Sosial  

Wanita Penghirup Kamper Kembali Naik KRL Meski Masuk Daftar Blacklist, Diturunkan Petugas di Stasiun Cawang

Wanita Penghirup Kamper Kembali Naik KRL Meski Masuk Daftar Blacklist, Diturunkan Petugas di Stasiun Cawang
Wanita Penghirup Kamper Kembali Naik KRL Meski Masuk Daftar Blacklist, Diturunkan Petugas di Stasiun Cawang

Cakrawala News – 17 September 2026 | Seorang penumpang wanita yang sebelumnya viral karena menghirup kamper dan membuat keributan di dalam KRL kembali terlihat menaiki Commuter Line meski namanya telah masuk daftar blacklist KAI Commuter. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 21.25 WIB, ketika wanita tersebut berada di Commuter Line nomor 1529 dengan relasi Nambo-Jakarta Kota.

KAI Commuter membenarkan kejadian tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan penanganan cepat berawal dari integrasi sistem pemantauan CCTV Analytics serta laporan dari pengguna yang merasa terganggu oleh aksi penumpang yang mengisap kamper di dalam kereta.

“Penanganan cepat ini berawal dari integrasi sistem pemantauan CCTV Analytics serta laporan dari pengguna yang sebelumnya membuat kegaduhan dan merasa terganggu oleh aksi salah satu penumpang yang mengisap kamper di dalam kereta,” kata Karina dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Karina, petugas Pengamanan Kereta (PAM Walka) yang sedang melakukan patroli langsung menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut. Wanita itu kemudian diturunkan dari kereta di Stasiun Cawang.

Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah petugas keamanan terlihat mengevakuasi dan menurunkannya dari KRL. Wanita tersebut sempat menolak ketika hendak dibawa keluar dari kereta. Petugas kemudian memberikan penjelasan mengenai aturan dan tata tertib selama menggunakan layanan Commuter Line.

Respons KAI Commuter dan Kronologi Kejadian

Karina menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan petugas merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa Commuter Line. Ia juga menyebut petugas memberikan edukasi secara persuasif kepada penumpang tersebut.

“Petugas memberikan penjelasan dan edukasi secara persuasif mengenai regulasi serta tata tertib selama dalam perjalanan Commuter Line,” ujar Karina.

Peristiwa ini menjadi kali kedua wanita tersebut menjadi sorotan publik. Sebelumnya, ia sempat di-blacklist setelah membuat kehebohan di KRL rute Manggarai-Bogor pada Kamis (10/9) sore, atau sehari sebelum ia kembali menaiki KRL.

Sejumlah pengguna KRL mengapresiasi kesigapan petugas dalam merespons laporan mengenai hal yang mengganggu kenyamanan sesama penumpang. Respons cepat tersebut dinilai membantu menjaga ketertiban di dalam kereta, terutama pada jam-jam sibuk perjalanan malam.

KAI Commuter juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk senantiasa mematuhi aturan yang berlaku dan saling menghormati kenyamanan pengguna lainnya. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden yang melibatkan penumpang penghirup kamper tersebut.

“Selain itu KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh pengguna untuk berperan aktif menjaga ketertiban selama perjalanan dan mengajak seluruh pengguna untuk tidak ragu melaporkan langsung kepada petugas terdekat atau memanfaatkannya melalui saluran aduan resmi yang tersedia,” ujar Karina.

Pentingnya Ketertiban di Transportasi Publik

Insiden ini menyoroti kembali persoalan ketertiban di ruang publik, khususnya transportasi massal seperti KRL Commuter Line. Keberadaan penumpang yang berperilaku mengganggu, termasuk menghirup kamper di dalam kereta, tidak hanya melanggar aturan tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna lain.

Meski telah masuk daftar blacklist, fakta bahwa wanita tersebut masih bisa kembali menaiki KRL menunjukkan perlunya penguatan sistem pengawasan dan pencegahan. Integrasi CCTV Analytics dan peran aktif penumpang dalam melaporkan gangguan menjadi salah satu mekanisme yang diandalkan KAI Commuter untuk merespons kejadian semacam itu dengan cepat.

Dari sisi pengguna, kesadaran untuk mematuhi tata tertib dan menghormati penumpang lain menjadi kunci terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman. Laporan dari penumpang yang merasa terganggu terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan insiden ini.

Ke depan, publik masih menantikan langkah lanjutan dari KAI Commuter terkait status blacklist penumpang tersebut, termasuk upaya agar kejadian serupa tidak terulang. Pengawasan yang lebih ketat di pintu masuk stasiun dan pemanfaatan teknologi pemantauan menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga ketertiban bersama.

Insiden penghirup kamper ini menjadi pengingat bahwa aturan di transportasi publik dibuat untuk melindungi semua pihak. Partisipasi penumpang dalam melaporkan gangguan, sebagaimana yang terjadi dalam kasus ini, menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan Commuter Line.

Exit mobile version