Cakrawala News – 21 September 2026 | Kesaksian leader investasi Zahra Berkah di Ternate, terima informasi saldo owner sisa Rp8 ribu menjadi salah satu cerita yang mencuat di tengah aksi ratusan korban yang mendatangi Mapolres Ternate, Maluku Utara. Para korban yang terdiri atas member dan leader itu menuntut uang mereka dikembalikan setelah pemilik investasi Zahra Berkah, Sahriyani, ditangkap polisi terkait dugaan penipuan investasi.
Kedatangan ratusan warga tersebut sempat membuat suasana di halaman Polres Ternate memanas. Sejumlah warga nyaris terlibat baku hantam karena saling tuding dan menyalahkan terkait ajakan investasi yang menjerat mereka. Polisi yang berjaga langsung melerai kericuhan, dan situasi kemudian kembali kondusif.
Setelah kondusif, para korban diarahkan untuk menyampaikan laporan serta keterangan kepada penyidik. Kasat Reskrim Polres Ternate Iptu Arif Budi Aji mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan dan menerima laporan dari para korban. Jumlah korban yang datang, menurut dia, masih dalam pendataan.
Owner Zahra Berkah Resmi Ditahan
Pemilik Zahra Berkah Ternate, Sahriyani, resmi ditahan Satreskrim Polres Ternate. Informasi yang dihimpun menyebutkan penahanan dilakukan pada Kamis malam, 17 September 2026. Sahriyani ditahan 1×24 jam guna menjalani pemeriksaan secara maraton, demikian keterangan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Ternate Iptu Arif Budi Aji kepada sejumlah wartawan di depan Gedung Reskrim Polres Ternate.
Saat ratusan member berkumpul di halaman Mapolres untuk menanyakan modal mereka yang belum dikembalikan, pemilik investasi yang disebut-sebut bodong tersebut tidak berhasil ditemukan karena sudah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Investasi Zahra Berkah disebut berkedok penawaran keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat. Cara itu membuat pemiliknya mampu mengumpulkan uang dalam jumlah fantastis dari ratusan member.
Modal Ratusan Juta Hanya Jadi Janji Manis
Salah satu member yang juga korban, Ayu, mengaku telah berinvestasi di Zahra Berkah sekitar enam bulan sebelum peristiwa ini mencuat. Ia menyetor modal kurang lebih Rp300 juta. Namun, menurut pengakuannya, ia hanya menerima janji manis tanpa pengembalian.
Jangankan keuntungan, modal saja tidak kembali.
Ungkapan itu disampaikan Ayu dengan nada penyesalan kepada awak media di lokasi. Pengalaman serupa diduga dialami banyak member lain yang menyetor dana dengan harapan memperoleh keuntungan berlipat ganda.
Hingga berita ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai berapa jumlah pasti korban maupun total kerugian yang dialami ratusan member tersebut. Namun informasi yang beredar menyebutkan jumlah uang yang disetor para member sudah mencapai miliaran rupiah, bahkan lebih dari dua miliar rupiah.
Informasi Saldo Owner yang Bikin Korban Geram
Kesaksian leader investasi Zahra Berkah di Ternate, terima informasi saldo owner sisa Rp8 ribu, menjadi salah satu pemicu kemarahan peserta aksi. Informasi tersebut beredar di kalangan member dan menambah kekecewaan mereka karena dana yang mereka tanamkan tidak kunjung kembali.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran informasi saldo tersebut. Polisi menyatakan masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap pemilik investasi dan mendata laporan para korban.
Sejumlah warga yang datang ke Polres Ternate berharap penyidik dapat segera mengungkap aliran dana dan memastikan pengembalian modal mereka. Mereka juga meminta proses hukum terhadap pemilik Zahra Berkah berjalan transparan.
Polisi Masih Mendata Korban dan Kerugian
Kasat Reskrim Polres Ternate menegaskan pihaknya masih menerima laporan dari para korban. Pendataan dilakukan untuk mengetahui berapa banyak member yang terdampak dan berapa nilai kerugian secara keseluruhan.
Dalam proses pemeriksaan, penyidik akan menelusuri sejumlah hal, mulai dari skema penawaran investasi, aliran dana dari para member, hingga aset yang dimiliki pemilik Zahra Berkah. Penelusuran ini penting untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Para korban yang sebagian merupakan leader dengan jaringan member cukup luas diminta bersabar dan mengikuti prosedur pelaporan yang berlaku. Polisi mengimbau agar warga tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan susulan.
Pelajaran bagi Calon Investor
Kasus Zahra Berkah menjadi pengingat bahwa tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat selalu menyimpan risiko tinggi. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati sebelum menanamkan dana pada instrumen investasi yang tidak memiliki izin resmi.
Verifikasi legalitas lembaga, kejelasan skema keuntungan, serta transparansi pengelolaan dana menjadi hal dasar yang perlu diperiksa sebelum berinvestasi. Kewaspadaan ini penting agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat di Ternate dan daerah lain.
Perkembangan kasus ini masih dinamis. Publik menantikan hasil pemeriksaan polisi, termasuk kemungkinan penetapan status hukum lanjutan terhadap pemilik Zahra Berkah serta upaya pengembalian dana bagi ratusan korban yang telah menyetorkan modal mereka.












