Persis Solo Gagal Menang di Manahan, Ricky Nelson Soroti Finishing dan Desakan Ricky Out

Persis Solo Gagal Menang di Manahan, Ricky Nelson Soroti Finishing dan Desakan Ricky Out
Persis Solo Gagal Menang di Manahan, Ricky Nelson Soroti Finishing dan Desakan Ricky Out

Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | Persis Solo kembali gagal meraih kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri setelah ditahan imbang tanpa gol oleh De Red FC pada pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (11/10/2026). Hasil imbang itu membuat Laskar Sambernyawa hanya mengoleksi satu poin dari laga kandang dan menambah tekanan terhadap pelatih Ricky Nelson yang menilai timnya memiliki peluang besar untuk menang namun buruk dalam penyelesaian akhir.

Persis sebenarnya tampil lebih dominan dibandingkan pertandingan sebelumnya. Mereka mampu menguasai bola, mengatur tempo, dan membangun serangan dari lini belakang. Sejumlah peluang tercipta, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Peluang terbaik datang pada penghujung babak pertama ketika gol Andy Harjito dianulir wasit karena dinilai terjadi handball, keputusan yang juga diperkuat oleh VAR.

Dalam konferensi pers usai laga, Ricky Nelson mengakui bahwa masalah finishing menjadi persoalan utama timnya. Menurut dia, beberapa skema permainan yang disiapkan sudah berjalan sesuai rencana, termasuk mencoba membangun serangan dari bawah, tetapi ketajaman di depan gawang masih menjadi kendala.

“Anak-anak bermain jauh lebih baik daripada pertandingan sebelumnya. Kami mampu mengontrol bola dan permainan, termasuk mencoba membangun serangan dari bawah. Beberapa pola yang kami siapkan juga berjalan, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi persoalan,” kata Ricky, Senin (12/10).

Ricky memperkirakan Persis sebenarnya bisa unggul satu atau dua gol apabila peluang yang didapat mampu dimaksimalkan. Karena itu, aspek finishing menjadi pekerjaan utama dalam evaluasi tim menjelang pertandingan berikutnya. Ia juga menjelaskan keputusannya menurunkan Andy Harjito sejak menit awal karena penyerang tersebut dinilai mampu memberikan tekanan kepada pertahanan lawan dan masih dipercaya hingga sekitar menit ke-60.

Desakan Ricky Out dan Posisi Persis di Klasemen

Hasil imbang melawan De Red FC memicu desakan dari sebagian suporter yang menginginkan Ricky Nelson meninggalkan kursi pelatih. Menanggapi hal itu, Ricky menyatakan tidak mempermasalahkannya dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada manajemen klub.

“Tidak ada masalah, itu semua wajar lah ketika semua kecewa mengungkapkan perasaan demikian (Ricky Out). Tapi saya ini karyawan, saya punya kontrak dengan Persis, dan adalah karyawan. Jadi sebagaimana seorang karyawan, tunggu saja manajemen bersikap. Karena saya karyawan, saya kerja untuk Persis. Jadi terserah Persis saja seperti apa manajemen mau mengambil tindakan. Karena saya karyawan, saya kerjakan saja pekerjaan saya,” ujar Ricky.

Dalam lima laga yang sudah dilakoni, Persis Solo meraih sekali kemenangan, dua kali imbang, dan dua kali kalah. Hasil ini menempatkan Laskar Sambernyawa di urutan keenam dengan koleksi lima poin, padahal manajemen menargetkan musim ini untuk promosi ke Super League. Posisi tersebut jelas belum sesuai harapan mengingat ambisi besar klub asal Kota Solo itu.

Ricky juga mengungkapkan suasana ruang ganti usai laga. Menurut dia, para pemain merasa menyesal dan sedih karena sangat ingin meraih kemenangan, terlebih laga sebelumnya Persis kalah melawan Kendal Tornado di Stadion Manahan.

“Menyesal ya, semua sedih. Karena kita mau menang, jujur saja kita sangat mau menang. Kita tahu suporter juga pengen sekali tim menang, kita mau fight habis-habisan,” ucapnya.

Dari kubu lawan, pelatih De Red FC Aji Santoso bersyukur bisa meraih satu poin di Stadion Manahan. Ia mengaku awalnya menargetkan kemenangan, namun Persis tampil lebih impresif sehingga ia harus mengubah taktik pada babak kedua untuk meredam agresivitas tuan rumah. Strategi tersebut berhasil dan laga berakhir imbang.

Yabes Roni Datang, Persis Dapat Amunisi Baru

Di tengah hasil kurang memuaskan, Persis Solo mendapatkan tambahan tenaga pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Penyerang sayap Bali United, Yabes Roni, resmi dipinjamkan ke Persis Solo untuk putaran kedua kompetisi. Keputusan itu diungkapkan langsung oleh CEO Bali United, Yabes Tanuri.

“Setelah berdiskusi dengan tim pelatih, kami resmi melepas Yabes Roni untuk menjalani masa peminjaman ke Persis Solo. Semoga Yabes dapat memberikan kontribusi yang baik dan hasil positif bagi Persis Solo dan juga Bali United,” ungkap Tanuri.

Yabes Roni merupakan pemain angkatan pertama Bali United sejak tahun 2015 dan hampir 11 tahun membela panji Serdadu Tridatu. Selama berseragam Bali United, ia mencatatkan 166 penampilan di berbagai ajang dengan sumbangan sembilan gol dan 12 assist dari total 8.302 menit bermain. Pemain asal Alor, Nusa Tenggara Timur, itu juga berkontribusi dalam raihan Trofi Liga 1 musim 2019 dan 2021/22 serta menjadi pemain pertama asal NTT yang tampil di kompetisi Asia bersama Bali United.

Meski berpengalaman, pada musim ini Yabes Roni kesulitan bersaing di tim utama Bali United yang ditangani pelatih asal Belanda, Johnny Jansen. Pada paruh pertama kompetisi, ia hanya tampil satu pertandingan dengan 19 menit bermain. Kehadirannya diharapkan menambah opsi lini depan Persis yang tengah bermasalah dalam penyelesaian akhir.

Persoalan finishing yang menjadi sorotan Ricky Nelson sejatinya bukan masalah baru. Dominasi penguasaan bola dan penciptaan peluang tidak berbanding lurus dengan produktivitas gol. Dalam laga melawan De Red, sejumlah tembakan masih belum menemui sasaran, sementara satu gol dianulir. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi jika Persis ingin menjaga asa bersaing di papan atas dan memenuhi target promosi ke Super League.

Kehadiran Yabes Roni bisa menjadi jawaban atas kebutuhan ketajaman di lini serang. Namun, adaptasi pemain berusia 30 tahun itu dengan skema yang diterapkan Ricky tetap membutuhkan waktu. Di sisi lain, tekanan publik terhadap kursi pelatih menuntut manajemen segera menentukan sikap agar fokus tim tidak terpecah.

Selanjutnya, Persis Solo perlu segera bangkit pada laga-laga berikutnya jika tidak ingin semakin jauh tertinggal dari persaingan. Perbaikan penyelesaian akhir, integrasi pemain baru, dan stabilitas internal menjadi tiga hal yang wajib diperhatikan. Tanpa itu, ambisi promosi yang dicanangkan manajemen berpotensi hanya menjadi wacana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *