Jakarta Bersolek Sambut FIFA ASEAN Cup 2026, Target Sukses Tuan Rumah dan Indonesia Juara

Jakarta Bersolek Sambut FIFA ASEAN Cup 2026, Target Sukses Tuan Rumah dan Indonesia Juara
Jakarta Bersolek Sambut FIFA ASEAN Cup 2026, Target Sukses Tuan Rumah dan Indonesia Juara

Cakrawala News – 16 September 2026 | Jakarta bersolek sambut FIFA ASEAN Cup 2026, target sukses tuan rumah dan Indonesia juara menjadi sorotan utama menjelang bergulirnya turnamen sepak bola perdana yang disupervisi langsung FIFA untuk kawasan Asia Tenggara tersebut. Ajang ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026, dengan Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah divisi utama alias Premier Division. Berbagai persiapan pun dilakukan, mulai dari penataan stadion, penyambutan kontingen, hingga pameran trofi yang menarik perhatian publik.

Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai tuan rumah edisi pertama merupakan kepercayaan besar. Menurut dia, FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kemampuan Indonesia menggelar event kelas dunia sekaligus mempromosikan budaya Nusantara.

Dampak Besar bagi Indonesia

Erick Thohir mengungkapkan bahwa potensi jumlah penonton FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menembus lebih dari 1 miliar orang. Perkiraan itu dihitung berdasarkan populasi negara-negara peserta yang memiliki basis penggemar sepak bola besar. Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam konferensi pers pengumuman official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

“Jadi secara pertandingan ini populasinya sangat besar. Dan ini yang menjadi menarik, yang nanti juga disiarkan di televisi-televisi masing-masing negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan tentu di Indonesia yang disiarkan secara resmi oleh Emtek Media,” kata Erick.

Potensi audiens itu berasal dari negara-negara ASEAN serta tim tamu yang turut ambil bagian, yakni Bangladesh dan Pakistan pada Divisi 1, sementara Hong Kong menjadi salah satu peserta di Divisi 2. Dengan jangkauan seluas itu, Erick menilai turnamen ini berpeluang memberikan dampak ekonomi, promosi budaya, dan peningkatan daya saing sepak bola nasional.

Ia juga menjelaskan bahwa FIFA saat ini terus mendorong lahirnya kompetisi antarfederasi yang memberi manfaat olahraga sekaligus finansial bagi negara anggotanya. Menurut Erick, kekuatan finansial federasi menjadi salah satu faktor penting untuk membangun tim nasional yang kompetitif.

“Jangan sampai federasi dan timnas ini menjadi tertutup potensinya dengan persaingan dan ekonomi sepak bola secara menyeluruh, di mana di banyak negara sekarang ini lahir tim-tim super dan banyak juga liga yang sangat besar, yang akhirnya perkembangan tim nasional di banyak negara menjadi dinomorduakan,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, FIFA sebelumnya telah menggulirkan sejumlah turnamen lintas kawasan, salah satunya FIFA Arab Cup yang mulai digelar pada 2021.

Jakarta Bersolek, GBK Disiapkan Khusus

Persiapan tuan rumah terlihat nyata dari penataan venue. Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) tidak lagi dapat dipakai selepas laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung. Stadion ini akan disterilkan untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026. Dampaknya, Persija Jakarta terpaksa mencari kandang baru untuk melakoni laga lanjutan BRI Super League 2026/2027, termasuk saat melawan Java United. Macan Kemayoran harus mengungsi karena GBK disiapkan untuk menggelar turnamen internasional tersebut.

Selain penataan stadion, gaung turnamen juga terasa melalui parade Giant Ball dan pembukaan kain penutup trofi FIFA ASEAN Cup 2026 yang dipamerkan di kawasan Bundaran HI pada Minggu 13 September 2026. Pameran trofi ikonik di kawasan Car Free Day Jakarta itu menyedot perhatian publik dan menjadi bukti besarnya antusiasme masyarakat menyambut pesta sepak bola kelas dunia di rumah sendiri.

Harapan Erick Thohir untuk Suporter

Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir berharap suporter negara peserta FIFA ASEAN Cup 2026 yang datang ke Indonesia disambut dengan baik oleh suporter Tanah Air. Ia meyakini penggemar sepak bola Indonesia merupakan suporter yang dewasa.

“Saya yakin suporter Indonesia merupakan suporter yang dewasa. Jadi kita harapkan juga nanti suporter tamu, seperti Malaysia itu diterima dengan baik. Ada juga Thailand, Vietnam diterima dengan baik,” kata Erick Thohir.

Harapan itu sejalan dengan target Indonesia menjadi tuan rumah yang baik di ajang tersebut. “Targetnya jadi tuan rumah yang baik. Semua peserta senang, happy aman juga,” ucap dia. Menurutnya, ini merupakan kesempatan bagus bagi Indonesia setelah sebelumnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

Di sisi lain, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah juga dinilai sebagai ujian kedewasaan tribun sepak bola. Turnamen ini bukan sekadar panggung kompetisi biasa karena menjadi ajang resmi pertama yang disupervisi langsung oleh induk organisasi sepak bola dunia di Asia Tenggara. Sorotan publik tidak hanya tertuju pada permainan para pemain, tetapi juga perilaku penonton di stadion.

Imbauan PSSI dan pemerintah agar masyarakat menyambut tim serta fans tamu dengan hangat dipandang bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan penanda bahwa standar keamanan dan keramahan Indonesia sedang diuji pada tingkat tertinggi. Tuan rumah yang hebat dinilai bukan hanya negara yang berhasil mengangkat trofi, melainkan juga yang mampu menghadirkan atmosfer sepak bola yang aman, inklusif, dan beradab.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Dengan jadwal yang semakin dekat, perhatian publik kini tertuju pada kesiapan panitia, keselamatan kontingen, serta kelancaran kompetisi di Jakarta dan Bandung. Keberhasilan menjadi tuan rumah dinilai akan menjadi modal penting bagi citra Indonesia di mata dunia sekaligus pijakan untuk event-event internasional berikutnya.

Bagi tim nasional, target Indonesia juara tentu menjadi dambaan seluruh pendukung. Namun, jalan menuju gelar tidak akan mudah karena sejumlah rival disebut tengah memperkuat skuad, seperti Malaysia yang menaturalisasi beberapa pemain dan Vietnam yang menambah nama baru. Karena itu, Jakarta bersolek sambut FIFA ASEAN Cup 2026, target sukses tuan rumah dan Indonesia juara harus diwujudkan melalui kerja keras di lapangan, dukungan suporter yang dewasa, serta penyelenggaraan yang profesional dari awal hingga akhir turnamen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *