Mancini Kembali, Italia vs Belgia Buka Nations League di Olimpico

Mancini Kembali, Italia vs Belgia Buka Nations League di Olimpico
Mancini Kembali, Italia vs Belgia Buka Nations League di Olimpico

Cakrawala News – 26 September 2026 | Laga italia vs belgia menjadi sorotan utama pembuka Grup A1 UEFA Nations League 2026 yang digelar di Stadio Olimpico, Roma, Jumat (25/9/2026) pukul 19.45 waktu Inggris atau 20.45 CEST. Duel ini menandai kembalinya Roberto Mancini ke bangku pelatih Timnas Italia sekaligus debut kompetitif Mark van Bommel sebagai pelatih Belgia.

Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim setelah melalui perubahan besar. Italia gagal lolos ke Piala Dunia dan harus rela menyaksikan turnamen itu tanpa kehadiran mereka, sementara Belgia melangkah hingga perempat final sebelum dikalahkan Spanyol yang keluar sebagai juara.

Mancini Kembali Setelah Tiga Tahun

Mancini kembali menangani Italia tiga tahun setelah meninggalkan jabatan tersebut pada Agustus 2023. Pelatih yang membawa Azzurri juara EURO 2020 itu sempat menangani Al-Sadd di Qatar Stars League sebelum meninggalkan klub tersebut atas kesepakatan bersama pada Juni 2026.

Kepulangannya terjadi setelah Italia melewati masa sulit di bawah Luciano Spalletti, Gennaro Gattuso, dan pelatih sementara Silvio Baldini. Kegagalan lolos ke Piala Dunia membuat federasi sepak bola Italia mencari sosok yang mampu membangkitkan kembali tim nasional, dan pilihan akhirnya jatuh kepada Mancini.

Pada laga pertamanya di periode kedua, Mancini tidak bisa menurunkan sejumlah pemain penting. Alessandro Bastoni menjalani sanksi, sementara Federico Dimarco, Bryan Cristante, dan Manuel Locatelli absen karena cedera. Nicolo Zaniolo juga dicoret akibat masalah kebugaran, dan Mateo Retegui tidak dipanggil sehingga Moise Kean menjadi ujung tombak.

Italia tampil dengan formasi 4-3-3. Gianluigi Donnarumma berdiri di bawah mistar, dengan Giovanni Di Lorenzo, Gianluca Mancini, Diego Coppola, dan Riccardo Calafiori di lini belakang. Calafiori untuk pertama kalinya dipercaya mengisi posisi bek kiri seperti perannya di Arsenal, bukan di jantung pertahanan. Di lini tengah, Alessandro Romano menjalani debut bersama Azzurri setelah berpindah kewarganegaraan dari Swiss, didampingi Sandro Tonali dan Nicolo Barella. Kean dan Francesco Pio Esposito bermain bersama di lini depan, dengan Sebastiano Esposito menunggu di bangku cadangan.

Debut Van Bommel dan Absennya Courtois

Di kubu Belgia, Mark van Bommel memulai era barunya sebagai pelatih setelah menggantikan Rudi Garcia. Van Bommel tetap mengandalkan Kevin De Bruyne dan penyerang yang masih tercatat sebagai top skor sepanjang masa, Romelu Lukaku, meski timnya kehilangan Thibaut Courtois yang memilih menepi dari Nations League serta Axel Witsel yang telah pensiun.

Amadou Onana masih absen karena cedera jangka panjang yang dialaminya di Piala Dunia. Leandro Trossard dan Jeremy Doku juga tidak masuk skuad. Belgia menurunkan Senne Lammens di posisi kiper, dengan Timothy Castagne, Brandon Mechele, Zeno Debast, dan Maxim De Cuyper mengisi lini pertahanan. Youri Tielemans, Romeo Lavia, dan De Bruyne mengisi lini tengah, sementara Mika Godts, Dodi Lukebakio, dan Charles De Ketelaere menjadi opsi di lini serang.

Lavia, gelandang Chelsea, berpeluang mencatatkan penampilan keduanya untuk Belgia dalam laga ini.

Rekor Pertemuan Berpihak ke Italia

Secara historis, italia vs belgia menjadi laga yang cenderung dikuasai Azzurri. Dalam lima pertemuan terakhir, Italia belum pernah kalah dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Belgia masih mencari kemenangan pertama mereka atas Italia dalam periode tersebut.

Rata-rata gol dalam lima pertemuan terakhir mencapai 2,6 per laga. Italia mencetak sembilan gol atau rata-rata 1,8 gol per pertandingan, sementara Belgia hanya mencetak gol dalam tiga dari lima laga terakhir dengan rata-rata 0,8 gol per pertandingan.

Meski begitu, Belgia datang dengan modal catatan yang cukup solid. Dari 21 pertandingan internasional terakhir, mereka meraih 11 kemenangan dan menelan tiga kekalahan, meski tujuh laga berakhir imbang. Italia sendiri mencatatkan 13 kemenangan dalam periode yang sama.

Format dan Implikasi Turnamen

Kedua tim berada di Grup A1 bersama Prancis dan Turkiye yang dilatih Vincenzo Montella. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke perempat final pada Maret 2027, sementara peringkat ketiga dan keempat berisiko masuk play-off degradasi.

Hasil di Nations League juga akan berkaitan dengan kualifikasi EURO 2028, sehingga setiap pertandingan memiliki bobot penting bagi kedua negara. Bagi Italia, turnamen ini menjadi kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan diri setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia. Bagi Belgia, laga ini menjadi ujian awal bagi proyek baru Van Bommel.

Dari sisi penyiaran, laga ini dapat disaksikan melalui Prime Video UK bagi penonton di Inggris. Prime Video menjadi pemegang hak siar untuk pertandingan Nations League yang tidak melibatkan Inggris, Skotlandia, Wales, atau Irlandia Utara, dengan biaya sekitar 2,49 poundsterling per pertandingan dan liputan dimulai sekitar sepuluh menit sebelum kick-off.

Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Mancini meramu kembali Italia dan apakah Van Bommel mampu memanfaatkan generasi emas Belgia yang masih diperkuat De Bruyne. Hasil di Olimpico akan menjadi indikasi awal arah kedua tim di kompetisi ini sekaligus menentukan momentum mereka menuju perempat final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *