Cakrawala News – 17 September 2026 | Runtuhnya penjualan Innova diesel, imbas kenaikan BBM mulai terasa di pasar otomotif nasional sepanjang 2026. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel nonsubsidi yang sempat menyentuh Rp30.000 per liter pada Mei 2026 membuat daya serap pasar kendaraan diesel populer seperti Kijang Innova Reborn, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Pajero Sport merosot tajam. Tekanan harga solar sebenarnya mulai terasa sejak April, memuncak pada Mei, lalu melandai ke kisaran Rp25.000-an per liter pada Agustus 2026.
Dampaknya paling kentara terlihat pada segmen SUV bongsor. Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport yang biasanya mampu terjual lebih dari 1.000 unit per bulan, kini hanya mencatatkan angka ratusan unit per bulan pada periode harga BBM tinggi.
Fortuner dan Pajero Sport Kehilangan Tenaga
Data penjualan Fortuner menunjukkan perjalanan yang berfluktuasi sebelum akhirnya tertekan. Pada Januari, Fortuner tercatat terjual 1.062 unit, naik menjadi 1.103 unit pada Februari, lalu turun ke 655 unit pada Maret, dan kembali melonjak ke 1.386 unit pada April. Memasuki periode harga BBM tinggi, penjualannya menyusut menjadi 1.224 unit pada Mei, 602 unit pada Juni, 504 unit pada Juli, dan berlanjut 534 unit pada Agustus.
Tren serupa dialami Pajero Sport. Model ini mencatatkan 831 unit pada Januari, 1.262 unit pada Februari, 621 unit pada Maret, dan 655 unit pada April. Setelah harga solar melonjak, penjualannya merosot ke 499 unit pada Mei, 364 unit pada Juni, 254 unit pada Juli, hingga tersisa 317 unit pada Agustus.
Innova Reborn Diesel Cetak Rekor Terendah
Tren negatif juga membayangi Kijang Innova Reborn versi diesel. Memulai awal tahun dengan distribusi 2.728 unit pada Januari dan 3.514 unit pada Februari, penjualannya sempat mengendur di angka 1.472 unit pada Maret. Angka tersebut kembali melonjak menjadi 3.010 unit pada April dan mencapai puncaknya di 3.819 unit pada Mei.
Namun setelah itu, penjualan Innova Reborn diesel terus menurun. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terbaru, wholesales atau penyaluran dari pabrik ke diler untuk Innova Reborn diesel hanya tercatat 925 unit pada Agustus. Ini menjadi pertama kalinya angka penjualan bulanan Innova Reborn diesel berada di bawah seribu unit dan sekaligus menjadi yang terendah sepanjang 2026 berjalan.
Distribusi Innova Reborn diesel pada Agustus tersebut terkoreksi sebesar 19,42 persen dibanding capaian Juli yang masih mencatatkan 1.148 unit. Situasi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika Innova Reborn diesel masih mampu bersaing ketat dengan Innova Zenix, bahkan sesekali mengungguli saudaranya yang lebih muda pada bulan tertentu.
Kini posisinya berbalik. Innova Zenix mampu membukukan pasokan sebanyak 2.579 unit pada Agustus lalu, kendati hasil itu juga melandai 14,82 persen dibanding Juli 2026. Meski demikian, secara keseluruhan Kijang Innova termasuk Zenix masih mampu bertahan di peringkat ketiga daftar kendaraan terlaris nasional pada Agustus 2026.
Respons Auto2000
Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, tidak menampik bahwa fluktuasi harga BBM, utamanya solar nonsubsidi, memengaruhi dinamika dan preferensi konsumen di segmen kendaraan diesel. Menurut Anton, pihaknya melihat adanya fluktuasi harga BBM khususnya untuk mobil diesel.
Kendati begitu, Anton menyatakan penjualan Toyota Kijang Innova Reborn di seluruh jaringan diler Auto2000 secara nasional justru mengalami kenaikan cukup tajam pada Agustus jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ia menyebut, berdasarkan data penjualan Auto2000, Innova Diesel mengalami kenaikan hampir di semua area Auto2000 dengan angka nasional Agustus sekitar 140 persen dibanding Juli.
Anton turut mengamini adanya perubahan perilaku calon konsumen yang menimbang kendaraan diesel yang ditawarkan Toyota terkait situasi akhir-akhir ini. Namun disebutnya hal tersebut bukan sebagai faktor mutlak.
Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa data wholesales dari pabrik ke diler tidak selalu sejalan dengan data penjualan di tingkat jaringan diler. Keduanya perlu dibaca bersama untuk memahami gambaran utuh kondisi pasar kendaraan diesel di tengah tekanan harga BBM.
Tekanan Harga Solar dan Prospek ke Depan
Runtuhnya penjualan Innova diesel, imbas kenaikan BBM mulai terasa sebagai sinyal bahwa sensitivitas konsumen terhadap biaya operasional kendaraan semakin tinggi. Segmen kendaraan diesel yang selama ini dikenal memiliki torsi besar dan efisiensi bahan bakar kini menghadapi ujian ketika harga solar nonsubsidi melambung.
Bagi konsumen, perhitungan biaya kepemilikan kendaraan diesel berubah signifikan saat harga solar mendekati Rp30.000 per liter. Hal ini memicu pertimbangan ulang, baik terhadap kendaraan berbahan bakar bensin maupun opsi elektrifikasi yang menawarkan biaya operasional berbeda.
Meski harga solar sempat melandai ke kisaran Rp25.000-an per liter pada Agustus, pemulihan penjualan kendaraan diesel belum sepenuhnya terjadi. Angka penjualan Fortuner, Pajero Sport, dan Innova Reborn diesel pada Agustus masih jauh di bawah rata-rata awal tahun.
Ke depan, arah harga BBM nonsubsidi serta respons produsen dalam menyesuaikan strategi penjualan akan menjadi faktor penentu. Pelaku industri otomotif perlu mencermati apakah tren penurunan ini bersifat sementara atau menandai pergeseran preferensi konsumen yang lebih permanen terhadap kendaraan diesel di Indonesia.












