Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Paul Scholes tidak setuju dengan Wayne Rooney soal potensi hukuman untuk Man City. Mantan gelandang Manchester United itu menilai Manchester City tidak seharusnya kehilangan gelar Liga Inggris, berbeda dengan pandangan Rooney yang mendukung kemungkinan The Citizens didegradasi hingga kasta terendah. Perbedaan pendapat ini muncul di tengah proses sidang sanksi terkait kasus pelanggaran Financial Fair Play (FFP) yang menjerat Manchester City.
Kasus tersebut bermula dari temuan bahwa Manchester City terbukti melakukan pelanggaran dengan membuat kontrak “palsu” bersama mitra komersial dan menyalurkan dana sebesar 900 juta pound secara ilegal untuk operasional klub. Premier League menyatakan The Citizens melanggar aturan dalam sembilan periode antara 2009 hingga 2018.
Situasi itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada Manchester City. Salah satu opsi yang mencuat adalah pencabutan gelar yang pernah diraih klub asal Manchester tersebut. Proses sidang sanksi sendiri berlangsung tertutup dan rahasia sampai hasilnya dapat dipublikasikan. Manchester City juga masih memiliki hak mengajukan banding hingga Jumat (2/10).
Pandangan Berbeda di Antara Mantan Pemain Manchester United
Wayne Rooney, yang pernah menjadi runner-up Liga Inggris ketika Manchester City menjadi juara pada musim 2011-2012, buka suara soal kemungkinan tersebut. Jika gelar Manchester City dicabut, Manchester United berpeluang menerima hibah gelar itu. Namun, Rooney justru mengaku tidak menginginkannya.
“Saya tidak ingin hal ini hanya terdiam begitu saja… 15 tahun kemudian atau berapa pun lamanya, Anda mendapat medali karena City curang. Saya tidak akan merasa nyaman,” kata Rooney di podcast Stick to United, dikutip dari BBC.
Rooney menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima medali tersebut meski finis di posisi kedua. “Pertanyaannya adalah, apakah saya ingin menerima medali itu karena finis di posisi kedua? Tidak,” ujarnya.
Sikap Rooney itu kemudian berbanding lurus dengan dukungannya terhadap kemungkinan Manchester City didegradasi sampai kasta terendah Liga Inggris. Baginya, hukuman berat perlu dijatuhkan agar tidak ada tim yang merasa diuntungkan dari pelanggaran aturan.
Di sisi lain, Paul Scholes tidak setuju dengan Wayne Rooney soal potensi hukuman untuk Man City. Menurut Scholes, mencabut gelar yang sudah diraih di lapangan tidak menyelesaikan persoalan secara adil, terutama bagi para pemain dan penggemar yang tidak terlibat langsung dalam pelanggaran administratif klub.
Konteks Kasus dan Dampaknya bagi Liga Inggris
Kasus yang menjerat Manchester City bukan perkara sederhana. Tuduhan pelanggaran FFP yang mencakup sembilan periode itu menjadikannya salah satu perkara terbesar dalam sejarah Premier League. Nilai pelanggaran yang disebut mencapai 900 juta pound menempatkan kasus ini pada skala yang jarang terjadi di sepak bola Inggris.
Dalam perkara seperti ini, penting untuk membedakan antara fakta, klaim, dan opini. Premier League menyatakan adanya pelanggaran aturan, sementara Manchester City masih memiliki hak untuk mengajukan banding. Proses hukumnya berlangsung tertutup, sehingga publik belum mengetahui secara pasti bentuk sanksi yang akan dijatuhkan.
Perbedaan pendapat antara Rooney dan Scholes mencerminkan kompleksitas persoalan ini. Rooney menekankan pentingnya keadilan kompetitif dan menolak menerima keuntungan dari pelanggaran pihak lain. Scholes, di sisi lain, menyoroti dampak pencabutan gelar terhadap integritas kompetisi dan pihak-pihak yang tidak bersalah.
Keduanya merupakan mantan pemain Manchester United yang merasakan langsung persaingan ketat dengan Manchester City pada era kejayaan The Citizens. Pengalaman itu membuat pandangan mereka soal hukuman yang pantas menjadi perhatian publik, meski keduanya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan sanksi.
Yang perlu dicermati selanjutnya adalah hasil sidang sanksi dan kemungkinan banding dari Manchester City. Keputusan akhir nantinya tidak hanya berdampak pada klub, tetapi juga pada peta kekuatan Liga Inggris dan preseden penegakan aturan FFP di masa depan.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai bentuk hukuman yang akan dijatuhkan. Publik masih menunggu hasil resmi dari proses yang berlangsung tertutup tersebut. Terlepas dari perbedaan pandangan antara Rooney dan Scholes, kasus ini menjadi pengingat bahwa tata kelola keuangan klub tetap menjadi isu sentral dalam sepak bola modern.
