Montréal vs Charlotte FC: Gol Menit 81 Toklomati Hancurkan Harapan Playoff CF Montreal

Montréal vs Charlotte FC: Gol Menit 81 Toklomati Hancurkan Harapan Playoff CF Montreal
Montréal vs Charlotte FC: Gol Menit 81 Toklomati Hancurkan Harapan Playoff CF Montreal

Cakrawala News – 10 September 2026 | Duel Montréal vs Charlotte FC di Stade Saputo berakhir dengan kemenangan dramatis tim tamu 2-1 pada laga MLS, Kamis dini hari WIB (10/9/2026). Gol penentu Idan Toklomati pada menit ke-81 membuat CF Montreal kembali menelan kekalahan di kandang dan semakin jauh dari peluang lolos ke babak playoff Wilayah Timur.

Charlotte FC pulang dengan tiga poin berkat gol Liel Abada yang menyamakan kedudukan pada menit ke-37 dan gol kemenangan Toklomati di menit ke-81. Kemenangan ini menegaskan tren positif tim tamu, yang hanya kalah sekali dalam 11 pertandingan terakhir MLS musim reguler, sebuah rentang yang mencakup tujuh kemenangan.

Sementara itu, CF Montreal yang berstatus juru kunci Wilayah Timur kini tertinggal delapan poin dari Toronto FC yang menempati posisi kesembilan dan terakhir untuk tiket playoff. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi ambisi Montreal yang musim ini jauh dari performa terbaiknya.

Jalannya Pertandingan di Tengah Hujan Deras

Laga berlangsung dalam guyuran hujan deras. Meski kondisi lapangan kurang ideal, Montreal tampil agresif sejak awal dan mendominasi penguasaan bola di area berbahaya. Hujan yang membuat bola memantul tak beraturan memaksa kedua tim bermain lebih sabar dengan membangun serangan secara bertahap.

Pada menit ke-34, Montreal akhirnya memecah kebuntuan. Umpan silang Luca Petrasso disambut sundulan keras Daniel Rios ke sudut bawah gawang, membawa tuan rumah unggul 1-0. Rios adalah mantan penyerang Charlotte FC, sehingga golnya terasa istimewa bagi penonton di Stade Saputo.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Allan Saint-Maximin memimpin serangan balik cepat dan melepaskan umpan kepada Liel Abada. Pemain asal Israel itu melepas tembakan keras yang menghantam bagian bawah mistar gawang sebelum masuk ke dalam gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan memaksa kedua tim turun minum dengan skor imbang.

Toklomati Jadi Penentu Kemenangan Charlotte

Di babak kedua, Montreal berusaha kembali menguasai jalannya pertandingan, tetapi Charlotte tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Pada menit ke-81, David Schnegg dibiarkan bebas di sisi kiri lapangan. Ia mengirim umpan silang ke titik penalti yang langsung disambut Toklomati tanpa penjagaan, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Charlotte.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Montreal, yang kembali mengulang pola musim ini: unggul lebih dulu di kandang, tetapi gagal menjaga keunggulan hingga akhir laga. Hasil ini menambah daftar panjang hasil buruk mereka sepanjang musim.

Pelatih kepala Montreal, Philippe Eullaffroy, mengakui timnya kembali kehilangan poin di momen krusial. Ia menyebut situasi ini seperti wortel yang terus bergerak menjauh dari jangkauan, tetapi ia menegaskan timnya harus tetap mengejar dengan keyakinan.

“Hal baiknya adalah ketika wortel itu bergerak, keledai juga ikut bergerak, jadi kami harus mengikuti contohnya dengan keyakinan bahwa kami akan mendapatkan wortel itu,” kata Eullaffroy.

Gelandang Matty Longstaff menilai usaha saja tidak cukup. Menurutnya, Montreal harus lebih kejam di kotak penalti lawan dan lebih terorganisir jika ingin meraih kemenangan. Ia mengakui timnya masih kesulitan memahami beberapa aspek permainan secara kolektif, terutama dalam hal mencetak gol, assist, dan menjaga gawang dari kebobolan.

Rekor Buruk Montreal dan Peluang Playoff yang Menipis

Kekalahan dari Charlotte FC memperpanjang rekor buruk Montreal. Sejak kembali dari jeda Piala Dunia, mereka hanya memenangkan satu dari 11 pertandingan di semua kompetisi. Catatan kandang mereka pun memprihatinkan: tidak ada kemenangan MLS di Stade Saputo sejak 9 Mei.

Meski telah mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas dan diperkuat sejumlah pemain kunci yang kembali dari cedera, Montreal belum mampu keluar dari keterpurukan. Kini mereka terpuruk di dasar klasemen Wilayah Timur dengan rekor 5-13-6.

Sebaliknya, Charlotte FC terus menanjak di klasemen Wilayah Timur dengan rekor 11-7-6. Kemenangan di kandang Montreal menjadi modal berharga sebelum mereka menjamu FC Cincinnati pada laga berikutnya, Sabtu mendatang.

Sementara itu, Montreal akan bertandang ke Colorado pada hari yang sama. Dengan selisih delapan poin dari zona playoff dan jumlah pertandingan yang semakin berkurang, peluang Montreal untuk lolos ke babak pascamusim semakin tipis.

Duel Montréal vs Charlotte FC ini menjadi gambaran jelas dua arah berbeda: Charlotte yang sedang menanjak dan penuh kepercayaan diri, berhadapan dengan Montreal yang terus berjuang keluar dari krisis hasil dan performa.

Bagi Montreal, sisa musim ini akan menjadi ujian mental dan taktik. Mereka harus segera menemukan solusi jika ingin menjaga asa bermain di babak playoff, atau setidaknya mengakhiri musim dengan catatan yang lebih terhormat. Sementara Charlotte akan berusaha mempertahankan momentum untuk mengamankan posisi di papan atas Wilayah Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *