Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | Laga new york city vs lafc di Citi Field, New York, berakhir imbang 1-1 dalam lanjutan MLS 2026 pada 18 Oktober waktu Korea. Son Heung-min tampil agresif dan menjadi titik awal gol LAFC, tetapi tiang gawang menggagalkan peluangnya di akhir laga sehingga tim tamu harus puas membawa satu poin dari markas New York City FC.
Hasil ini membuat LAFC tertahan di posisi keenam Wilayah Barat dengan rekor 12 kemenangan, 10 imbang, dan 9 kekalahan, atau mengumpulkan 46 poin. Mereka gagal melanjutkan momentum setelah sebelumnya mengalahkan Austin FC 3-1 di kandang.
Pelatih interim LAFC, Xavi Tamarit, menurunkan formasi 4-2-3-1. Deni Buanga ditempatkan di depan, didukung Jacob Shaffelburg, Son Heung-min, dan Leo Walta. Di lini tengah ada Igor Jesus dan Marco Delgado, sementara lini belakang dihuni Yevhen Cheberko, Enkosi Tapari, Ryan Hollingshead, Aaron Long, dengan Hugo Lloris di bawah mistar.
New York City lebih banyak menguasai bola, tetapi LAFC mengandalkan serangan balik cepat. Pada menit ke-10 babak pertama, umpan silang Shaffelburg dari kanan nyaris disambut sundulan Son, namun bola sedikit melewati kepalanya.
Enam menit kemudian, Son melepas umpan satu sentuhan ke sisi sayap. Walta meneruskan dengan crossing akurat ke kotak penalti, tetapi tembakan kaki kiri Buanga melambung tinggi.
New York City membalas melalui Agustín Ojezda yang menusuk sisi kanan pada menit ke-38. Umpan cutback-nya disambut tembakan langsung Luigi, tetapi diblok pertahanan LAFC.
Gol Walta dan Penyelamatan Lloris
LAFC memecah kebuntuan tak lama sebelum jeda. Son memulai aksi dengan penetrasi di dekat area arc, memancing pelanggaran dan mendapatkan tendangan bebas di posisi menguntungkan. Walta yang maju sebagai eksekutor melepas tembakan kaki kanan keras yang membelah jaring pada menit ke-44. Bagi gelandang berusia 23 tahun yang dipinjam LAFC sejak 31 Agustus itu, gol tersebut menjadi gol pertamanya di MLS dalam penampilan keempatnya.
Di awal babak kedua, New York City mengancam melalui bek kanan Tayvon Gray yang berduet dengan Aiden O’Neill lewat one-two di dalam kotak penalti. Tembakan kaki kanannya berbahaya, tetapi Lloris sigap menyelamatkan gawang LAFC.
Son kembali merepotkan pertahanan lawan berkat kecepatannya. Dalam serangan balik, ia berusaha melesat ke ruang kosong dan membuat Ojezda yang kalah duel kecepatan menariknya dari belakang hingga mendapat kartu kuning.
Namun, keunggulan LAFC akhirnya sirna pada menit ke-59. Andres Perea menyundul bola hasil sepak pojok Nicolás Fernández untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Matt Freese mencatat dua penyelamatan untuk New York City, sementara Lloris menorehkan tiga penyelamatan.
New York City FC kini tercatat belum menang dalam lima laga terakhir, dengan tiga kekalahan, dan berada di posisi 8-12-10. Adapun LAFC berusaha menutup laga dengan kemenangan, tetapi penyelesaian akhir mereka kurang tajam.
Persaingan Playoff Makin Ketat
Hasil imbang dalam new york city vs lafc ini terasa merugikan bagi LAFC yang sedang mengejar posisi lebih tinggi di Wilayah Barat. Sebelumnya, kemenangan atas Austin membawa mereka mengoleksi 45 poin dan bertahan di peringkat keenam, hanya terpaut dua poin dari San Jose Earthquakes di posisi keempat yang berhak atas keuntungan kandang di putaran pertama playoff.
Dengan empat pertandingan tersisa di musim reguler, tambahan tiga poin di Citi Field sebenarnya sangat berharga untuk menjaga peluang finis di papan atas. Kini, jika laju LAFC terus menurun, kepastian lolos ke babak playoff bisa menjadi lebih sulit dijamin.
Di sisi lain, Son masih memburu rekor assist terbanyak LAFC dalam satu musim reguler. Ia telah mengoleksi 7 gol dan 15 assist di liga, menyamai catatan Carlos Vela pada 2019. Satu assist tambahan akan memastikan rekor baru bagi klub. Dalam laga new york city vs lafc kali ini, catatan tersebut belum bertambah.
Kemitraan Son dan Buanga tetap menjadi andalan serangan LAFC. Son telah memberi assist untuk 9 dari 17 gol Buanga di liga musim ini, sementara Buanga menyumbang tiga assist untuk gol Son. Perubahan taktik dengan menempatkan Buanga lebih ke depan terbukti efektif saat melawan Austin, ketika keduanya terlibat dalam ketiga gol tim.
Namun, menghadapi New York City di Citi Field yang berukuran sempit, keputusan cepat di lini tengah dan koordinasi antarpemain menjadi kunci yang belum sepenuhnya berjalan mulus. Serangan balik LAFC beberapa kali berbahaya, tetapi gagal dimaksimalkan menjadi gol kedua.
Setelah ini, LAFC dijadwalkan menjamu Galaxy pada 25 Oktober. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Son dan rekan-rekan untuk kembali meraih kemenangan, mengamankan posisi playoff, sekaligus mengejar rekor assist yang masih dalam jangkauan.
