Cakrawala News – 20 September 2026 | Saham Strategy Inc (NASDAQ: MSTR) melesat 14,76% pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, seiring penguatan harga bitcoin (BTC USD) dan gelombang kenaikan target harga dari sejumlah analis Wall Street. Saham MicroStrategy itu ditutup di sekitar 151,75 dolar AS, naik dari posisi 122,63 dolar AS pada 24 Agustus 2026, atau menguat sekitar 24% dalam kurang dari satu bulan.
Lonjakan tersebut menjadikan MSTR salah satu nama paling menonjol di bursa Nasdaq karena posisinya sebagai kendaraan investasi bitcoin berleverage. Pergerakan saham ini mencerminkan kombinasi sentimen kripto yang membaik, riset analis yang bullish, serta manuver likuiditas perusahaan yang dinilai pasar memperkuat neraca keuangannya.
Staircase Move di Tengah Volatilitas Bitcoin
Dari sisi teknikal, pergerakan MSTR sepanjang September menunjukkan pola kenaikan bertahap. Saham dibuka di sekitar 136,58 dolar AS, menembus level 139 dolar AS, lalu bergerak stabil menuju kisaran 151 dolar AS hingga penutupan. Pola ini mencerminkan permintaan yang kuat dari pembeli saat harga turun, sekaligus tekanan terhadap posisi short.
Pada periode yang sama, bitcoin kembali diperdagangkan di atas 71.000 dolar AS. Ketika BTC USD menguat, saham-saham yang terkait kripto cenderung bergerak lebih agresif karena memiliki beta tinggi terhadap aset acuan tersebut. MSTR menjadi salah satu nama yang paling diuntungkan dari kondisi itu.
Meski demikian, volatilitas tetap tinggi. Pada awal September, saham ini sempat melonjak dari sekitar 128 dolar AS ke hampir 145 dolar AS dalam dua hari, sebelum berkonsolidasi di kisaran 135-137 dolar AS. Pergerakan tajam semacam itu menjadi ciri khas MSTR yang kerap diperdagangkan sebagai proksi bitcoin di pasar ekuitas.
Kepemilikan Bitcoin dan Strategi Kas USD
Fondasi utama dari tesis investasi MSTR adalah kepemilikan bitcoin dalam jumlah besar. Menurut Alliance Global, perusahaan menguasai sekitar 845.050 BTC, atau sekitar 4% dari total pasokan bitcoin. Bitmine menyebut MSTR sebagai treasury bitcoin korporat terbesar di dunia, dengan estimasi kepemilikan sekitar 840.447 BTC.
Selain menyimpan bitcoin, perusahaan aktif merekayasa struktur modalnya. Strategy Inc meluncurkan kolam likuiditas “USD Cash” senilai 1,59 miliar dolar AS di dalam Digital Credit Capital Framework. Dana tersebut sebagian berasal dari penjualan 18,3 juta saham Kelas A senilai 2,01 miliar dolar AS.
Hasil penjualan saham itu digunakan untuk membeli kembali saham preferen perpetual STRC, menambah cadangan dolar sekitar 300 juta dolar AS, serta menyiapkan dana untuk pembelian bitcoin berikutnya, pembayaran dividen preferen, dan bunga utang. Pasar merespons positif langkah tersebut, dengan saham MSTR naik antara 2,2% hingga 5,3% pada hari pengumuman.
Hingga pertengahan September 2026, perusahaan melaporkan cadangan dolar sekitar 5,1 miliar dolar AS dan kas lebih dari 1,3 miliar dolar AS. Perusahaan juga masih membeli kembali sahamnya sendiri senilai 139,3 juta dolar AS hingga 176,3 juta dolar AS dalam beberapa hari, yang menunjukkan keyakinan manajemen terhadap valuasi sahamnya.
Analis Kompak Naikkan Target Harga
Sejumlah lembaga riset menaikkan target harga MSTR dengan rekomendasi beli. B. Riley menaikkan target dari 155 dolar AS menjadi 175 dolar AS. Canaccord menaikkan target dua kali, dari 175 dolar AS menjadi 179 dolar AS. Barclays menaikkan target ke 160 dolar AS dengan rating Overweight, sementara Alliance Global memulai cakupan dengan rating Buy dan target 217 dolar AS.
Rata-rata target harga konsensus pasar berada di sekitar 230,83 dolar AS, jauh di atas harga saat ini. Bernstein tetap mempertahankan rating Outperform meski memangkas targetnya dari 450 dolar AS menjadi 350 dolar AS, mengingat risiko dilusi dan perubahan makro.
Alliance Global menilai MSTR bukan sekadar pelacak bitcoin, melainkan instrumen yang berpotensi mengalahkan kinerja bitcoin melalui strategi imbal hasil dalam fase bull market BTC yang diperkirakan berlangsung 6-18 bulan ke depan.
Tekanan pada Permintaan Treasury Korporat
Di sisi lain, permintaan bitcoin dari perusahaan publik justru melambat tajam. Perusahaan-perusahaan tercatat hanya menambah sekitar 5.900 BTC dalam tiga bulan terakhir, jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai lebih dari 100.000 BTC.
Strategy menyumbang sebagian besar pembelian tersebut melalui akuisisi 4.603 BTC pada akhir Agustus dengan biaya 370 juta dolar AS dan harga rata-rata 80.318 dolar AS per bitcoin. Namun, perusahaan menghentikan akumulasi bitcoin pada pertengahan September dan memilih membeli kembali saham preferen STRC senilai 139,3 juta dolar AS.
Harga bitcoin yang diperdagangkan di sekitar 76.400 dolar AS berada di bawah harga masuk rata-rata treasury korporat sekitar 80.500 dolar AS. Kondisi ini membuat banyak posisi bitcoin korporat berada di bawah biaya perolehan, sementara premi saham terhadap nilai aset bitcoin melemah dan akses pendanaan semakin ketat.
Sebanyak 50 perusahaan treasury bitcoin terbesar tercatat kehilangan nilai pasar gabungan 83 miliar dolar AS sejak Juli 2025. Analis pun mulai menyoroti metrik bitcoin per saham terdilusi penuh sebagai ukuran kinerja yang lebih akurat karena memperhitungkan klaim utang dan saham preferen.
Ekspansi AI dan Prospek ke Depan
Selain narasi bitcoin, Strategy Inc juga mendorong ekspansi di bidang kecerdasan buatan melalui forum AI Transformation Forum di tujuh kota di Amerika Serikat bersama Google Cloud. Langkah ini menjaga relevansi bisnis perangkat lunak analitik warisan MicroStrategy dan memberikan sudut pandang AI yang kredibel bagi investor.
Dengan kombinasi aset bitcoin yang besar, likuiditas dolar yang kuat, dan lini bisnis AI, MSTR tetap menjadi salah satu saham paling volatil di Nasdaq. Pergerakan harganya akan sangat bergantung pada arah BTC USD, kebijakan suku bunga, serta kondisi likuiditas pasar kripto secara keseluruhan.
Investor perlu mencermati dua sisi risiko: potensi kenaikan dari tumpukan bitcoin yang besar dan strategi imbal hasil, serta risiko konsentrasi ekstrem pada satu aset volatil yang dapat berbalik arah kapan saja. Perkembangan berikutnya yang patut dipantau adalah kelanjutan pembelian bitcoin oleh Strategy dan respons pasar terhadap laporan keuangan kuartal berikutnya.
