Pemilu Israel: Kubu Netanyahu Unggul Tipis, Partai Arab Ukir Sejarah

Pemilu Israel: Kubu Netanyahu Unggul Tipis, Partai Arab Ukir Sejarah
Pemilu Israel: Kubu Netanyahu Unggul Tipis, Partai Arab Ukir Sejarah

Cakrawala News – 29 Oktober 2026 | Hasil sementara pemilu Israel menunjukkan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu unggul tipis atas blok oposisi, namun tidak ada satu pun kubu yang mampu meraih mayoritas 61 kursi di Knesset. Berdasarkan penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Israel pada Rabu (28/10/2026), dengan 85,6 persen suara telah dihitung, kubu Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi, sementara blok oposisi yang dipimpin mantan Panglima Militer Gadi Eisenkot mengamankan 48 kursi.

Yang menjadi sorotan dalam pemilu Israel kali ini adalah lonjakan perolehan partai-partai yang mewakili warga Arab-Israel. Dua wadah utama warga Arab, yakni Joint List dan Ra’am, diproyeksikan mengamankan hingga 18-19 kursi dari total 120 kursi Knesset. Proyeksi Ynet menyebut Joint List meraih 12 kursi dan Ra’am 7 kursi, sementara laporan lain menyebut angka 19 kursi.

Lonjakan tersebut dipicu oleh rekor partisipasi pemilih di kalangan warga Arab yang menyentuh angka 80 persen, menumbangkan rekor lama sejak 1999. Dengan konstelasi ini, faksi Arab otomatis memegang posisi kunci untuk menentukan siapa yang berhak memimpin pemerintahan baru.

Kebuntuan dan Skenario Koalisi

Karena tidak ada kubu yang mencapai ambang batas 61 kursi, baik Netanyahu maupun Eisenkot harus menggalang koalisi, termasuk berpotensi menggandeng partai-partai Arab. Namun jalan menuju koalisi tidak mudah. Lima dari enam partai di luar blok Netanyahu sangat kecil kemungkinannya untuk bergabung dengannya, sementara partai keenam masih belum pasti.

Kondisi buntu ini memunculkan kemungkinan pemilihan baru dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah pihak menilai kebuntuan politik dapat memaksa Israel kembali ke bilik suara untuk kelima kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Perolehan suara juga memperlihatkan bahwa Partai Likud pimpinan Netanyahu bukan lagi kekuatan mayoritas. Partai tersebut menerima kurang dari 25 persen suara dan bergantung pada koalisi dengan partai-partai sayap kanan serta ultra-Ortodoks untuk mendekati mayoritas.

Kontroversi Tokoh Sayap Kanan

Hasil pemilu yang menunjukkan kemunduran bagi aliansi pemerintahan Netanyahu memicu pernyataan kontroversial dari sejumlah tokoh senior sayap kanan Israel. Mengutip pemberitaan Aljazeera, kontroversi mencuat ketika hasil pemilu belum menghasilkan mayoritas yang jelas bagi kubu politik utama.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, dalam pernyataannya di markas partai sayap kanan Zionisme Religius di Yerusalem pada Rabu pagi, menepis perayaan kubu oposisi. Ia menegaskan pemerintahan tidak akan membatalkan kebijakan perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, yang menurut hukum internasional dianggap ilegal. Smotrich bahkan menyampaikan pernyataan mengenai rencana pembangunan permukiman Yahudi di Gaza, wilayah tempat Israel membongkar permukimannya pada 2005.

Selain isu permukiman, tuduhan mengenai dugaan kecurangan pemilu turut mewarnai persaingan politik. Kritik terhadap pemilih Arab juga dilontarkan sejumlah tokoh sayap kanan di tengah situasi politik yang memanas.

Faktor Film dan Figur Publik

Pilihan rakyat Israel dalam pemilu Israel pada Selasa (27/10/2026) disebut turut dipengaruhi dua film populer serta aktris Gal Gadot, dengan pemilih terbelah menjadi blok perubahan dan blok Netanyahu. Film Our Loves karya Avi Nesher, yang dirilis dua minggu sebelum pemilihan, menarik 150.000 penonton di Israel. Meski tidak secara terang-terangan menampilkan politik, film ini secara implisit mengkritik pemerintahan Netanyahu melalui penggambaran absennya tentara dan kegagalan keamanan saat serangan Hamas 7 Oktober.

Nesher secara terbuka menyatakan tidak mendukung pemerintahan Netanyahu. Sementara itu, film dokumenter NAZA karya Yuval Abraham dan Rachel Szor mengungkap bagaimana pemerintahan Netanyahu menjalankan perang di Gaza. Pemerintah Netanyahu disebut berupaya mencabut kewarganegaraan kedua pembuat film tersebut, langkah yang dinilai menguntungkan basis pendukung Netanyahu tetapi berpotensi menjadi bumerang.

Bintang Wonder Woman, Gal Gadot, juga ikut menyuarakan preferensi politiknya. Ia merilis video pada hari pemungutan suara yang menunjukkan dirinya di tempat pemungutan suara dan menyatakan memilih Perubahan. Gadot terbang dari Los Angeles untuk memberikan suara dan mengunggah seruan kepada warga Israel melalui Instagram.

Reaksi dari Luar

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan perlawanan terhadap Israel akan terus berlanjut terlepas dari hasil pemilu. Menurutnya, pendudukan harus segera diakhiri. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dukungannya telah mendorong perolehan suara yang melampaui ekspektasi bagi Netanyahu dalam pemilu legislatif tersebut.

Dengan hasil yang masih berjalan dan belum ada mayoritas jelas, perhatian kini tertuju pada negosiasi koalisi yang akan menentukan arah pemerintahan Israel berikutnya. Posisi partai-partai Arab yang mencatat sejarah baru akan menjadi faktor penentu, sekaligus ujian bagi stabilitas politik Israel di tengah tekanan keamanan dan isu permukiman yang masih memanas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *