Zinedine Zidane Umumkan Skuad Prancis, Panggil Lima Nama Baru untuk Nations League

Zinedine Zidane Umumkan Skuad Prancis, Panggil Lima Nama Baru untuk Nations League
Zinedine Zidane Umumkan Skuad Prancis, Panggil Lima Nama Baru untuk Nations League

Cakrawala News – 21 September 2026 | Pelatih baru timnas Prancis, Zinedine Zidane, resmi mengumumkan daftar skuad jelang jeda internasional periode September dan Oktober 2026. Dalam pengumuman pertamanya sebagai juru taktik Les Bleus, Zinedine Zidane umumkan skuad Prancis, panggil lima nama baru yang belum pernah merumput di level senior, menandai awal era baru bagi tim nasional yang pada Piala Dunia 2026 lalu berhasil menembus semifinal.

Kelima pemain debutan tersebut adalah kiper Guillaume Restes (Toulouse), dua bek Andy Diouf (Inter Milan) dan Jeremy Jacquet (Liverpool), gelandang Lucas Da Cunha (Como), serta penyerang Esteban Lepaul (Rennes). Nama-nama ini muncul dalam unggahan media sosial resmi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada Jumat (18/9/2026) waktu setempat, sebelum ramai diberitakan pada Sabtu (19/9/2026).

Komposisi Skuad dan Nama-nama Senior yang Absen

Meski memberi ruang besar bagi pemain muda, skuad Prancis masih didominasi nama-nama berpengalaman. Di posisi kiper, Mike Maignan (AC Milan) tetap menjadi pilihan utama, didampingi Guillaume Restes dan Robin Risser (Lens). Lini belakang diperkuat Pierre Kalulu (Juventus), Ibrahima Konate (Real Madrid), Jules Kounde (Barcelona), Maxence Lacroix (Chelsea), Adrien Truffert (Bournemouth), Dayot Upamecano (Bayern Muenchen), serta dua debutan Andy Diouf dan Jeremy Jacquet.

Di lini tengah, Zidane memanggil Eduardo Camavinga (Real Madrid), Rayan Cherki (Manchester City), Lucas Da Cunha (Como), Manu Kone (AS Roma), Adrien Rabiot (AC Milan), dan Warren Zaire-Emery (PSG). Sementara di lini serang, Kylian Mbappe (Real Madrid) tetap dipertahankan sebagai kapten, ditemani Bradley Barcola (Liverpool), Ousmane Dembele (PSG), Desire Doue (PSG), Esteban Lepaul (Rennes), dan Michael Olise (Bayern Muenchen).

Sejumlah nama senior yang selama ini menjadi andalan pelatih sebelumnya, Didier Deschamps, tidak masuk dalam daftar. Beberapa di antaranya adalah Theo Hernandez, Benjamin Pavard, N’Golo Kante, Aurelien Tchouameni, dan Marcus Thuram. Menurut laporan Goal, Zidane memilih menepikan sementara para pemain tersebut, terutama yang sudah berusia 30 tahun ke atas, demi memberi kesempatan lebih kepada pemain dengan jam terbang masih rendah.

Camavinga sendiri kembali dipanggil setelah terakhir memperkuat Prancis pada agenda uji coba internasional Maret 2026. Gelandang Real Madrid itu absen dari Piala Dunia 2026 akibat minimnya waktu bermain di klub, dan kini diharapkan mengisi posisi gelandang bersama Rabiot serta Cherki.

Jadwal Empat Laga Fase Grup UEFA Nations League

Prancis dijadwalkan melangsungkan empat pertandingan pada fase grup UEFA Nations League 2026/2027. Pasukan Zidane akan menghadapi Turki pada 25 September, Belgia pada 28 September, Italia pada 2 Oktober, dan kembali melawan Belgia pada 5 Oktober. Rangkaian laga ini menjadi ujian perdana bagi Zidane dalam meracik komposisi tim yang memadukan pemain senior dan pendatang baru.

Dengan statusnya sebagai pelatih anyar, keputusan Zidane memanggil lima nama baru menjadi sorotan publik. Sebagian pengamat menilai langkah tersebut sebagai upaya regenerasi yang terukur, terutama karena Prancis masih memiliki tulang punggung berpengalaman dari skuad semifinalis Piala Dunia 2026. Namun, ada pula yang menyoroti absennya sejumlah pemain senior yang selama ini dianggap sebagai pilar utama Les Bleus.

Isu Friksi di Dalam Skuad

Di sisi lain, Zidane disebut dibayangi isu friksi di dalam tim asuhannya. Laporan L’Equipe menyebut hal ini dipicu pernyataan Kylian Mbappe dalam sebuah wawancara yang menyebut dirinya sebagai “yang terpilih” ketika dibandingkan dengan Ousmane Dembele. Menanggapi hal itu, Dembele secara terbuka menyatakan bahwa dirinya memang bukan “yang terpilih”, tetapi kerja kerasnya di atas lapangan berbuah gelar individu Ballon d’Or 2025.

Pernyataan kedua pemain tersebut lantas memunculkan pertanyaan publik mengenai potensi perpecahan di dalam skuad Les Blues. Zidane diharapkan mampu meredam dinamika tersebut, terlebih Mbappe tetap dipercaya sebagai kapten dan motor serangan tim bersama Dembele dan Barcola.

Bagi Prancis, jeda internasional kali ini bukan sekadar ajang mengumpulkan poin di UEFA Nations League. Ini menjadi momentum bagi Zidane untuk membangun identitas permainan dan menguji kedalaman skuad di tengah kompetisi yang padat. Keberhasilan memadukan pemain senior dan debutan akan menjadi indikator awal arah kebijakan Zidane bersama Les Bleus.

Setelah pengumuman ini, perhatian publik sepak bola akan tertuju pada laga perdana melawan Turki. Hasil dari empat pertandingan fase grup itu akan menjadi tolok ukur awal sejauh mana eksperimen Zidane berjalan, sekaligus menjawab keraguan atas komposisi skuad yang minim pengalaman di level internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *