Persija Dilarang Bawa Suporter Tandang Setengah Musim, Total Denda Rp90 Juta

Persija Dilarang Bawa Suporter Tandang Setengah Musim, Total Denda Rp90 Juta
Persija Dilarang Bawa Suporter Tandang Setengah Musim, Total Denda Rp90 Juta

Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Persija dilarang bawa suporter tandang selama setengah musim usai kericuhan lawan Persita dalam laga pekan kelima Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026). Hukuman itu dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) kepada klub berjuluk Macan Kemayoran beserta pendukungnya, Jakmania, sebagai konsekuensi atas kerusuhan yang membuat pertandingan sempat terhenti sekitar 30 menit.

Keputusan tersebut diumumkan Direktur Utama I-League Ferry Paulus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Menurut Ferry, sidang Komdis untuk perkara ini berlangsung cukup alot hingga memakan waktu dua hari sebelum akhirnya menghasilkan putusan.

“Dari hasil sidang Komdis yang rasanya cukup alot karena memakan waktu sampai dua hari, di mana khusus Persija, ya, ini dilarang untuk datang ke pertandingan away selama setengah musim,” kata Ferry Paulus.

Enam Laga Tandang Tanpa Jakmania

Ferry menjelaskan larangan tersebut berlaku untuk seluruh partai tandang Persija di Super League selama setengah musim. Secara hitungan, jumlah pertandingan yang terdampak mencapai enam laga.

“Memang jumlah pertandingannya adalah enam pertandingan, tetapi selama setengah musim ini dilarang Persija untuk hadir di semua partai away yang Persija akan hadiri, ya, khusus di Super League,” ujar Ferry.

Selain sanksi larangan kehadiran suporter, Persija juga dibebani denda sebesar Rp30 juta. Klub asal Jakarta itu kemudian mendapat denda tambahan Rp60 juta akibat ulah oknum suporter yang menyalakan petasan sebanyak tiga kali dan melakukan satu kali pelemparan flare di tribune. Dengan demikian, total denda yang harus ditanggung Persija mencapai Rp90 juta.

Ferry juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai hukuman pengurangan poin untuk Persija tidaklah benar. Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan kepada Macan Kemayoran hanya berupa larangan kehadiran suporter tandang serta denda finansial.

Panpel Persita Didenda Rp40 Juta

Bukan hanya Persija yang dihukum. Panitia pelaksana pertandingan Persita Tangerang juga dijatuhi denda Rp40 juta karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan di area stadion.

“Panitia pelaksana pertandingan Persita ya di kompetisi Super League, diputuskan oleh Komdis pelanggaran sebesar denda Rp40 juta, di mana pelanggaran gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya,” kata Ferry.

Dengan rincian tersebut, total denda yang dijatuhkan dalam perkara ini mencapai Rp130 juta, terdiri dari Rp90 juta untuk Persija dan Rp40 juta untuk panpel Persita.

Kronologi Kericuhan

Menurut Ferry, pertandingan sebenarnya berjalan lancar sebelum keributan terjadi pada babak kedua. Insiden itu disebut bermula dari persoalan spanduk yang kemudian memicu kericuhan antarsuporter.

“Pertandingan sebenarnya berjalan dengan lancar, baik. Tetapi terhenti di babak kedua karena memang ada keributan yang sebenarnya sepele persoalannya, hanya persoalan spanduk,” ujar Ferry.

Dampaknya, pertandingan sempat dihentikan. Laga yang semula dijadwalkan kembali bergulir pukul 20.00 WIB baru dilanjutkan pada pukul 20.31 WIB, atau tertunda sekitar 31 menit. Insiden ini menjadi perhatian penyelenggara kompetisi karena mengganggu jalannya pertandingan.

Pengetatan Izin Penonton Tamu

Kerusuhan di Banten International Stadium itu disebut memicu operator liga untuk memperketat izin penonton tamu ke depan. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa penyelenggara kompetisi akan lebih berhati-hati dalam mengatur kehadiran suporter klub tamu.

Dalam konferensi pers yang sama, Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada PSGC Ciamis dan PSIS Semarang menyusul keributan suporter dalam pertandingan Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (17/10). PSGC dijatuhi larangan membawa suporter dalam satu pertandingan tandang serta denda Rp15 juta, sedangkan PSIS dilarang membawa suporter dalam enam pertandingan tandang dan didenda Rp15 juta.

Selain itu, panitia penyelenggara pertandingan PSGC mendapat denda Rp20 juta karena dievaluasi gagal menjalankan ketertiban serta keamanan selama pertandingan. Menurut Ferry, keputusan untuk PSGC dijatuhkan atas dua pelanggaran berbeda, yakni kegagalan menjaga ketertiban dan keamanan yang mengakibatkan bus tim tamu tertahan, serta keributan antara suporter kedua tim saat pertandingan hingga setelah laga berakhir.

Rangkaian putusan ini menunjukkan bahwa Persija dilarang bawa suporter tandang selama setengah musim usai kericuhan lawan Persita bukan sekadar sanksi tunggal, melainkan bagian dari penegakan disiplin yang lebih luas di kompetisi. Bagi Persija, dampaknya akan terasa pada enam laga tandang ke depan yang biasanya menjadi momentum kehadiran Jakmania di tribun.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana klub dan panitia pelaksana merespons putusan ini, termasuk upaya memperbaiki pengelolaan keamanan agar insiden serupa tidak terulang. Operator liga juga diharapkan merinci mekanisme pengetatan izin penonton tamu yang akan diterapkan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *