Purbaya Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu, Bantah Isu Jual Beli Jabatan Rp100 Miliar

Cakrawala News – 11 September 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan perombakan besar-besaran terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam kesempatan yang sama, Purbaya rombak ratusan pegawai Kemenkeu, bantah isu jual beli jabatan yang beredar viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa rotasi dan mutasi pejabat dilakukan murni berdasarkan pertimbangan profesional, bukan transaksi atau kepentingan tertentu.

Perombakan tersebut mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga pejabat pada unit organisasi non-eselon di lingkungan Kemenkeu. Pelantikan digelar di Jakarta pada Kamis, 10 September 2026. Sejumlah laporan menyebut sekitar 50 pejabat eselon II dan 350 pejabat eselon III turut dirombak dalam proses ini.

Bantahan Isu Rp100 Miliar

Isu yang mencuat di media sosial, terutama di TikTok, menyebutkan bahwa Purbaya mengumpulkan uang hingga Rp100 miliar untuk menduduki posisi tertentu di Kemenkeu. Menanggapi hal itu, Purbaya mengaku bingung soal asal-usul isu tersebut dan membantahnya dengan tegas.

“Terkait mutasi ini, ada isu di TikTok yang menyebutkan Pak Purbaya mengumpulkan uang Rp100 miliar untuk posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar. Tapi, itu rumor saja. Ini benar-benar professional-based,” kata Purbaya dalam acara pelantikan tersebut.

Purbaya mengaku telah menanyakan langsung isu tersebut kepada Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Robert Leonard Marbun. Menurutnya, sang Sekjen memastikan kabar tersebut tidak benar dan hanya sebatas rumor yang beredar di ruang digital.

“Saya tanya, beliau (Robert) bilang tidak ada, itu rumor saja. Jadi ini betul-betul professional-based,” ujarnya.

Mekanisme Rotasi Berbasis Penilaian

Purbaya menjelaskan bahwa pengisian jabatan di Kemenkeu tidak sepenuhnya berada di tangannya sebagai Menteri Keuangan. Prosesnya melibatkan usulan, penilaian, serta pertimbangan dari sejumlah pejabat terkait, termasuk pejabat eselon I yang membawahi pegawai bersangkutan.

“Yang menaikkan posisi bukan saya sendiri; ada yang mengusul, Pak Sekjen menilai, dan setiap pejabat eselon I yang ada saya tanya apakah orang tersebut cocok atau tidak,” jelasnya.

Menurut Purbaya, pejabat eselon I dilibatkan secara aktif karena dianggap paling mengetahui rekam jejak, kinerja, dan kapasitas langsung dari bawahannya. Alur rotasi di Kemenkeu berjalan melalui usulan, lalu diberi penilaian oleh Sekjen dan dirinya.

“Jadi saya panggil eselon I terdekat untuk menilai seperti apa kinerjanya. Kalau bagus ya naik, kalau tidak bagus ya tidak jadi,” kata Purbaya.

Integritas Jadi Syarat Utama

Dalam arahannya kepada para pejabat yang baru dilantik, Purbaya menekankan pentingnya menjaga integritas. Ia menyebut Kementerian Keuangan memegang kewenangan besar, mulai dari mengelola penerimaan, belanja, kekayaan negara, pembiayaan, hingga berbagai instrumen yang memengaruhi masyarakat dan dunia usaha.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, kalau saya pernah menerima uang dari isu Rp100 miliar itu, pasti laku dengan cepat. Untung saya tidak pernah menerima. Integritas itu amat penting,” katanya.

Ia menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap integritas. Menurut Purbaya, jabatan adalah amanah, bukan privilese. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab dan pengawasannya.

Dorong Orientasi Hasil dan Kepemimpinan

Purbaya juga meminta anak buahnya bekerja profesional dan berorientasi pada hasil. Ia tidak ingin organisasi Kemenkeu terjebak dalam rutinitas administratif semata.

“Saya tidak ingin organisasi kita terjebak dalam rutinitas administratif. Sering kali saat diperintah bilangnya ‘Siap Pak, siap Pak,’ tetapi begitu kembali ke ruangan, sebulan kemudian tidak kembali dan tidak ada update ke saya. Kebiasaan kita sering lupa setelah menerima perintah,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, Purbaya berencana membentuk tim khusus yang memonitor perintah-perintahnya. Ia juga akan membagi tugas kepada staf ahli, staf khusus, dan eselon I untuk memantau berbagai kebijakan agar dipastikan berjalan sesuai arahan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang kuat. Setiap pejabat, kata dia, tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaan diri sendiri, tetapi juga atas orang-orang yang mereka pimpin.

“Di sini sudah ada kebiasaan: kalau ada anak buah yang terlibat hal aneh-aneh, atasannya pasti ikut saya geser. Jadi, Bapak dan Ibu bertanggung jawab penuh atas kinerja bawahan masing-masing,” kata Purbaya.

Ia juga meminta para pejabat menjaga sense of urgency mengingat perubahan dunia berlangsung cepat, sehingga Kemenkeu dituntut bergerak dengan kecepatan yang setara.

Langkah Purbaya rombak ratusan pegawai Kemenkeu, bantah isu jual beli jabatan ini menjadi sorotan publik karena menyangkut tata kelola institusi yang mengelola keuangan negara. Publik akan menantikan bagaimana tim pemantau yang dijanjikan bekerja, sekaligus menguji konsistensi komitmen integritas dan profesionalisme di tubuh Kemenkeu ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *