Cakrawala News – 25 September 2026 | Banjir bandang putus akses jalan Solok-Padang [titlebase] di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026. Jalan utama di depan Kantor Bupati Solok itu sempat tertutup material lumpur dan bebatuan yang dibawa aliran sungai, sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Tiga hari kemudian, Rabu, 23 September 2026, jalur tersebut dilaporkan sudah kembali bisa dilalui meski masih dalam pengaturan situasional.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, mengatakan arus kendaraan di jalur Padang-Solok bergantung pada kondisi lapangan. Menurutnya, petugas kadang mengalihkan kendaraan ke jalur lama atau jalur Lingkar Pintu Angin saat pengerjaan material sedang berlangsung.
“Untuk arus jalan melihat situasi dan kondisi. Kadang dialihkan ke jalur lama atau jalur Lingkar Pintu Angin,” ujar Akbar, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah titik di kawasan terdampak masih menjadi lokasi pengerjaan menggunakan alat berat. Aktivitas pengangkutan material juga masih berlangsung, sehingga kondisi lalu lintas sangat bergantung pada situasi di lapangan.
Menurut Akbar, kendaraan pengangkut material yang lalu-lalang membuat petugas harus melakukan pengaturan demi menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. Pengalihan arus dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi jalan serta aktivitas petugas yang masih menangani material banjir bandang.
Petugas, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan tim yang bekerja di lapangan sebelum melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Selain akses utama Solok-Padang, jalan lingkar Pintu Angin, Koto Gaek Guguk, Kabupaten Solok, juga digunakan dalam pengaturan arus.
Kasatlantas mengimbau pengendara yang melintas di kawasan terdampak bencana untuk tidak menerobos area pengerjaan. Menurutnya, tindakan itu dapat mengganggu aktivitas petugas dan membahayakan keselamatan.
Pemerintah Pastikan Akses Sudah Normal
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menangani dampak banjir bandang di Kabupaten Solok. Ia menyatakan akses jalan antara Kabupaten Solok dan Kota Padang yang sempat terputus sudah dibuka kembali normal.
“Tadinya kan jalan sempat terputus antara Kabupaten Solok dan Kota Padang, tapi saya dapat laporan dari informasi dari lapangan, termasuk dari Menteri PU, sudah dibuka kembali normal,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Tito menuturkan, dirinya langsung berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kepala BNPB Suharyanto, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sejak hari pertama bencana. Menurutnya, TNI, Polri, BNPB, dan Kementerian PU semuanya sudah bergerak menangani bencana.
Ia menyebut saat ini penanganan berada pada tahap pembersihan material. Setelah pembersihan, Menteri Pekerjaan Umum disebut telah menyiapkan rencana perbaikan infrastruktur yang rusak.
Tito menjelaskan, banjir bandang di Solok turut merusak rumah warga dan fasilitas publik. Pemerintah, katanya, terus bekerja melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tanpa menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kita enggak perlu langsung arahan Presiden ya. Kalau ini kita otomatis langsung bekerja semua, ya. Pokoknya semua kekuatan yang sudah ada bergerak, apalagi saya sebagai Kasatgas Bencana Sumatra,” jelasnya.
Korban dan Kerusakan
Banjir bandang atau galodo menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Sekretaris BPBD Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Solok dan sekitarnya. Aliran sungai meluap dan membawa material lumpur serta bebatuan.
Material banjir dilaporkan menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah kantor pemerintahan, rumah warga, kendaraan, dan jembatan terdampak. Ilham menyebut Kantor PU rusak berat dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan berat. Satu jembatan putus sehingga akses Padang-Solok sempat terputus.
Hingga Selasa (22/9/2026) pukul 18.45 WIB, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 32 warga dari sembilan kepala keluarga mengungsi.
Tim gabungan hingga Rabu masih melakukan pembersihan, evakuasi, dan pencarian terhadap satu warga yang dilaporkan hilang. Pemerintah Kabupaten Solok juga resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 22 September 2026.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama penanganan bencana. Penetapan status diputuskan dalam rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah dan forkopimda Kabupaten Solok.
Yang Perlu Diperhatikan
Meski akses utama sudah dibuka, kondisi jalur Padang-Solok belum sepenuhnya pulih. Pengerjaan material dengan alat berat dan pengangkutan sisa banjir masih berlangsung di sejumlah titik, sehingga pengendara perlu bersiap menghadapi pengalihan arus secara mendadak.
Setelah tahap pembersihan selesai, perhatian beralih ke perbaikan infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan dan sejumlah fasilitas publik. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi penentu seberapa cepat aktivitas warga serta layanan pemerintahan di Kabupaten Solok kembali normal.












