit, keputusan yang memungkinkan Indonesia mencetak dua gol tambahan lewat Kevin Diks (90+6′) dan Mitchell Baker (90+7′).

Sebelumnya, Bangladesh sempat memangkas ketertinggalan menjadi 2-7 melalui gol Farhaan Ali Wahid pada menit 90+1. Perubahan durasi tambahan waktu itu kemudian menjadi sorotan karena memengaruhi nasib Malaysia.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mempertanyakan perubahan injury time tersebut kepada FIFA. Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura pada laga bersamaan gagal ke final akibat kalah produktivitas gol.

“FAM memandang serius isu terkait perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia melawan Bangladesh dalam ajang Piala ASEAN FIFA 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam. Waktu tambahan yang awalnya ditunjukkan selama dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit,” pernyataan FAM di Instagram resminya, Jumat (2/10/2026).

FAM mendesak FIFA meninjau insiden tersebut dan memberikan penjelasan rinci mengenai dasar, prosedur, serta kondisi yang dipertimbangkan perangkat pertandingan. Namun, FAM menegaskan permohonan itu bukan untuk mempersoalkan hasil pertandingan atau pencapaian tim mana pun, melainkan demi transparansi proses pengambilan keputusan.

Pada dasarnya, perubahan injury time mengacu pada Law of the Game dari International Football Association Board (IFAB), tepatnya Law 7.3. Aturan itu memperbolehkan tambahan waktu bertambah untuk mengganti waktu yang hilang, termasuk akibat keributan dan pemeriksaan VAR, tetapi tidak boleh dikurangi.

Asisten pelatih Bangladesh, Nguyen Hoang Lan, juga mempertanyakan perubahan durasi tambahan waktu tersebut. Sementara bintang Bangladesh, Hamza Choudhury, merayakan ulang tahun tepat di hari pertandingan dan menerima kado pahit berupa kekalahan telak.

Dari kubu Malaysia, dua striker Paulo Josue dan Bergson Da Silva mengkritik kemenangan 9-2 Indonesia atas tim nasional sepak bola Bangladesh. Mereka menilai posisi Indonesia diuntungkan. Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, menyatakan tidak terlalu berkecil hati dan tetap menyemangati pemainnya usai gagal ke final.

Bagi Indonesia, fokus kini beralih ke partai puncak melawan Thailand. Performa lini pertahanan sepanjang turnamen menjadi sorotan menjelang laga tersebut. Sementara polemik injury time masih menunggu penjelasan resmi dari FIFA menyusul permintaan klarifikasi FAM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *