Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Robert Pires siap hadapi MU Legends di Jakarta: Arsenal tak akan bermain santai. Laga ekshibisi bertajuk 2026 Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns itu berakhir dengan kemenangan North London Legends alias Arsenal Legends atas United Legends alias Manchester United Legends dengan skor 3-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Pires, legenda Arsenal asal Prancis, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang ia terima sejak mendarat di Jakarta. Ia mengaku tersanjung karena keramahan masyarakat menjadi kesan paling membekas dalam kunjungan keduanya ke ibu kota Indonesia tersebut.
“Sejujurnya, pertama-tama, terima kasih banyak atas sambutan hangat yang saya terima tadi malam ketika tiba di bandara. Sambutan itu sangat menyenangkan,” ujar Pires dalam konferensi pers pra-laga di SUGBK, Jumat (9/10/2026).
Pires menyebut dirinya pernah menyambangi Jakarta sekitar sepuluh tahun lalu. Menurut dia, Jakarta merupakan kota besar dengan lalu lintas padat yang dipenuhi sepeda motor.
Rivalitas Klasik Arsenal dan MU
Nama Pires lekat dengan era kejayaan Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger. Pada periode itu, Arsenal dan Manchester United bersaing ketat dalam perburuan gelar Premier League, menghadirkan duel yang kerap sarat tensi.
“Semua orang tahu bahwa pada masa lalu, kami memiliki rivalitas yang sangat besar dengan mereka. Pertandingan-pertandingan itu selalu berlangsung sengit, baik di Stadion Highbury maupun Old Trafford,” kata Pires.
Dari banyak lawan yang pernah ia hadapi, Pires menyinggung satu bek yang paling sering menyulitkannya, yakni eks kapten dan bek kanan Manchester United, Gary Neville. “Kami pernah berhadapan dengan sejumlah pemain, terutama Gary Neville. Menghadapinya selalu sulit bagi saya!” imbuhnya.
Laga di Jakarta ini menjadi ajang reuni bagi para mantan pemain dua klub rival Inggris tersebut. North London Legends mengandalkan generasi kejayaan Arsenal, sementara United Legends menghadirkan mantan pemain Manchester United yang pernah mengangkat berbagai trofi bergengsi.
Jalannya Pertandingan
Manchester United Legends membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Ashley Young sukses memanfaatkan umpan Carlos Tevez untuk menaklukkan kiper Arsenal Legends, Petr Cech, sekaligus membawa timnya memimpin 1-0.
Arsenal Legends merespons dengan cepat dan menyamakan kedudukan pada menit ke-10. Emmanuel Adebayor mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan situasi sepak pojok untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Manchester United Legends sempat mendapatkan peluang untuk kembali unggul pada menit ke-20 melalui tendangan keras Ryan Giggs. Namun, Petr Cech tampil sigap dan menggagalkan upaya mantan pemain MU tersebut.
Arsenal Legends justru berbalik memimpin lima menit kemudian. Santi Cazorla mencetak gol pada menit ke-25 setelah pertandingan berlanjut di tengah insiden penarikan jersey Dimitar Berbatov di kotak penalti Arsenal. Keunggulan 2-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Manchester United Legends meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-64 ketika Radamel Falcao menuntaskan umpan Antonio Valencia untuk menyamakan skor menjadi 2-2.
Pertandingan kembali berjalan ketat setelah kedua tim sama-sama mencetak dua gol. Namun, Arsenal Legends akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Jermaine Pennant pada menit ke-73 lewat eksekusi tendangan bebas.
Manchester United Legends berusaha mencari gol penyeimbang pada sisa waktu pertandingan. Meski demikian, tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan dan Arsenal Legends berhak menutup laga dengan kemenangan 3-2.
Daftar Pemain yang Berlaga
United Legends diperkuat sejumlah mantan pemain yang pernah membawa MU di era pelatih Sir Alex Ferguson meraih berbagai gelar bergengsi, seperti Edwin van der Sar, Wes Brown, Ashley Young, Antonio Valencia, dan John O’Shea.
Tim Setan Merah juga membawa Ryan Giggs, Anderson, Darron Gibson, serta Eric Djemba-Djemba untuk mengisi lini tengah. Sementara itu, barisan penyerang diisi oleh Carlos Tevez, Dwight Yorke, Dimitar Berbatov, Louis Saha, dan Radamel Falcao.
Di kubu lawan, North London Legends mengandalkan nama-nama seperti Petr Cech dan Lukasz Fabianski di posisi kiper, serta Bacary Sagna, Ashley Cole, dan William Gallas yang memperkuat lini pertahanan.
Posisi gelandang North London Legends diberikan kepada pemain-pemain yang memenangkan Piala Emas Liga Inggris musim 2003/2004, yaitu Thierry Henry, Robert Pires, Gilberto Silva, Patrick Vieira, dan Nwankwo Kanu. Ada juga nama-nama seperti Santi Cazorla, Jermaine Pennant, Alex Song, dan Emmanuel Adebayor.
Van der Sar mengaku persiapan timnya berjalan baik. Menurut dia, tim tiba pada Jumat (9/10) dan keramahan orang-orang di Jakarta selalu menyenangkan. Ia pun mengaku tidak sabar bertemu para penggemar sepak bola di stadion.
Sementara itu, Henry menyatakan senang bisa bertemu semua orang dan merasakan cinta yang diterima para legenda. Ia juga mengaku senang bisa bertemu mereka yang dahulu menjadi lawan di lapangan.
Kemenangan 3-2 ini menegaskan bahwa laga bertajuk The Rivalry Returns bukan sekadar pertandingan nostalgia. Duel para legenda Arsenal dan Manchester United itu menghidupkan kembali rivalitas klasik yang pernah mewarnai persaingan gelar juara Liga Inggris, sekaligus menjadi kesempatan bagi pencinta sepak bola Indonesia menyaksikan aksi mantan bintang Premier League secara langsung.
Bagi para pendukung Arsenal, hasil di SUGBK menjadi penutup yang manis atas reuni generasi emas klub. Adapun bagi publik Jakarta, kehadiran nama-nama besar seperti Pires, Henry, Giggs, dan Tevez memperkuat posisi ibu kota sebagai salah satu tujuan laga ekshibisi sepak bola internasional.
