Cakrawala News – 08 September 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan gagasan kontroversial dengan mengusulkan pengubahan nama negara bagian New Mexico menjadi New America. Usulan ini disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu, 6 September 2026, dan langsung menuai reaksi keras dari Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham serta Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Dalam unggahannya, Trump menulis, “Banyak orang menyarankan untuk mengubah nama New Mexico… menjadi NEW AMERICA. Jauh lebih bergengsi dan indah bagi penduduk negara bagian yang berpotensi luar biasa itu. Wow, saya menyukainya!!!” Tak lama setelah itu, Gedung Putih turut mengunggah ulang gambar yang memperlihatkan kata “Mexico” pada nama negara bagian tersebut dicoret dan diganti dengan kata “America”.
Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham, dengan tegas menolak gagasan tersebut. Dalam pernyataannya kepada Fox News, Grisham menegaskan bahwa nama New Mexico “tidak untuk diperdebatkan”. Ia menambahkan, “Nama itu sudah menjadi milik kami sejak sebelum Amerika Serikat berdiri.”
Usulan Trump untuk mengganti nama New Mexico menjadi New America muncul di tengah serangkaian aksi serupa yang dilakukan presiden AS tersebut. Sebelumnya, Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama Danau Ontario yang terletak di perbatasan AS dan Kanada menjadi “Danau Amerika”. Langkah itu dilakukan di tengah ketegangan perdagangan antara Washington dan Ottawa.
Selain itu, Trump juga mendorong perubahan nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika”, yang menuai penolakan keras dari pemerintah Meksiko. Beberapa hari setelah mengusulkan perubahan nama New Mexico, Trump kembali membuat kehebohan dengan mengunggah peta yang menggambarkan wilayah Meksiko, Kanada, dan AS dalam warna serta motif bendera Amerika Serikat. Peta tersebut juga mencakup Greenland, Islandia, dan sejumlah pulau di Karibia seperti Kuba dan Jamaika.
Unggahan peta tersebut menuai sorotan internasional dan dianggap sebagai wujud ambisi Trump dalam mengambil alih wilayah di luar perbatasan AS. Namun, Trump tidak menyertakan pernyataan atau penjelasan apa pun mengenai maksud gambar tersebut.
Menanggapi unggahan peta tersebut, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya “bukan dan tidak akan menjadi koloni atau protektorat negara asing”. Dalam pernyataannya melalui media sosial X, Sheinbaum menyatakan, “Pada bulan tanah air kami, kami menegaskan kembali bahwa Meksiko bukan dan tidak akan menjadi koloni atau protektorat negara asing. Kami dengan bangga merupakan negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat.”
Pernyataan Sheinbaum muncul ketika hubungan Meksiko dan AS kembali diwarnai ketegangan terkait keamanan, perdagangan, serta isu migrasi. Pemerintah Meksiko selama ini menempatkan kedaulatan nasional sebagai prinsip penting dalam menghadapi kebijakan dan pernyataan pemerintahan Trump. Sheinbaum berulang kali menegaskan bahwa kerja sama dengan Washington tetap diperlukan, tetapi harus dibangun berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.
Kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang sangat erat. Meksiko dan AS berbagi perbatasan sepanjang sekitar 3.145 kilometer dan terhubung melalui United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA), yang menjadi kerangka penting bagi perdagangan ketiga negara Amerika Utara tersebut.
Meskipun Trump gencar mempromosikan gagasan perubahan nama New Mexico, ia tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengubah nama sebuah negara bagian secara sepihak. Dalam kasus New Mexico, nama negara bagian tersebut tercantum dalam konstitusi negara bagian sehingga perubahan harus melalui proses di tingkat negara bagian. Sejumlah media Amerika Serikat menyebut ide perubahan nama New Mexico tersebut pada awalnya beredar sebagai informasi palsu atau hoaks di internet sebelum kemudian diangkat Trump.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah federal AS mengenai langkah selanjutnya terkait usulan tersebut. Gubernur New Mexico dan sejumlah pihak lainnya di negara bagian itu dipastikan akan terus menolak setiap upaya untuk mengubah nama yang telah melekat sejak lama.


