Cakrawala News – 20 September 2026 | Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Drummer band Garasi, Aries Budiman, meninggal dunia pada Jumat, 18 September 2026. Kabar kepergian musisi yang juga dikenal sebagai aktor film Garasi itu disampaikan keluarga melalui akun Instagram pribadinya, dan langsung mendapat perhatian dari sejumlah rekan sesama musisi, personel Garasi, komunitas musik, hingga pihak yang terlibat dalam perjalanan film tersebut.
Informasi mengenai usia Aries saat meninggal dunia berbeda di antara pemberitaan. Sejumlah media menyebut ia tutup usia dalam rentang 42 hingga 44 tahun. Aries lahir di Sukabumi, Jawa Barat, pada 31 Maret 1982. Jenazahnya dimakamkan pada Sabtu, 19 September 2026, di TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 07.00 WIB.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Aries mengalami penurunan menjelang hari terakhirnya. Namun, tidak dijelaskan secara rinci penyebab maupun kronologi medis di balik kepergiannya.
Karier Musik Sejak Era 2000-an
Sebelum namanya melambung bersama Garasi, Aries lebih dulu menekuni dunia musik. Pada awal 2000-an, ia tercatat meraih gelar Best Drummer dari sejumlah festival dan kompetisi musik, mulai dari tingkat Sukabumi hingga nasional. Pada 2001, ia meraih penghargaan sebagai The Best Drummer pada kompetisi di tingkat kabupaten Sukabumi.
Raihan itu menjadi tonggak kariernya. Berkat gelar tersebut, Aries digandeng band Omelette untuk menjadi additional drummer mereka.
Titik balik kariernya terjadi pada 2005 ketika Miles Films menggandengnya untuk membintangi film Garasi. Ia berbagi peran utama bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna, berperan sebagai tiga remaja yang hidup dari bermain musik hingga membentuk band bernama Garasi. Film itu disutradarai Agung Sentausa dengan produser Mira Lesmana.
Garasi kemudian tidak hanya menjadi band fiksi dalam sebuah film. Aries bersama Fedi dan Aiu debut dengan merilis album perdana pada 2006, berisi sembilan lagu yang kesemuanya menjadi OST film Garasi. Sepanjang karier band tersebut, Garasi merilis tiga album, yakni Garasi (2006), Garasi (2008), dan Kembali (2011), serta dikenal sebagai band rock ikonik pada masanya. Aries juga berhasil menjadi penulis lagu dan terlibat dalam penggarapan ketiga album itu.
Nominasi FFI dan Kesetiaan di Garasi
Film Garasi benar-benar melambungkan nama Aries Budiman. Bukan hanya akhirnya bisa debut dengan band miliknya sendiri, ia juga masuk nominasi Festival Film Indonesia kategori Pemeran Utama Pria Terbaik pada 2006.
Sepanjang perjalanan band, Garasi mengalami sejumlah perubahan formasi. Pada 2011, ketika Aiu Ratna lebih dulu meninggalkan band, Aries dan Fedi Nuril tetap melanjutkan perjalanan Garasi. Aries menunjukkan kesetiaannya terhadap band tersebut selama lebih dari 20 tahun, meski band sempat meredup.
Kepergian Aries menjadi kehilangan besar bagi Garasi mengingat posisinya sebagai salah satu personel awal dari grup tersebut. Bagi Garasi, sosok Aries merupakan bagian dari sejarah awal terbentuknya grup dan perjalanan mereka yang dikenal publik melalui film Garasi pada 2006.
Ucapan Duka dari Rekan Sesama Musisi
Ucapan duka mengalir dari rekan-rekan Aries di dunia musik. Vokalis Garasi, Aiu Ratna, menyampaikan doa untuk almarhum melalui unggahan di Instagram Story. Ia mengunggah foto saat Aries beraksi menabuh drumnya.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Rest in peace @aries_garasi,” tulis Aiu Ratna, lengkap dengan mawar merah yang layu.
Gitaris Garasi, Fedi Nuril, turut membagikan kabar duka atas kepergian Aries melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengaku belum tahu harus menulis apa usai mendengar kabar tersebut.
“Innalillahi wainna ilaihi raji’un @aries_garasi. Belum tahu mau nulis apa,” kata Fedi Nuril.
Wembri Arlistha, bassis Garasi, memuji sosok mendiang Aries. “Sahabat, rhytm partner terbaik. Terimakasih untuk semua cerita. See u there Ries,” ucapnya.
Jejak Karya dan Dampaknya
Sepanjang kariernya, Aries meninggalkan jejak sebagai musisi sekaligus aktor. Selain terlibat dalam tiga album Garasi, ia dikenal sebagai drummer yang mengawali perjalanan dari kompetisi musik daerah sebelum akhirnya masuk ke industri hiburan nasional melalui film dan band yang lahir dari layar lebar.
Kepergian Aries menambah daftar musisi Indonesia yang meninggalkan kenangan melalui karya dan perjalanan panjangnya di dunia musik. Informasi mengenai pemakaman dibagikan melalui akun Instagram pribadi almarhum, dan prosesi pemakaman berlangsung pada Sabtu pagi, 19 September 2026.
Bagi publik yang mengikuti perjalanan Garasi sejak era 2000-an, sosok Aries akan dikenang sebagai bagian penting dari sejarah band yang lahir dari sebuah film. Perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Garasi melanjutkan perjalanan musiknya sepeninggal salah satu personel awalnya, serta penghormatan seperti apa yang diberikan industri musik Tanah Air untuk mengenang karyanya.












