Cakrawala News – 20 September 2026 | Kecelakaan maut truk tabrak hajatan pernikahan di Lumajang: 2 orang tewas, 9 luka terjadi pada Kamis (17/9) sekitar pukul 15.00 WIB di Dusun Sidomakmur, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebuah truk Mitsubishi bernomor polisi N 8187 YH yang diduga mengalami rem blong meluncur tanpa kendali di jalan menurun dan menabrak kerumunan tamu undangan serta kendaraan yang terparkir di lokasi acara hajatan.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan pria berinisial KSM (69) melaju dari arah barat menuju timur. “Saat melintasi jalan umum yang menurun, kendaraan truk tiba-tiba mengalami kerusakan pada sistem pengereman atau rem blong,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Jumat (18/9).
Akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan tewas dan sembilan orang mengalami luka-luka. Data ini disampaikan kepolisian dalam keterangan resminya. Sejumlah sumber menyebutkan rincian korban yang berbeda, dengan satu sumber menyatakan satu orang meninggal dunia, satu luka berat, dan enam luka ringan, sementara sumber lain menyebut satu tewas dan tujuh luka. Perbedaan angka tersebut masih dalam proses pendataan pihak berwenang.
Kronologi Kecelakaan
Menurut keterangan kepolisian, truk yang kehilangan kendali itu lebih dulu menabrak kendaraan pikap Suzuki Carry hitam bernomor polisi L 8060 AA yang tengah melaju searah di depannya. Pikap tersebut kemudian membentur kerumunan pejalan kaki yang berada di depannya.
Laju truk tidak berhenti di situ. Truk Mitsubishi itu terus bergerak ke arah timur dan menghantam pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi N 8157 YA yang sedang terparkir di bahu jalan sebelah utara. Setelah itu, truk kembali menyeruduk lima sepeda motor milik warga yang terparkir.
Kelima sepeda motor yang ringsek diterjang truk yakni Honda Scoopy N 2092 YAG, Honda Scoopy N 6139 YBD, Honda Beat N 2515 YAD, Honda Vario N 4855 YBF, serta Honda Vario W 4126 BI. Kendaraan tersebut baru benar-benar berhenti setelah menghantam peralatan sound system acara pernikahan yang berada di utara jalan.
Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Pratama, menjelaskan bahwa truk mengalami rem blong bersamaan dengan matinya mesin kendaraan saat melintasi turunan tajam. Sopir yang kehilangan kendali penuh tidak mampu menghentikan laju kendaraan bertonase berat itu.
“Truk ini diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah atas ke bawah dan mesinnya mati. Akibatnya terjadi tabrakan beruntun di area hajatan yang memakan korban,” ungkap AKP Bayu Pratama.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara awal, truk maut tersebut pertama kali menyerempet sebuah mobil pikap, lalu menghantam lapak warung beserta para pembeli di dalamnya sebelum akhirnya menabrak kendaraan yang terparkir dan sound system hajatan.
Dampak dan Penanganan
Insiden truk tabrak hajatan pernikahan di Lumajang: 2 orang tewas, 9 luka ini membuat suasana pesta pernikahan yang semula penuh suka cita berubah menjadi kepanikan massal. Warga yang tengah berkerumun di lokasi hajatan langsung berlarian menyelamatkan diri saat truk meluncur tak terkendali.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan ini juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan serta infrastruktur acara. Total ada delapan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut, terdiri dari dua mobil pikap dan lima sepeda motor, serta satu truk Mitsubishi.
Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi teknis kendaraan dan faktor medan jalan yang menurun. Sopir truk berinisial KSM (69) turut dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap sistem pengereman kendaraan berat, terutama yang melintasi jalur menurun dan padat aktivitas warga. Kepolisian mengimbau pengemudi truk dan kendaraan besar lainnya untuk lebih berhati-hati serta memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum beroperasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merinci identitas para korban. Proses evakuasi dan pendataan korban masih terus dilakukan, sementara warga sekitar diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lokasi kejadian.


