Cakrawala News – 24 September 2026 | Reaksi warganet terhadap film terbaru Nani, The Paradise, terbelah setelah film tersebut tayang perdana di bioskop seluruh dunia pada Kamis, 24 September. Diskusi mengenai The Paradise ramai di platform x, tempat sebagian penonton memuji skala produksi dan penampilan Nani, sementara sebagian lain mengkritik naskah dan penyuntingannya. Film bergenre aksi ini disutradarai Srikanth Odela dan mempertemukannya kembali dengan Nani setelah Dasara.
Berdasarkan pantauan pada tayangan perdana berbayar dan jadwal pembukaan, penonton yang memberi respons positif menyoroti kehadiran Nani di layar, aspek visual, adegan aksi, serta blok interval film. Pujian juga diarahkan pada skala produksi yang dinilai ambisius. Namun, kritik muncul terhadap skenario, penyuntingan, paruh kedua film, dan dampak emosional yang dinilai kurang mengena bagi sebagian penonton.
Respons Beragam untuk Musik dan Tata Suara
Musik latar karya Anirudh Ravichander menjadi salah satu aspek yang paling banyak diperdebatkan. Sejumlah penonton menilai musik latar sebagai kekuatan utama film, sementara yang lain menyebutnya terlalu keras, repetitif, dan kurang efektif pada momen-momen besar. Perbedaan penilaian ini memperlihatkan bahwa elemen teknis film tidak diterima secara seragam oleh penonton awal.
Kritik terhadap tata suara juga mengemuka. Ada penonton yang menyebut pencampuran suara sangat buruk sehingga dialog yang disampaikan Raghav Juyal tidak terdengar jelas. Selain itu, koreografi aksi dinilai sebagian pihak tidak meyakinkan, dan alur cerita dianggap sulit diikuti pada beberapa bagian.
“Direction is all over the place. Unconvincing action choreography. Emotions aren’t connecting at all; you feel almost nothing. Extremely poor sound mixing; dialogues from Raghav Juyal aren’t clear. Torturous first half, some things aren’t connecting well in story,” tulis seorang pengguna x.
Di sisi lain, ada pula penonton yang justru memberikan penilaian tinggi. Seorang pengguna x memberi skor 3,5 dari 5 dan menyebut The Paradise sebagai pengalaman teater yang mentah dan intens. Ia menilai pembangunan dunia cerita sangat kuat dan cara para tokoh memperjuangkan identitas mereka memberi nuansa tersendiri. Nani disebutnya kokoh dalam episode aksi sebagai Jadal, baik dari sisi intensitas maupun fisik.
Perdebatan soal Ambisi dan Eksekusi
Sejumlah komentar menyoroti ambisi besar proyek ini, tetapi menilai eksekusinya belum sepenuhnya mulus. Casting dan pengembangan karakter disebut sebagai titik lemah, begitu pula penataan adegan serta aspek teknis, kecuali kontribusi Anirudh, sinematografer Sai, dan beberapa set piece. Kualitas efek CGI juga menjadi sasaran kritik.
Kritik keras lain datang dari pengguna x yang membandingkan film ini dengan proyek besar lain dan menyebutnya sebagai kisah balas dendam terhadap penonton. Ada pula yang menyatakan bahwa The Paradise digadang-gadang sebagai wajah baru sinema Telugu, namun menurut sebagian penonton hasilnya belum sesuai ekspektasi.
Perlu dicatat, respons yang beredar di x ini berasal dari sebagian penonton yang menghadiri tayangan awal. Seperti halnya rilis film baru, tanggapan awal di media sosial didasarkan pada pengalaman menonton masing-masing individu dan tidak dapat dijadikan cerminan penerimaan film secara keseluruhan. Gambaran yang lebih luas diperkirakan baru terlihat setelah lebih banyak penonton menyaksikan film ini dalam beberapa hari ke depan.
Deretan Pemain dan Tim Produksi
The Paradise menampilkan Nani sebagai pemeran utama, didampingi Mohan Babu, Kayadu Lohar, Sonali Kulkarni, dan Raghav Juyal. Film ini ditulis dan disutradarai Srikanth Odela serta diproduksi Sudhakar Cherukuri di bawah bendera Sri Lakshmi Venkateswara Cinemas (SLV Cinemas), dengan Ishan Saksena sebagai co-producer.
Anirudh Ravichander menggarap musik, CH Sai menangani sinematografi, dan Navin Nooli bertindak sebagai editor. Avinash Kolla dipercaya sebagai production designer, sedangkan Naresh Yalla tercatat sebagai VFX supervisor. Koreografi aksi dikerjakan Ram-Lakshman, Real Satish, Maibam Nabakanta, dan Simhadri, sementara koreografi tari ditangani Brinda Master, Sudhan, dan Aata Sandeep.
Krishna Teja menangani dialek dan diksi, Suren G menangani sound mix, dan Sync Cinema menangani sound design. Tim penulis mencakup Thota Srinivas, Madhava Murthy Bojanapu, Arjuna Paturi, Vamshi Krishna Pinnika, Manupati Karunakar (Karna), dan Vasanth Masadi. Vinay Sagar Jonnala tercatat sebagai chief co-director sekaligus penulis skenario tambahan.
The Paradise mulai tayang di bioskop seluruh dunia sejak 24 September. Dengan perjalanan teater yang baru dimulai, reaksi penonton di media sosial masih mungkin bertambah seiring bertambahnya jumlah pertunjukan dan penonton yang menyaksikan film ini.
Bagi calon penonton, perdebatan awal ini menunjukkan bahwa The Paradise adalah film yang memicu diskusi, terutama soal ambisi penyutradaraan dan eksekusi teknisnya. Penerimaan yang lebih jelas akan terlihat setelah film ini menjangkau lebih banyak penonton dalam beberapa hari mendatang.










