Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Sejumlah tamu undangan Muzakarah Internasional Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) ke-2 Tahun 2026 dari Malaysia dan Kamboja tiba di Bandar Udara Iskandar, Blang Bintang, Aceh Besar, pada Kamis (8/10/2026). Kedatangan mereka disusul rombongan tamu lainnya melalui penerbangan dari Jakarta. Penyambutan berlangsung di area kedatangan bandar udara iskandar dengan pengamanan yang telah disiapkan sejak sore hari.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, rombongan dari Kuala Lumpur tiba menggunakan pesawat AirAsia AK421 pada pukul 17.15 WIB. Panitia penjemput bersama aparat setempat menyambut kedatangan para tamu di bandara. Kedatangan melalui jalur udara ini menjadi bagian dari mobilisasi peserta sebelum rangkaian acara internasional digelar di Aceh.
Rombongan Malaysia dan Kamboja
Di antara tamu asal Malaysia yang tiba adalah Dato’ H. Prof. Shulshil Azam bin Shuib, Siti Natijah binti Abd Aziz, Tuan Guru Muhammad Saleh Hamzah, serta Fatimah binti Abdullah bersama 52 murid Tuan Guru. Turut dalam kedatangan tersebut Abi Razali, Dr. Fakhrurozi, dan Nik Roskiman bin Abdul Somad.
Sementara itu, tamu asal Kamboja meliputi Yob Ashkari beserta ajudan, Slaiman Him, Arifin Sos, dan Lyman Sos. Rombongan penerbangan ini juga membawa Datuk Hjh. Rozzana bersama sembilan anggota. Kehadiran para tokoh agama dan pendamping tersebut menandai keterlibatan lintas negara dalam agenda Muzakarah Internasional MPTT-I.
Kedatangan Gelombang Kedua dari Jakarta
Kedatangan berikutnya berlangsung pada pukul 18.25 WIB melalui pesawat Batik Air ID6898 rute Jakarta-Banda Aceh. Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut membawa KH. Ali Akbar Marbun, Muhammad Sulton Hakim, dan Ichsan Ichsan.
Pemantauan dan pengamanan kedatangan tamu telah dimulai sejak pukul 16.30 WIB. Hadir dalam penyambutan, Danramil 21/Blang Bintang Kapten Inf Dian Herdiawan dan Kapolsek Blang Bintang Iptu Adrul Nafis. Dari unsur panitia, tim penjemput terdiri atas H. Cut Razali, Tgk. Zulfajri, Suwardi Wali Lhj, Raxar Ramadhan, Gazali Umar, T. Naufal Fasya Ampera, Fitriani, Desi Erlita, dan Siti Nahziah.
Kedatangan melalui dua penerbangan tersebut menjadi bagian dari mobilisasi tamu untuk mengikuti Muzakarah Internasional MPTT-I ke-2 Tahun 2026 di Aceh. Rombongan yang terpantau tiba mencakup tokoh agama, tamu undangan, serta murid dan pendamping. Sebagian tamu yang datang melalui penerbangan Kuala Lumpur dijadwalkan kembali pada Senin (12/10/2026) menggunakan pesawat AirAsia rute Banda Aceh-Kuala Lumpur.
Penerbangan dan Kondisi Bandara
Bandar Udara Iskandar di Blang Bintang menjadi titik masuk utama bagi tamu internasional yang menghadiri agenda keagamaan tersebut. Pengamanan dilakukan bersama antara panitia, aparat kecamatan, dan kepolisian setempat untuk memastikan kelancaran proses penjemputan.
Di sisi lain, perhatian terhadap operasional bandar udara di berbagai daerah masih menjadi isu tersendiri. Di Pangkalan Bun, seluruh rute NAM Air pada hari yang sama mengalami pembatalan, sementara tiga penerbangan Batik Air juga dibatalkan akibat kabut asap. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan jarak pandang di sekitar bandara hingga siang hari berada di bawah 1.500 meter.
“Tiga penerbangan Batik Air dibatalkan dan Nam Air semua di-cancel untuk penerbangan hari ini. Melihat kabut asap, visibility sangat rendah hingga siang ini, di bawah 1.500 meter,” kata Asri Alie, Kamis (8/10/2026). Pembatalan itu memengaruhi konektivitas udara Pangkalan Bun dengan sejumlah kota besar, terutama Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Penumpang yang terdampak harus menyesuaikan kembali jadwal perjalanan mereka.
Gangguan penerbangan juga berimbas pada aktivitas ekonomi yang bergantung pada mobilitas melalui jalur udara. Sektor hotel, transportasi, restoran, dan pariwisata menjadi bagian dari aktivitas yang ikut bergantung pada kelancaran arus penumpang. Pangkalan Bun selama ini menjadi pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting.
Pihak UPBU Iskandar Pangkalan Bun terus memantau kondisi jarak pandang di sekitar bandara. Operasional penerbangan akan menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keberangkatan maupun kedatangan pesawat.
Konteks Kawasan
Isu penerbangan juga menjadi sorotan di kawasan Timur Tengah. Gerakan Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang bandara internasional di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dan mengganggu lalu lintas udara. Klaim tersebut disampaikan kelompok yang didukung Iran itu setelah mereka menyatakan meluncurkan rudal balistik dalam serangan yang disebut presisi.
Sebelumnya pada malam yang sama, koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi menyatakan telah menembak jatuh sebuah rudal di sebelah utara Riyadh. Menurut media pemerintah Yaman, sebuah bandara di Aden, tempat pemerintah Yaman yang diakui secara internasional bermarkas, juga diserang oleh Houthi menggunakan roket dan pesawat nirawak. Houthi mengklaim telah menyerang fasilitas militer di dekat bandara tersebut.
Arab Saudi juga melaporkan tiga orang terluka dalam serangan yang menyasar fasilitas penerbangan. Dua bandara, yakni Bandara Najran dan Bandara Jizan, dilaporkan terkena serangan pada Senin (5/10/2026). Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi mengatakan kedua bandara mengalami kerusakan dan tiga orang mengalami luka ringan. Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, kemudian mengatakan kelompok tersebut juga meluncurkan serangan ke arah bandara ketiga pada Selasa, meski belum ada konfirmasi independen mengenai klaim bahwa Bandara Internasional Abha terkena serangan.
Dinamika di kawasan tersebut menunjukkan betapa rentannya operasional bandar udara terhadap konflik dan kondisi cuaca. Bagi Indonesia, khususnya Aceh, kelancaran Bandar Udara Iskandar menjadi penopang mobilitas tamu internasional, termasuk pada agenda Muzakarah Internasional MPTT-I ke-2 Tahun 2026.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada kelancaran rangkaian acara Muzakarah Internasional MPTT-I serta kepulangan sebagian tamu pada Senin (12/10/2026). Selain itu, perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sejumlah bandara daerah tetap perlu dipantau karena berdampak langsung pada konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.










