Cakrawala News – 27 September 2026 | Laga england vs spain di Stadion Wembley berakhir dramatis dengan kemenangan 3-2 untuk Spanyol pada matchday pembuka Grup A3 UEFA Nations League. Kekalahan Inggris kali ini diwarnai momen pahit kapten Harry Kane yang gagal mengeksekusi penalti di awal babak kedua, sebuah insiden yang oleh banyak pihak dinilai menjadi titik balik pertandingan.
Spanyol, yang datang sebagai juara dunia dan juara Eropa, memulai laga dengan sangat agresif. Lamine Yamal membuka keunggulan hanya dalam dua menit setelah memanfaatkan kesalahan bek Inggris, Marc Guehi, yang kehilangan bola di area berbahaya. Yamal dengan tenang melewati kiper James Trafford, yang dipilih sebagai starter menggantikan Jordan Pickford.
Inggris sempat tertekan. Ferran Torres nyaris menggandakan keunggulan Spanyol, termasuk satu gol yang dianulir karena offside. Torres juga mendapat dua peluang satu lawan satu yang gagal ia konversi menjadi gol. Kelengahan Spanyol itu akhirnya dimanfaatkan Inggris.
Kebangkitan Inggris Sebelum Jeda
Pada menit ke-36, Inggris menyamakan kedudukan melalui gol tim yang rapi. Anthony Gordon, yang tampil impresif bersama Barcelona, menyelesaikan serangan cepat hasil kerja sama dengan Jude Bellingham. Empat menit kemudian, Inggris justru berbalik unggul lewat sundulan Harry Kane yang memanfaatkan umpan silang Nico O’Reilly. Bola sempat mengenai Marc Cucurella sebelum masuk ke gawang.
Keunggulan 2-1 bertahan hingga turun minum. Namun, drama sesungguhnya baru dimulai setelah jeda. Inggris mendapat hadiah penalti setelah Jude Bellingham dilanggar oleh kapten Spanyol, Rodri. Kane yang sudah mencetak gol ke-86 untuk timnas Inggris maju sebagai eksekutor.
Namun, Kane terpeleset tepat saat akan menendang bola. Sepakan penaltinya membentur mistar gawang. Setelah tinjauan, wasit memberikan tendangan bebas kepada Spanyol karena Kane dianggap menyentuh bola dua kali, kaki kiri lebih dulu menyentuh sebelum kaki kanannya menendang.
Gordon menilai kegagalan penalti itu sebagai momen penentu. “Saya rasa begitu. Saya rasa itu menempatkan kami pada posisi yang bagus untuk mencetak lebih banyak gol,” ujarnya kepada ITV ketika ditanya apakah Inggris akan menang jika penalti tersebut berhasil.
Spanyol Bangkit Lewat Pemain Pengganti
Kegagalan penalti Kane membangkitkan Spanyol. Pelatih Luis de la Fuente memasukkan pemain pengganti yang langsung memberi dampak. Alex Baena menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan Nico O’Reilly, lalu Mikel Oyarzabal mencetak gol kemenangan di babak kedua.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengakui kekalahan ini akibat kesalahan individu para pemainnya. Ia menilai terlalu banyak kesalahan besar yang terjadi sepanjang pertandingan sehingga Spanyol mampu memanfaatkannya dengan baik.
Kekalahan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol. Tim asuhan De la Fuente kini mencatat 39 laga tanpa kalah dalam waktu 90 menit, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Spanyol juga tercatat sebagai juara dunia dan juara Eropa yang sedang berada dalam performa puncak.
Bagi Inggris, laga england vs spain ini menjadi pengingat jarak kualitas dengan tim terbaik dunia. Meski sempat unggul, Inggris kembali menunjukkan kerapuhan mental ketika menghadapi tekanan besar. Ini bukan kali pertama Kane gagal dari titik penalti dalam laga krusial, mengingat insiden serupa terjadi saat Inggris tersingkir dari Piala Dunia 2022 oleh Prancis.
Di sisi lain, ada sejumlah catatan positif bagi Inggris. Gordon tampil konsisten sebagai ancaman di sisi kiri, Bellingham kembali menunjukkan kelasnya di lini tengah, dan Elliot Anderson tampil solid sebagai jangkar di depan pertahanan.
Hasil ini menjadi pukulan bagi ambisi Inggris untuk menantang dominasi Spanyol. Pertanyaan besar kini muncul: apakah Tuchel mampu membenahi masalah mental dan kesalahan individu yang terus berulang, ataukah jarak antara Inggris dan Spanyol memang masih terlalu jauh.
Spanyol selanjutnya akan berusaha menjaga rekor tak terkalahkan mereka, sementara Inggris harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang bersaing di Grup A3. Laga england vs spain ini akan dikenang sebagai pertunjukan lima gol yang penuh drama, sekaligus bukti bahwa sepak bola indah ala Spanyol masih terlalu kuat bagi Inggris.










