Cakrawala News – 08 September 2026 | Telegram down melanda sejumlah negara pada Selasa (8/9/2026) pagi. Ribuan pengguna di Singapura, Indonesia, India, dan Amerika Serikat melaporkan gangguan layanan pada aplikasi perpesanan tersebut.
Berdasarkan data Downdetector, situs pemantau gangguan, laporan pengguna Telegram di Singapura mencapai hampir 4.000 laporan pada puncaknya, tepat setelah pukul 10.30 waktu setempat. Gangguan mulai terdeteksi sekitar pukul 10.20 pagi dengan lebih dari 1.500 laporan. Sekitar setengah dari laporan masalah terkait aplikasi Telegram, 40 persen terkait pengiriman pesan, dan 5 persen pengguna mengalami kesulitan masuk.
Gangguan serupa juga dilaporkan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Downdetector mencatat pada puncaknya terdapat 1.284 laporan dari Indonesia, 933 dari Filipina, 725 dari India, 544 dari Malaysia, 530 dari Vietnam, dan 253 dari Thailand. Hingga pukul 11.30, laporan dari Singapura turun menjadi sekitar 350.
Di India, laporan gangguan mulai meningkat pada pukul 8.13 pagi, mencapai 784 laporan. Sementara di Amerika Serikat, pengguna mulai melaporkan masalah sejak pukul 22.46 EDT Senin malam.
Hingga berita ini ditulis, Telegram belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan di Singapura. Belum jelas apakah masalah berasal dari infrastruktur perusahaan, gangguan jaringan, atau masalah teknis lainnya. Downdetector menekankan bahwa data mereka berdasarkan laporan pengguna, sehingga tidak mewakili jumlah pasti orang yang terdampak.
Gangguan ini terjadi di tengah agresifnya Telegram menambah fitur baru. Platform ini terus berekspansi menjadi lebih dari sekadar aplikasi perpesanan. Pada Agustus lalu, Telegram merilis pembaruan besar yang menambahkan pesan selamat datang untuk grup dan kanal, tombol interaktif dalam pesan, dokumen inline, dan alat baru seputar hadiah.
Sebelumnya, Telegram memperkenalkan fitur komunitas, editor teks yang lebih kaya, dan pesan sementara dalam grup. Perusahaan juga semakin fokus pada kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Awal tahun ini, mereka meluncurkan bot AI tamu, obrolan bot-ke-bot, alat obrolan otomatis, dan gaya AI khusus.
Perluasan ini menjadikan Telegram sebagai platform untuk menyiarkan informasi, menjalankan komunitas, dan membangun layanan seputar obrolan. Namun, selain gangguan teknis, Telegram juga menghadapi tantangan lain, seperti pembatasan oleh pemerintah di sejumlah negara.
Layanan Telegram berangsur pulih setelah gangguan tersebut. Di Singapura, laporan gangguan menurun signifikan pada pukul 11.30 pagi. Meski demikian, pengguna di beberapa wilayah masih mungkin mengalami kendala selama proses pemulihan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan ketergantungan masyarakat pada layanan perpesanan instan. Gangguan seperti ini dapat berdampak luas, terutama bagi mereka yang menggunakan Telegram untuk komunikasi bisnis, komunitas, atau penyebaran informasi. Belum ada pernyataan resmi dari Telegram mengenai langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.


