Cakrawala News – 23 Oktober 2026 | Duel palmeiras vs fluminense di semifinal Copa Libertadores 2026 berakhir dramatis. Palmeiras memastikan tiket ke final usai menang 5-3 dalam adu penalti, meski kalah 0-1 di waktu normal pada laga yang digelar di Nubank Parque, Sao Paulo, Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat. Hasil ini membawa klub berjuluk Verdão itu ke final kedelapan sepanjang sejarah mereka di kompetisi antarklub paling bergengsi Amerika Selatan tersebut.
Kekalahan di waktu normal membuat agregat kedua tim berakhir imbang 2-2. Sebelumnya, Palmeiras menang 2-1 pada leg pertama di markas Fluminense. Karena tidak ada aturan gol tandang, laga harus diselesaikan lewat drama tos-tosan. Kiper Carlos Miguel menjadi pahlawan dengan menepis penalti Nonato, sebelum Marlon Freitas mencetak gol penentu yang mengunci kemenangan Palmeiras.
Jalannya Pertandingan
Fluminense tampil agresif sejak awal. Gol tunggal mereka lahir dari kaki Hércules pada menit ke-36 babak kedua. Sebelumnya, Palmeiras sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh Barboza, umpan Giay yang berakhir melebar, serta sepakan Marlon Freitas yang masih melambung di atas mistar. Fluminense juga sempat menekan melalui rangkaian sepak pojok, tetapi tidak berbuah gol.
Laga berlangsung dengan tensi tinggi. Wasit mencatat tiga kartu kuning, masing-masing untuk Barboza dan Jhon Arias dari Palmeiras serta Hércules dari Fluminense. Tidak ada kartu merah sepanjang pertandingan. Pertandingan dihadiri 40.425 penonton dengan pendapatan mencapai lebih dari 4,6 juta real.
Dengan hasil ini, Palmeiras menunggu pemenang laga antara Flamengo dan Estudiantes yang baru dimainkan pada Kamis (22/10/2026) di Maracanã. Pada leg pertama di Argentina, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Partai final dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026 di Stadion Centenario, Montevideo, Uruguay.
Provokasi Arias dan Respons Palmeiras
Selain drama di lapangan, palmeiras vs fluminense juga meninggalkan cerita di luar lapangan yang melibatkan Jhon Arias. Gelandang asal Kolombia itu menjadi sasaran cemoohan dan hinaan dari sebagian pendukung Fluminense, klub yang pernah ia bela selama lima musim dan antar ke gelar Libertadores 2023.
Sejak kembali ke Brasil bersama Palmeiras, Arias memang kerap mendapat perlakuan kurang bersahabat di Maracanã. Ia disebut sebagai Judas, disoraki, dan dihina setiap kali menyentuh bola. Situasi itu memuncak pada leg pertama di Rio de Janeiro, ketika Arias menyatakan bahwa sebagian pendukung Fluminense mengalami amnesia terhadap kontribusinya untuk klub tersebut.
Usai laga kedua, Arias membalas melalui media sosial. Ia mengunggah rangkaian foto pertandingan dengan latar lagu “Chorando se foi”, lagu lambada yang populer pada dekade 1980-an. Unggahan itu dibaca sebagai sindiran kepada bekas klubnya, mengingat lirik lagu tersebut menggambarkan kekecewaan dan tangis.
Palmeiras turut ambil bagian dalam narasi ini. Akun resmi klub mengunggah foto seorang pendukung yang membawa spanduk bertuliskan dukungan untuk Arias. Dalam unggahan itu, huruf C pada kata yang dipakai tampil menonjol, yang oleh sebagian pengamat dibaca sebagai sindiran terhadap masa Fluminense di kasta ketiga kompetisi Brasil.
Gesto Sportif di Tengah Ketegangan
Di balik provokasi, Arias memperlihatkan sikap sportif. Setelah Nonato gagal mengeksekusi penalti yang ditepis Carlos Miguel, Arias menghampiri mantan rekannya itu dan memeluknya cukup lama di lapangan sebelum keduanya meninggalkan lapangan. Momen tersebut menjadi kontras dengan tensi yang menyelimuti duel palmeiras vs fluminense.
Kiper Carlos Miguel juga layak mendapat sorotan. Penyelamatannya atas penalti Nonato menjadi titik balik yang menentukan arah adu penalti. Tanpa penyelamatan itu, tekanan bisa berpindah ke kubu Palmeiras yang tampil kurang meyakinkan sepanjang waktu normal.
Konteks dan Dampak
Bagi Palmeiras, kemenangan ini menjaga asa meraih gelar keempat di Copa Libertadores. Tim asuhan Abel Ferreira kembali menunjukkan ketangguhan dalam situasi tekanan, sesuatu yang sudah menjadi ciri khas mereka di kompetisi ini. Sementara itu, Fluminense harus menerima kenyataan pahit setelah tampil lebih baik pada laga kedua namun gagal memanfaatkan peluang di adu penalti.
Bagi Arias, laga ini menjadi momen emosional tersendiri. Ia meninggalkan Fluminense dengan catatan lebih dari 200 pertandingan dan sejumlah trofi, termasuk Libertadores 2023, Recopa 2023, serta gelar juara tingkat daerah pada 2022 dan 2023. Hingga kini, ia telah tampil 46 kali untuk Palmeiras dengan torehan delapan gol dan tujuh assist.
Perhatian publik kini beralih ke partai final. Palmeiras akan menghadapi pemenang antara Flamengo dan Estudiantes, dan pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah mereka mampu melengkapi perjalanan ini dengan trofi. Sementara bagi Fluminense, eliminasi ini menjadi bahan evaluasi setelah sempat menunjukkan performa menjanjikan di leg kedua.
