Cakrawala News – 05 November 2026 | Sebelum Piala Asia 2027, Timnas Indonesia bakal lebih dulu main di kualifikasi Piala Dunia 2030. Kepastian itu muncul setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menunda Piala Asia 2027 di Arab Saudi dari jadwal semula Januari-Februari 2027 menjadi akhir 2027 hingga awal 2028. Penundaan tersebut diumumkan AFC pada 3 November 2026 dengan alasan situasi di Timur Tengah yang belum stabil.
Perubahan jadwal ini membuat persiapan sejumlah tim peserta harus disesuaikan, termasuk Timnas Indonesia. Meski demikian, publik sepak bola nasional menilai tambahan waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk mematangkan skuad asuhan John Herdman serta memulihkan pemain yang cedera.
Penundaan Piala Asia 2027 juga disambut positif oleh publik China. Media China, Oriental Sports, menyebut penundaan itu sebagai kesempatan langka dan berharga bagi pelatih Shao Jiayi untuk membenahi tim nasional mereka.
Jadwal Awal yang Sempat Dirilis
Sebelum penundaan, AFC sempat merilis jadwal Piala Asia 2027 pada 26 Oktober. Saat itu AFC menegaskan turnamen tetap digelar 7 Januari sampai 5 Februari 2027, sekaligus membantah isu penundaan akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam jadwal tersebut, Indonesia tergabung di Grup F bersama juara bertahan Qatar, Jepang, dan Thailand. Laga perdana Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027 pukul 17.30 WIB di Prince Abdullah Al Faisal Sport City yang berkapasitas sekitar 26 ribu penonton.
Lima hari berselang, Indonesia dijadwalkan melawan Qatar pada 16 Januari 2027 pukul 23.30 WIB di Stadion Aramco yang berkapasitas sekitar 45 ribu penonton. Sementara laga terakhir fase grup kontra Thailand dijadwalkan 20 Januari 2027 pukul 17.30 WIB di King Abdullah Sports City yang mampu menampung sekitar 60 ribu penonton.
Pertemuan dengan Jepang akan menjadi laga keempat Indonesia melawan Samurai Biru dalam kurun tiga tahun terakhir. Sebelumnya, Indonesia kalah 1-3 dari Jepang pada Piala Asia 2023 di Qatar saat masih dilatih Shin Tae-yong, dengan satu-satunya gol Garuda dicetak Sandy Walsh.
Dua pertemuan berikutnya terjadi pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga, yang berakhir dengan kekalahan Indonesia 0-4 di era Shin Tae-yong dan 0-6 di era Patrick Kluivert.
Dampak bagi Skuad Garuda
Bagi Timnas Indonesia, penundaan ini menghadirkan dua sisi yang perlu dicermati. Dari segi mental, skuad Garuda sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Gelar tersebut disebut bisa menjadi pemantik untuk mengukir sejarah baru di pentas Asia.
Pencapaian terbaik Indonesia di Piala Asia adalah lolos ke babak 16 besar pada edisi 2023 di Qatar. Dengan skuad yang semakin matang, ada keyakinan bahwa Indonesia bisa mencapai babak delapan besar.
Namun, dari segi usia, penundaan hampir setahun turut mengubah komposisi skuad. Berkaca dari skuad juara FIFA ASEAN Cup 2026, hanya ada empat pemain yang sudah berusia kepala tiga, yakni Jordi Amat, Joey Pelupessy, Thom Haye, dan Kevin Diks.
Pada akhir 2027 nanti, situasi bisa berbeda. Ada kemungkinan Jordi Amat semakin lambat, Joey Pelupessy dan Thom Haye mulai kehilangan sentuhan terbaik, serta Kevin Diks tidak lagi berkiprah di kompetisi kasta tertinggi Liga Jerman.
Pada saat yang sama, Emil Audero Mulyadi, Nadeo Argawinata, dan Calvin Verdonk akan genap memasuki usia kepala tiga. Usia memang sekadar angka, tetapi ada efek samping di dalamnya.
Di sisi lain, sejumlah pemain seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Elkan Baggott, Nathan Tjoe-A-On, dan Ole Romeny, jika tidak mengalami cedera, akan berada di usia keemasan pada akhir 2027 nanti.
Kualifikasi Piala Dunia 2030 Menanti
Dengan mundurnya Piala Asia 2027, agenda Timnas Indonesia ke depan akan lebih dulu diisi kualifikasi Piala Dunia 2030. Artinya, sebelum Piala Asia 2027, Timnas Indonesia bakal lebih dulu main di kualifikasi Piala Dunia 2030, yang menjadi target jangka panjang sepak bola nasional.
Kombinasi dua agenda besar ini menuntut pengelolaan skuad yang cermat. Pelatih John Herdman memiliki waktu tambahan untuk mematangkan taktik, menguji kombinasi pemain, sekaligus menjaga kebugaran skuad di tengah padatnya jadwal kualifikasi.
Bagi penggemar, penundaan ini bisa dibaca sebagai kesempatan sekaligus tantangan. Kesempatan karena persiapan menjadi lebih panjang, tantangan karena dinamika usia pemain dan kebugaran harus dikelola dengan baik agar performa tetap kompetitif di kedua ajang.
Yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kepastian jadwal resmi Piala Asia 2027 versi baru serta bagaimana AFC menyesuaikan kalender kompetisi. Sementara itu, Timnas Indonesia disebut akan lebih dulu menjalani kualifikasi Piala Dunia 2030, sehingga fokus skuad Garuda kini terbagi antara dua target besar tersebut.
