QRIS Antarnegara Tembus Rp 8,05 Triliun, Kini Terhubung dengan 6 Negara

QRIS Antarnegara Tembus Rp 8,05 Triliun, Kini Terhubung dengan 6 Negara
QRIS Antarnegara Tembus Rp 8,05 Triliun, Kini Terhubung dengan 6 Negara

Cakrawala News – 28 September 2026 | JawaPos.com – Transaksi QRIS Antarnegara menembus Rp 8,05 triliun, transaksi QRIS antarnegara terhubung dengan 6 negara sejak layanan ini diluncurkan pada 2022 hingga Agustus 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat penggunaan QRIS Antarnegara oleh wisatawan mancanegara di Indonesia mencapai 17,8 juta transaksi inbound dengan nilai Rp 6,20 triliun pada periode tersebut.

Selain transaksi inbound, BI mencatat sekitar 5 juta transaksi outbound yang dilakukan masyarakat Indonesia di luar negeri dengan nilai Rp 1,85 triliun. Dengan demikian, total transaksi QRIS Antarnegara sejak 2022 hingga Agustus 2026 mencapai sekitar Rp 8,05 triliun.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, perkembangan QRIS Antarnegara menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan dunia internasional.

“Perluasan QRIS Antarnegara penting untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran yang menghubungkan ekonomi Indonesia dengan dunia,” ujar Filianingsih dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (27/9).

Terhubung dengan Enam Negara

Bank Indonesia mencatat hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara. Konektivitas tersebut dinilai memberikan manfaat terhadap aktivitas pariwisata, perdagangan, perluasan akses pasar bagi UMKM, hingga inklusi keuangan.

Menurut Filianingsih, peningkatan transaksi wisatawan mancanegara melalui QRIS Antarnegara juga berpotensi mendukung penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan upaya memperluas pemanfaatan pembayaran digital lintas batas di berbagai sektor ekonomi.

Pemanfaatan QRIS Antarnegara tidak hanya berdiri di satu sisi. Di samping transaksi inbound yang dilakukan wisatawan mancanegara di Indonesia, masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri juga tercatat aktif menggunakan layanan ini. Tercatat sekitar 5 juta transaksi outbound dengan nilai Rp 1,85 triliun.

Dorong UMKM dan Inklusi Keuangan

Perluasan konektivitas pembayaran lintas negara dinilai membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk menjangkau konsumen asing. Dengan QRIS Antarnegara, wisatawan mancanegara dapat bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran dari negaranya di merchant lokal yang menerima QRIS.

Filianingsih menekankan bahwa perluasan konektivitas pembayaran lintas negara membutuhkan kolaborasi antara regulator, industri, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat.

“Technology sets the pace. Collaboration sets the direction,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan teknologi pembayaran perlu diimbangi dengan kerja sama lintas pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Regulator berperan menyiapkan kerangka aturan dan infrastruktur, sementara industri dan pelaku usaha memastikan layanan dapat diakses dengan mudah.

Kontribusi bagi Pariwisata dan Devisa

Peningkatan jumlah transaksi wisatawan mancanegara melalui QRIS Antarnegara berpotensi mendukung penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Kemudahan bertransaksi menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan selama berada di Indonesia.

Dengan nilai transaksi inbound yang mencapai Rp 6,20 triliun, layanan ini menunjukkan peran nyata dalam aktivitas belanja wisatawan di berbagai merchant lokal. Angka tersebut juga mencerminkan adopsi pembayaran digital yang semakin meluas di kalangan pelancong asing.

Sementara itu, transaksi outbound senilai Rp 1,85 triliun menunjukkan masyarakat Indonesia turut memanfaatkan QRIS Antarnegara saat berada di luar negeri. Hal ini menandakan layanan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan asing, tetapi juga bagi warga Indonesia yang bepergian.

Yang Perlu Diperhatikan ke Depan

Ke depan, perluasan QRIS Antarnegara masih bergantung pada penambahan mitra negara serta kesiapan merchant di dalam negeri. Semakin banyak negara yang terhubung, semakin besar pula potensi transaksi lintas batas yang dapat tercatat.

Selain itu, aspek keamanan dan keandalan sistem pembayaran menjadi hal yang perlu terus dijaga. Kepercayaan pengguna, baik wisatawan mancanegara maupun masyarakat Indonesia, menjadi kunci keberlanjutan layanan ini.

Dengan capaian Rp 8,05 triliun sejak 2022 hingga Agustus 2026 dan konektivitas dengan enam negara, QRIS Antarnegara menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat integrasi sistem pembayaran Indonesia dengan dunia internasional. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta perluasan jaringan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *