Momen 4 Pesawat Tempur Mendarat di Tol Paspro, Warga Antusias Nonton dari Tepi Jalan

Momen 4 Pesawat Tempur Mendarat di Tol Paspro, Warga Antusias Nonton dari Tepi Jalan
Momen 4 Pesawat Tempur Mendarat di Tol Paspro, Warga Antusias Nonton dari Tepi Jalan

Cakrawala News – 26 Oktober 2026 | Momen 4 pesawat tempur mendarat di Tol Paspro, warga antusias nonton dari tepi jalan menjadi pemandangan langka yang tersaji di ruas Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Jalur bebas hambatan yang biasanya dipadati kendaraan roda empat mendadak berubah menjadi landasan pacu darurat bagi pesawat TNI Angkatan Udara. Ratusan warga sekitar, termasuk para petani, berbondong-bondong mendatangi kawasan tol untuk menyaksikan langsung manuver pesawat militer tersebut.

Uji coba pendaratan dan lepas landas itu melibatkan empat pesawat tempur. Dua unit di antaranya adalah jet F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, sedangkan dua lainnya merupakan pesawat taktis EMB-314 Super Tucano yang berbasis di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Kegiatan berlangsung pada segmen KM 834+000 hingga KM 837+500, sepanjang sekitar 3,5 kilometer dengan lebar 24,2 meter.

Menguji Tol sebagai Landasan Darurat

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menyaksikan langsung jalannya uji coba. Menurutnya, pemanfaatan infrastruktur daerah, termasuk jalan tol, merupakan salah satu upaya TNI AU untuk menjaga fleksibilitas operasi udara dalam menghadapi beragam kondisi dan kebutuhan operasional.

“Berdasarkan hasil verifikasi, ruas tol tersebut memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai landasan alternatif sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Tonny dalam keterangan resmi pada Jumat (23/10).

Sebelum mendarat, kedua jenis pesawat tersebut melaksanakan low approach untuk memastikan kondisi landasan aman. Setelah itu, pesawat melakukan full stop landing dan kembali lepas landas dari ruas jalan tol. Tonny menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat serta memohon maaf kepada masyarakat atas gangguan kenyamanan pengguna jalan selama persiapan dan pelaksanaan uji coba.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi menambahkan, uji coba ini menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan prosedur, meningkatkan kesiapan personel, serta memastikan ketersediaan dukungan teknis bagi pemanfaatan landasan alternatif. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus memperkuat fleksibilitas operasi udara dengan tetap mengutamakan keselamatan dan fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi masyarakat.

Infrastruktur Berfungsi Ganda

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menilai infrastruktur jalan tol memiliki nilai strategis yang tidak hanya mendukung konektivitas antarwilayah, tetapi juga kepentingan nasional secara lebih luas. Konstruksi landasan pada ruas tol ini menggunakan perkerasan kaku atau rigid pavement pada lajur dan bahu dalam, serta telah melalui verifikasi kelayakan sebelum uji coba dilakukan.

“Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” kata Dody, dilansir dari laman Kementerian PU, Minggu (25/10).

Selama kegiatan berlangsung, Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol menerapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus sementara mulai Gerbang Tol Probolinggo Barat KM 829+000 hingga Gerbang Tol Probolinggo Timur KM 841+200. Pengguna jalan diarahkan mengikuti jalur alternatif melalui jaringan jalan nasional yang telah disiapkan, serta diminta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.

Petani Tinggalkan Cangkul demi Menonton

Antusiasme warga menjadi sisi lain yang mencuri perhatian dalam peristiwa ini. Salah satunya Sallem, 45 tahun, petani asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Begitu mendengar kabar deru pesawat tempur, ia memilih meletakkan cangkulnya sejenak dan bergegas menuju tepi jalan tol.

“Pesawatnya gagah sekali. Saya istirahat dulu mencangkul di sawah, ingin melihat langsung dari dekat walau hanya bisa menonton dari bawah jalur tol,” ujar Sallem, Kamis (22/10/2026).

Riuh kekaguman warga kian pecah saat dua jenis pesawat meluncur bergantian di atas aspal tol selebar 24 meter tersebut. Dari anak-anak, ibu rumah tangga, hingga kalangan lanjut usia tampak terpana menyaksikan pendaratan presisi pesawat tempur taktis dan jet supersonik itu. Bagi warga pedesaan di sekitar jalur tol, melihat jet tempur menyentuh aspal jalan raya adalah atraksi spektakuler yang belum tentu terulang seumur hidup.

Meski demikian, di balik riuhnya antusiasme warga, aksi ini merupakan bagian dari skenario pertahanan strategis militer. Uji coba dilakukan untuk menguji kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol sebagai landasan darurat apabila pangkalan udara utama tidak dapat digunakan dalam kondisi tertentu.

Bukan yang Pertama

Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) di Provinsi Lampung menjadi pilot project lokasi uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat TNI AU pada 11 Februari 2026.

Kementerian PU juga menyiapkan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) dan Tol Banda Aceh–Sigli sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU. Pada Tol Japek II Selatan, lintasan yang disiapkan sepanjang 3,5 kilometer, sedangkan di Tol Banda Aceh–Sigli sekitar 3,8 kilometer.

Pada ruas Tol Paspro yang sama, Kementerian PU telah melakukan uji coba penghamparan Aspal Merah Putih sepanjang 200 meter, tepatnya pada KM 833+800 hingga KM 834+000, dengan lebar 11,8 meter. Penghamparan menggunakan Asbuton pracampur sebagai bagian dari pemanfaatan material aspal dalam negeri untuk pembangunan dan preservasi jalan. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian material konstruksi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PU Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengolahan Aspal Buton Olahan untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan.

Momen 4 pesawat tempur mendarat di Tol Paspro, warga antusias nonton dari berbagai titik ini pun menjadi pengingat bahwa infrastruktur jalan tol memiliki dimensi strategis di luar fungsi transportasi sehari-hari. Ke depan, hasil evaluasi atas uji coba ini akan menjadi acuan untuk menyempurnakan prosedur dan kesiapan personel, sekaligus memastikan bahwa pemanfaatan landasan alternatif tetap berjalan tanpa mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *