Woltemade Cetak Gol dan Assist, Jadi Top Scorer Liga Europa Bersama Juventus

Woltemade Cetak Gol dan Assist, Jadi Top Scorer Liga Europa Bersama Juventus
Woltemade Cetak Gol dan Assist, Jadi Top Scorer Liga Europa Bersama Juventus

Cakrawala News – 23 Oktober 2026 | Penyerang Timnas Jerman Nick Woltemade kembali menunjukkan ketajamannya di pentas Eropa. Dalam laga matchday ketiga Liga Europa melawan Stade Rennes di Stadion Allianz, Turin, Kamis (23/10/2026) dini hari WIB, pemain berusia 24 tahun itu menyumbang satu assist dan satu gol dalam hasil imbang 2-2. Berkat torehan tersebut, Nick Woltemade kini memimpin daftar top scorer sementara kompetisi.

Woltemade membuka keunggulan Juventus pada menit keenam lewat umpan matang yang diselesaikan Mehmet Zeki Celik. Keunggulan itu sempat berbalik menjadi 1-2 setelah Musa Al-Taamari (15′) dan Boulaye Dia lewat penalti (43′) mencetak gol untuk Rennes. Namun pada menit ke-67, Woltemade mengeksekusi penalti tangan dengan tenang untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Dengan tambahan satu gol dan satu assist, mantan striker VfB Stuttgart itu mengoleksi empat kontribusi gol (gol plus assist) dari tiga pertandingan Liga Europa. Tidak ada pemain lain yang mengumpulkan poin skor lebih banyak di kompetisi ini. Woltemade berbagi posisi puncak dengan Kristoffer Zachariassen dan Bamidele Yusuf (keduanya Ferencvaros) serta Junior Olaitan (Besiktas).

Rekor Setara Baggio dan Kovacevic

Gol ke gawang Rennes membuat Woltemade selalu mencetak gol dalam tiga penampilan pertamanya di kompetisi Eropa bersama Juventus. Menurut catatan yang dikutip media Jerman, pencapaian itu sebelumnya hanya pernah dilakukan dua legenda klub, yakni Roberto Baggio pada 1990 dan Darko Kovacevic pada 1999.

Penampilan apik Woltemade mendapat pujian dari media Italia. Gazzetta dello Sport menulis bahwa Woltemade tampil cemerlang. Sang pemain sendiri menilai performanya positif, meski menyayangkan peluang yang belum menjadi gol tambahan.

“Saya bermain dengan baik. Saya seharusnya bisa mencetak gol ketiga, tetapi saya rasa kami tampil dengan pendekatan dan semangat yang tepat. Semoga terus seperti ini,” kata Woltemade kepada Sky.

Meski begitu, pelatih Luciano Spalletti menilai masih ada ruang untuk peningkatan. Ia menegaskan bahwa Woltemade dan rekannya di lini depan, Randal Kolo Muani, memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada yang ditunjukkan pada laga tersebut.

Kontras dengan Performa di Serie A

Di Liga Europa, Woltemade selalu dipercaya tampil sejak menit pertama. Ia bahkan ditempatkan sebagai penyerang kedua dalam formasi 3-5-2 racikan Spalletti, bermain sedikit di belakang Kolo Muani. Catatan menunjukkan ia melepaskan tujuh tembakan dan memenangi empat duel udara dalam laga melawan Rennes.

Situasi berbeda terjadi di Serie A. Woltemade belum mencetak gol maupun assist dalam lima pertandingan liga dan lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Spalletti memilih Kolo Muani sebagai ujung tombak utama dalam sistem satu penyerang.

Kondisi Juventus di liga juga belum ideal. Klub berjuluk Si Nyonya Tua itu tertahan di peringkat kedelapan, tertinggal delapan poin dari pemimpin klasemen Inter Milan dan Lazio. Adapun di Liga Europa, Juventus mengoleksi tujuh poin dari tiga laga dan menempati posisi ketujuh, masih dalam jalur kualifikasi otomatis.

Woltemade sendiri bergabung dengan Juventus sebagai pemain pinjaman dari Newcastle United, klub yang menjadikannya sebagai rekrutan termahal sepanjang sejarah mereka. Di Inggris, ia sebelumnya sempat kesulitan mendapat kepercayaan, termasuk ketika harus berbagi peran dengan Anthony Gordon di Liga Champions musim lalu. Kini di Turin, ia mendapat kepercayaan lebih besar di kompetisi Eropa.

Peluang Menambah Rekor

Peluang Woltemade untuk memperpanjang rekor mencetak gol di Eropa akan datang pada awal November, saat Juventus kembali berlaga di Liga Europa. Ia juga berambisi menunjukkan performa serupa di Serie A agar mendapat menit bermain lebih banyak dari Spalletti.

Jika melihat jejak Baggio dan Kovacevic, ruang bagi Woltemade untuk menorehkan rekor lebih panjang masih terbuka. Baggio tercatat mencetak gol dalam lima laga beruntun di kompetisi Eropa kala itu dengan total delapan gol, sementara Kovacevic mencetak sepuluh gol dalam tujuh pertandingan internasional pertamanya untuk Juventus. Dengan empat kontribusi gol dalam tiga laga, Woltemade menunjukkan potensi untuk mengikuti jejak para legenda tersebut.

Namun tantangan terdekat tetap konsistensi. Selama Woltemade mampu mempertahankan ketajamannya di Eropa sekaligus menembus starting XI di Serie A, posisinya sebagai andalan Juventus maupun Timnas Jerman akan semakin kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *