Portsmouth Vs Millwall: Kemenangan Beruntung Pompey, Elkan Baggott Kembali ke Bangku Cadangan

Portsmouth Vs Millwall: Kemenangan Beruntung Pompey, Elkan Baggott Kembali ke Bangku Cadangan
Portsmouth Vs Millwall: Kemenangan Beruntung Pompey, Elkan Baggott Kembali ke Bangku Cadangan

Cakrawala News – 26 Oktober 2026 | Laga Portsmouth vs Millwall di Stadion Fratton Park pada Sabtu (24/10) malam berakhir dengan kemenangan 2-1 tuan rumah, tetapi hasil tersebut sarat keberuntungan bagi Portsmouth. Dua gol Pompey tercipta lewat gol bunuh diri dan bola yang membentur pemain lawan, sementara Millwall tampil lebih dominan menurut pengakuan pelatih lawan. Kekalahan ini juga menandai situasi sulit bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, yang hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.

Pertandingan berlangsung dalam hujan deras dan angin kencang di hadapan 20.476 penonton. Millwall sebenarnya memimpin lebih dulu saat laga baru berjalan enam menit. Jenson Metcalfe memotong umpan kiper Portsmouth, Nicolas Schmid, lalu menyelesaikan peluangnya ke sudut bawah gawang.

Portsmouth baru menyamakan kedudukan pada menit ke-16. Tendangan bebas yang diarahkan ke tiang dekat membentur lutut penyerang kelahiran Australia, Lyndon Dykes, dan berbelok menjadi gol bunuh diri. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Gol Kemenangan Waddingham

Pelatih Portsmouth, John Mousinho, memasukkan Thomas Waddingham pada menit ke-71 menggantikan Marko Milovanovic. Keputusan itu terbukti menentukan. Pada menit ke-82, Waddingham mencetak gol kemenangan, gol pertamanya di Championship sejak Januari 2025 dan gol pertamanya setelah kembali dari operasi pergelangan kaki.

Proses gol tersebut juga tidak lepas dari keberuntungan. Wasit membiarkan permainan berlanjut setelah terjadi pelanggaran, tembakan pemain Portsmouth terblokir, lalu upaya sapuan Jake Cooper justru membentur Waddingham dan memantul masuk ke gawang Millwall.

Bagi Waddingham, momen itu menjadi titik balik setelah masa sulit. Ia bergabung dengan Portsmouth dari Brisbane Roar pada Januari 2025, tetapi baru mencatat 13 penampilan hingga Agustus. Ia kemudian mengalami cedera pergelangan kaki tak lama setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 1-3 dari West Ham di Piala EFL pada 9 Agustus dan harus menjalani operasi dengan perkiraan absen lebih dari 10 pekan. Laga melawan Millwall menjadi aksinya pertama sejak Agustus.

“Saya rasa kami tidak layak menang karena Millwall tampil sangat baik,” kata Mousinho setelah pertandingan, seraya menambahkan bahwa timnya sempat menjadi arsitek kesulitannya sendiri. Ia juga menyatakan kegembiraannya untuk Waddingham yang berada di tempat dan waktu yang tepat, dengan harapan gol tersebut menjadi pijakan untuk terus berkembang.

Pompey Kian Sulit Dikalahkan

Hasil Portsmouth vs Millwall ini membuat Portsmouth meraih tiga kemenangan dari empat laga terakhir, dengan sepuluh poin dari empat pertandingan. Namun, tiga hasil terakhir mereka sebenarnya bisa saja berbalik arah.

Yang tidak sekadar keberuntungan, menurut analisis pemberitaan BBC Sport, adalah bahwa Portsmouth kini menjadi lawan yang merepotkan: sulit dihadapi dan sulit ditembus. Kondisi itu berbeda dengan awal musim. Jika sebuah tim mampu membuat dirinya sulit dikalahkan dan tetap bertahan dalam pertandingan ketika keadaan tidak berpihak, hasil-hasil positif akan datang.

Portsmouth memang tidak lama berada di zona play-off pada Sabtu lalu, dan tidak banyak pihak yang secara realistis memperkirakan mereka finis di delapan besar. Meski demikian, finis di papan tengah akan menjadi kemajuan yang mengesankan bagi Mousinho. Dengan tambahan keberuntungan, bukan tidak mungkin hasilnya lebih baik lagi.

Millwall dan Situasi Elkan Baggott

Di kubu Millwall, kekalahan ini memperpanjang catatan kurang konsisten. Tim asuhan tersebut hanya mengumpulkan enam poin dari tujuh pertandingan terakhir dan tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara EFL Championship.

Perhatian publik Indonesia tertuju pada Elkan Baggott. Bek berpostur 196 cm itu sebelumnya menjadi andalan Millwall dengan delapan penampilan beruntun di Championship dan Carabao Cup. Namun, rentetan itu terhenti setelah ia dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026.

Di bawah pelatih John Herdman, Baggott tampil dalam empat pertandingan Indonesia, termasuk bermain 120 menit pada final melawan Thailand. Ia mencetak gol penyeimbang pada babak tambahan waktu sebelum Indonesia memastikan gelar juara melalui adu penalti, dan juga sukses menjalankan tugas sebagai penendang penalti.

Setelah kembali ke Inggris, situasi Baggott berubah. Pada laga pertama Millwall seusai jeda internasional melawan Preston pada 10 Oktober 2026, namanya bahkan tidak masuk daftar pemain. Ia kemudian kembali ke skuad, tetapi belum mendapat kesempatan bermain dan hanya menyaksikan laga dari bangku cadangan, termasuk pada Portsmouth vs Millwall.

Laporan menyebut pelatih lebih memilih duet Jake Cooper dan Caleb Taylor di lini belakang. Meski demikian, Millwall tetap memberikan ucapan selamat kepada Baggott atas keberhasilan bersama Timnas Indonesia. Situasi serupa juga dialami Mees Hilgers yang duduk di bangku cadangan, sementara Jay Idzes masih berkutat dengan cedera.

Ke depan, Portsmouth akan berusaha mempertahankan tren positif dengan gaya bermain yang merepotkan lawan, meski tetap membutuhkan perbaikan agar tidak terus bergantung pada keberuntungan. Sementara itu, Millwall perlu segera menemukan konsistensi, dan Baggott menghadapi tantangan untuk merebut kembali tempat di lini belakang klubnya.

Exit mobile version