Cakrawala News – 21 September 2026 | Kapal induk pertama RI dari Italia telah tiba, Kepala Staf TNI AL: Kita fokuskan terutama untuk OMSP. ITS Giuseppe Garibaldi resmi bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) pagi, setelah menempuh pelayaran panjang dari Italia sejak 24 Agustus 2026. Kedatangan kapal yang akan menjadi kapal induk pertama TNI Angkatan Laut ini disambut marching band TNI dengan alunan lagu khas Betawi, “Si Jali-Jali”.
Berdasarkan keterangan TNI AL, kapal tersebut memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB. Sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan militer hadir langsung untuk menerima kedatangan Garibaldi, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Kedatangan kapal induk pertama RI dari Italia telah tiba, Kepala Staf TNI AL: Kita fokuskan terutama untuk OMSP, menjadi penanda babak baru bagi kemampuan laut Indonesia. Kapal ini bukan sekadar penambahan armada, melainkan menghadirkan kemampuan power projection atau pangkalan udara bergerak di laut. Untuk pertama kalinya, TNI AL memiliki kapal operasional yang sanggup mengangkut pesawat tempur sekaligus helikopter dalam satu dek penerbangan.
Pelayaran 25 Hari dari Italia
ITS Giuseppe Garibaldi berangkat dari Italia pada Senin (24/8/2026) dan menempuh pelayaran sekitar 25 hari dengan jarak mencapai 6.870 mil laut. Rute yang dilalui mencakup Terusan Suez, Laut Merah, hingga Samudra Hindia. Selama perjalanan, kapal dikawal oleh kapal perang Angkatan Laut Italia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyatakan kapal induk tersebut sempat singgah di beberapa negara. Menurut keterangan TNI AL, Garibaldi singgah di Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka untuk pengisian ulang logistik dan bahan bakar serta pelayanan teknis.
Setelah dari Sri Lanka, kapal masuk ke wilayah perairan Indonesia melalui jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau perairan Bangka, Bangka Belitung. Begitu memasuki wilayah Indonesia, Garibaldi langsung dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Spesifikasi dan Rekam Jejak Tempur
ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal perang berjenis Through-deck Aviation Cruiser dengan panjang sekitar 180,2 meter, lebar 33,4 meter, dan draft 6,7 meter. Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai operasi militer dengan kemampuan penerbangan dan pengangkutan pasukan.
Kapal tersebut menggunakan sistem Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dengan daya sekitar 81.000 tenaga kuda. Kemampuannya mencapai kecepatan maksimal hingga 30 knot serta jelajah sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot. Kapal ini dapat membawa lebih dari 10 hingga 18 helikopter kelas menengah hingga berat, drone, berbagai perlengkapan pendukung, serta mengakomodasi sekitar 830 personel gabungan.
Dibangun oleh galangan kapal Fincantieri di Monfalcone, Italia, Garibaldi mulai dikerjakan pada 1981, diluncurkan pada 1983, dan resmi bertugas di Angkatan Laut Italia sejak 1985. Selama lebih dari empat dekade bertugas, kapal ini mengantongi rekam jejak tempur ekstensif dalam berbagai operasi militer dan kemanusiaan internasional, termasuk di lepas pantai Somalia, Kosovo, Afghanistan, hingga Libya.
Perkuat Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Italia
Setelah menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut, kapal tersebut akan diberi nama KRI Sriwijaya. Kehadirannya disebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Italia. Selain itu, kapal ini dapat mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.
Fokus pada OMSP menegaskan bahwa pengadaan kapal induk ini tidak semata ditujukan untuk operasi tempur. Kapasitas angkut personel dan helikopter dalam jumlah besar membuatnya relevan untuk misi evakuasi, distribusi bantuan, hingga respons cepat bencana di wilayah kepulauan Indonesia.
Kedatangan kapal induk pertama RI dari Italia telah tiba, Kepala Staf TNI AL: Kita fokuskan terutama untuk OMSP, juga menandai tonggak penting dalam modernisasi alutsista matra laut. Publik masih menantikan tahap berikutnya, termasuk proses alih status, penyesuaian awak, serta kesiapan infrastruktur pendukung di dalam negeri.
Dengan hadirnya KRI Sriwijaya, Indonesia memperoleh kemampuan baru yang selama ini belum dimiliki TNI AL. Perhatian berikutnya akan tertuju pada bagaimana kapal ini diintegrasikan ke dalam doktrin operasi, pemeliharaan jangka panjang, dan kesiapan personel agar manfaatnya benar-benar terasa bagi pertahanan dan kemanusiaan.












