Cruz Azul Vs Toluca Berakhir 3-3, Gol Menit Akhir Toro Fernández Selamatkan La Máquina

Cruz Azul Vs Toluca Berakhir 3-3, Gol Menit Akhir Toro Fernández Selamatkan La Máquina
Cruz Azul Vs Toluca Berakhir 3-3, Gol Menit Akhir Toro Fernández Selamatkan La Máquina

Cakrawala News – 27 September 2026 | Duel cruz azul vs toluca pada jornada ke-10 Apertura 2026 berakhir dramatis dengan skor 3-3 di Estadio Ciudad de los Deportes. Cruz Azul sempat unggul dua gol, tetapi Toluca berbalik memimpin sebelum Gabriel ‘Toro’ Fernández mencetak gol penyama pada menit-menit akhir dan menyelamatkan La Máquina dari kekalahan. Hasil ini membuat Toluca tetap di puncak klasemen, sementara Cruz Azul kembali menunjukkan kerapuhan yang sempat terlihat pada laga melawan América.

Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Cruz Azul tampil menekan dan membuka keunggulan pada menit ke-7 melalui Nicolás Ibáñez, yang memanfaatkan serangan balik setelah Paradela merebut bola dari Luan dan mengirim umpan terobosan. Ibáñez menuntaskan peluang dengan tenang untuk membuat kedudukan 1-0.

Sebelum turun minum, La Máquina menggandakan keunggulan. Ibáñez kembali berperan, kali ini sebagai pemberi umpan setelah melewati pemain bertahan dan mengirim bola ke kotak penalti. Gabriel Fernández menyambut dengan sundulan yang membuat skor menjadi 2-0 pada menit ke-37, sekaligus menebus peluang yang gagal ia manfaatkan di awal laga.

Toluca Bangkit dan Berbalik Memimpin

Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis. Cruz Azul menurunkan intensitas tekanan, dan Toluca memanfaatkannya. Pelanggaran Wilter Ditta terhadap Luan García di dalam kotak penalti berbuah hadiah penalti yang dieksekusi Helinho dengan baik, memperkecil kedudukan menjadi 2-1.

Hanya berselang sekitar satu menit, Alexis Vega melepaskan tembakan kaki kanan yang mengelabui lini pertahanan Cruz Azul. Bola memantul sebelum melewati garis gawang dan mengubah skor menjadi 2-2. Vega kemudian menjadi motor kebangkitan Toluca dan berperan besar dalam terciptanya gol ketiga Diablos Rojos, yang membuat mereka berbalik unggul 3-2.

Keunggulan Toluca bertahan hingga waktu tersisa sedikit. Ketika kemenangan tampak di depan mata, Gabriel Fernández muncul sebagai penyelamat Cruz Azul. Sundulannya pada menit ke-95 memaksa skor berakhir 3-3 dan memupus kemenangan yang sudah hampir diraih Toluca.

Kontroversi Keputusan Wasit

Laga ini juga diwarnai polemik keputusan wasit. Mantan pengadil lapangan yang kini menjadi analis, Francisco Chacón, mengkritik kinerja Katia Itzel García, yang bertugas memimpin pertandingan. Menurut Chacón, pelanggaran Gonzalo Piovi terhadap Paulinho layak diganjar kartu merah karena dinilai sebagai permainan kasar berat.

Melalui media sosial, Chacón mempertanyakan penunjukan Katia Itzel García untuk laga sebesar itu dan menilai sang pengadil tidak mengambil keputusan yang tepat. Ia menilai ada cukup alasan untuk mengeluarkan Piovi. Insiden tersebut juga sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), namun Piovi tetap berada di lapangan.

Keputusan itu memicu perdebatan di kalangan penggemar maupun pengamat, terutama karena pertandingan mempertemukan dua tim yang menjadi kandidat kuat perebutan gelar Liga MX. Hingga akhir laga, kontroversi wasit menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas, di samping jalannya pertandingan.

Dampak bagi Kedua Tim

Bagi Toluca, hasil imbang ini tidak menggeser posisi mereka di puncak klasemen. Diablo Rojos tetap memimpin setelah hasil yang diperoleh Chivas. Performa Alexis Vega menjadi sorotan positif karena perannya dalam membalikkan keadaan.

Di sisi lain, Cruz Azul kembali menyisakan pertanyaan tentang konsistensi. Tim asuhan pelatih ini sebenarnya mampu mengendalikan pertandingan dan menciptakan peluang, tetapi kembali kehilangan intensitas saat sudah merasa nyaman. Pola serupa terjadi ketika mereka sempat unggul 4-1 atas América sebelum akhirnya menang tipis 4-3.

Kritik serupa pernah disampaikan bek Joel Huiqui, yang menilai timnya menurunkan intensitas tekanan dan membiarkan lawan kembali masuk ke permainan. Masalah ini tampaknya belum sepenuhnya teratasi menjelang laga-laga berikutnya.

Dengan hasil ini, Cruz Azul dan Toluca sama-sama mengukuhkan diri sebagai kandidat serius di Apertura 2026. Namun, keduanya masih menyimpan pekerjaan rumah: Toluca perlu memperbaiki ketenangan saat memimpin, sementara Cruz Azul dituntut menjaga fokus selama 90 menit penuh. Sorotan terhadap keputusan wasit juga berpotensi menjadi perhatian pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *