Rybakina Kunci Peringkat Satu Dunia Akhir Tahun Usai Kalahkan Putintseva di Tokyo

Rybakina Kunci Peringkat Satu Dunia Akhir Tahun Usai Kalahkan Putintseva di Tokyo
Rybakina Kunci Peringkat Satu Dunia Akhir Tahun Usai Kalahkan Putintseva di Tokyo

Cakrawala News – 30 Oktober 2026 | Petenis Kazakhstan Elena Rybakina memastikan diri mengakhiri musim 2026 sebagai petenis putri nomor satu dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya. Kepastian itu diraih setelah ia mengalahkan rekan senegaranya, Yulia Putintseva, dengan skor 6-2, 6-3 pada babak kedua Pan Pacific Open di Tokyo, Kamis (29/10).

Kemenangan straight set tersebut membuat Aryna Sabalenka, yang menempati peringkat kedua dunia, tidak lagi memiliki peluang untuk menyalip Rybakina sebelum musim berakhir. Dengan demikian, posisi puncak klasemen WTA sudah tak tergoyahkan lebih dari sepekan sebelum WTA Finals, turnamen penutup musim yang mempertemukan delapan petenis terbaik dunia.

Bagi Rybakina, pencapaian ini melengkapi musim gemilangnya. Petenis berusia 27 tahun itu menjadi pemain pertama dari Kazakhstan, baik pria maupun wanita, di nomor tunggal maupun ganda, yang menempati peringkat nomor satu dunia di akhir tahun. Ia juga tercatat sebagai pemain ke-17 dalam sejarah WTA yang meraih peringkat tunggal nomor satu dunia di akhir tahun.

Dominan Tanpa Kehilangan Servis

Melawan Putintseva di bawah atap tertutup Ariake Coliseum, Rybakina tampil meyakinkan. Sepanjang pertandingan yang berlangsung sekitar 70 menit, ia tidak pernah kehilangan servis. Satu-satunya break point yang dihadapinya berhasil diselamatkan lewat pukulan backhand yang kuat dan akurat pada game terakhir set kedua.

Rybakina menutup kemenangan atas Putintseva dengan ace keenamnya. Kemenangan itu menjadi yang ketiga bagi Rybakina dalam lima pertemuan menghadapi Putintseva. Usai laga, ia mengakui pertandingan melawan rekan senegaranya selalu berjalan sulit dan ia sudah bersiap menghadapi reli-reli panjang.

Rybakina datang ke Tokyo dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Ningbo Open di Tiongkok pekan lalu. Gelar di Ningbo menjadi trofi keempatnya sepanjang musim ini sekaligus gelar pertamanya setelah menduduki peringkat satu dunia. Ia juga mendapatkan tiket langsung ke babak 16 besar Pan Pacific Open berkat bye pada putaran pertama turnamen kategori WTA 500 tersebut.

Musim Gemilang dengan Dua Gelar Grand Slam

Sepanjang 2026, Rybakina telah memenangkan empat gelar, dua di antaranya merupakan turnamen Grand Slam, yakni Australian Open dan US Open. Dua gelar mayor itu membuat koleksi gelar Grand Slam dalam kariernya bertambah menjadi tiga, setelah sebelumnya menjuarai Wimbledon pada 2022.

Rybakina pertama kali naik ke peringkat satu dunia dalam perjalanannya menuju gelar US Open pada September lalu. Kini, ia memastikan status tersebut tetap menjadi miliknya hingga akhir tahun. Ia juga mencatatkan 54 kemenangan sepanjang 2026, terbanyak di antara semua pemain tunggal WTA pada tahun ini.

Perjalanan menuju akhir musim tidak sepenuhnya mulus. Setelah menjuarai US Open, Rybakina sempat tersingkir pada pertandingan pertamanya di Beijing dan absen dari Wuhan Open akibat cedera kaki. Namun, ia mampu bangkit dengan mempertahankan gelar di Ningbo, yang menjadi modal penting sebelum menjalani pertandingan-pertandingan terakhir musim ini.

Sebelum musim 2026, pencapaian terbaik Rybakina di klasemen akhir tahun adalah peringkat ketiga pada 2023 dan 2024, sebelum turun ke peringkat kelima pada 2025. Kini, status nomor satu dunia di akhir tahun menjadi penanda lonjakan performa yang signifikan.

Ujian Berikutnya: Leylah Fernandez

Langkah Elena Rybakina di Tokyo belum berakhir. Pada babak perempat final, ia akan menghadapi petenis Kanada Leylah Fernandez, mengulang final Ningbo Open pekan lalu. Fernandez memastikan tempat di babak tersebut setelah mengalahkan Elise Mertens dengan skor 6-2, 7-6 (10-8).

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Fernandez untuk membalas kekalahan di final Ningbo. Berdasarkan simulasi model prediktif yang dipublikasikan menjelang laga, Rybakina disebut memiliki peluang sekitar 76 persen untuk mengalahkan Fernandez di Tokyo.

Selain mempertahankan posisinya di puncak peringkat dunia, Rybakina juga membidik gelar ke-16 sepanjang karier profesionalnya. Gelar kelima musim ini semakin dekat dalam jangkauannya jika ia mampu melewati Fernandez dan melaju lebih jauh di Tokyo.

Setelah Tokyo, Rybakina dijadwalkan tampil di WTA Finals di Indian Wells. Tiket ke turnamen penutup musim itu sudah ia amankan sejak awal tahun, sebelum menjalani rangkaian turnamen di Asia dengan hasil yang mengesankan.

Dengan status nomor satu dunia yang sudah terkunci, perhatian kini tertuju pada seberapa jauh Rybakina mampu menutup musim terbaiknya. Laga melawan Fernandez akan menjadi ujian pertama, sekaligus gambaran apakah dominasinya di puncak klasemen WTA mampu berlanjut hingga turnamen bergengsi penutup musim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *