Jawa  

Terkunci di Kamar, Dua Bocah di Surabaya Tewas Terjebak Kebakaran

Cakrawala News – 14 September 2026 | Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Simorejo XVI Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur. Terkunci di kamar, 2 bocah di Surabaya tewas terjebak kebakaran yang melanda rumah mereka pada Minggu (13/9) sore. Dua korban yang masih kakak beradik itu adalah Kaffa Bihi Abdillah (7) dan adiknya, Khotibul Umam (5), anak dari pemilik rumah, Moch Kayis Khabibullah.

Kedua korban ditemukan warga dan petugas sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar setelah api berhasil dipadamkan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, membenarkan bahwa kedua korban meninggal dalam kejadian tersebut.

Diduga Berawal dari Korsleting Listrik

Berdasarkan pemeriksaan awal petugas di lokasi, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada peralatan elektronik di dalam kamar. Api disebut membakar bagian exhaust dan kipas kamar sebelum kemudian merambat ke kasur yang mudah terbakar.

“Korsleting listrik, exhaust dan kipas kamar yang terbakar lalu merambat ke kasur,” ujar Laksita Rini, seperti dikutip dari keterangan resmi DPKP Surabaya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan di lokasi, titik api bermula dari dalam kamar korban. Dugaan sementara mengarah pada hubungan pendek arus listrik pada peralatan elektronik di ruangan tersebut.

Pintu Kamar Terkunci Rantai dari Luar

Situasi menjadi semakin tragis karena berdasarkan keterangan warga, pintu kamar saat kejadian dalam kondisi terkunci menggunakan rantai yang dikaitkan pada sisi pintu dan tembok. Kondisi itu membuat kedua anak tidak bisa keluar saat api dan asap mulai memenuhi ruangan.

Warga yang pertama kali melihat kepulan asap dari dalam rumah langsung berupaya masuk untuk memberikan pertolongan. Rumah sebenarnya dalam keadaan dapat diakses, namun saat menuju area kamar yang menjadi sumber asap, warga mendapati pintu kamar terkunci dari luar.

Menurut Laksita Rini, kedua anak diduga sempat terbangun dan berusaha melarikan diri keluar kamar saat api mulai membesar. Namun karena pintu terkunci rapat, usaha mereka gagal dan keduanya terjebak dalam kobaran asap serta api.

“Diduga korban meninggal dunia bukan karena luka bakar hebat, melainkan akibat menghirup asap pekat hingga kehabisan oksigen di dalam kamar yang sudah dipenuhi asap hitam,” tuturnya.

Kedua Orang Tua Sedang Tidak di Rumah

Laksita Rini menyebut saat insiden kebakaran terjadi, kedua orang tua korban sedang tidak berada di dalam rumah. Informasi di lapangan menyebutkan kedua korban sedang tertidur di dalam kamar ketika kebakaran berlangsung.

“Orang tuanya ada di lokasi habis itu, mungkin dikabari tetangganya,” kata Rini, Senin (14/9/2026).

Insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Laporan kebakaran pertama kali diterima petugas DPKP Surabaya pada pukul 15.38 WIB. Satu menit kemudian, petugas dari pos terdekat bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.44 WIB.

Saat petugas datang, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang bergotong royong menyiramkan air setelah melihat kepulan asap. Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan untuk mendinginkan bagian bangunan yang masih terasa panas.

“Waktu petugas kami tiba di lokasi, api sudah padam disiram warga. Jadi petugas kami melanjutkan untuk pembasahan guna memastikan tidak ada sisa titik api,” ujar Rini.

Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan dan memastikan lokasi telah kondusif pada pukul 17.28 WIB.

Empat Unit Tempur dan Lima Unit Rescue Dikerahkan

Dalam penanganan kejadian tersebut, DPKP Surabaya mengerahkan empat unit tempur dan lima unit penyelamatan. Rinciannya, tiga unit tempur dari Pos TVRI, satu unit tempur Rayon 1 Pasar Turi, empat unit Tim Rescue, serta satu unit Walang Kadung Rescue.

“Unit yang diberangkatkan 4 unit tempur dan 5 unit rescue, 3 unit tempur Pos TVRI, 1 unit tempur rayon 1 Pasar Turi, 4 unit Tim Rescue, 1 unit Walang Kadung Rescue,” kata Rokhim saat dikonfirmasi.

Rokhim menyampaikan, saat petugas tiba di lokasi, api telah padam. Meski demikian, petugas tetap melakukan pembasahan di lokasi kebakaran karena tembok bangunan masih terasa panas.

Peristiwa terkunci di kamar, 2 bocah di Surabaya tewas terjebak kebakaran ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan anak di dalam rumah. Warga dan petugas menemukan kedua jenazah korban di dalam kamar yang sama setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai.

Pelajaran Keselamatan yang Perlu Diperhatikan

Kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik di rumah, terutama pada peralatan elektronik seperti exhaust dan kipas yang bekerja terus-menerus di dalam kamar. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dan peralatan elektronik menjadi langkah pencegahan yang tidak bisa diabaikan.

Selain itu, kondisi pintu kamar yang terkunci dari luar turut menjadi faktor yang memperburuk situasi. Akses keluar yang terhalang membuat korban tidak memiliki jalan menyelamatkan diri saat api dan asap menyebar cepat.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam pemeriksaan petugas, meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. DPKP Surabaya telah memastikan lokasi kondusif dan proses penanganan telah selesai. Perkembangan lanjutan terkait hasil pemeriksaan penyebab kebakaran masih dinantikan, terutama untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *