Inter dan Juventus Menyesal, Michael Kayode Kini Bersinar Bersama Brentford dan Timnas Italia

Inter dan Juventus Menyesal, Michael Kayode Kini Bersinar Bersama Brentford dan Timnas Italia
Inter dan Juventus Menyesal, Michael Kayode Kini Bersinar Bersama Brentford dan Timnas Italia

Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Nama Michael Kayode tengah menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Italia. Terzino kanan berusia 22 tahun itu baru saja menjalani debut impian bersama Timnas Italia, mencetak satu gol dan menyumbang satu assist dalam kemenangan atas Turki di ajang Nations League. Penampilan gemilang itu membuat sejumlah klub besar Italia, termasuk Inter dan Juventus, disebut menyesal karena pernah melewatkan bakatnya.

Kayode adalah pemain kelahiran Gattico Veruno, sebuah desa kecil di wilayah Novara, dari orang tua asal Nigeria. Ia menempuh jalur karier yang tidak mulus. Setelah menimba ilmu di akademi Juventus, ia dicoret dari tim Primavera dan harus memulai kembali dari sepak bola amatir bersama Gozzano.

Titik balik kariernya terjadi tiga tahun lalu ketika talent scout Andrea Ritorni membawanya ke Fiorentina. Dari sana, namanya melesat. Ia kemudian pindah ke Brentford dan kini menjadi salah satu bek sayap paling menjanjikan di Premier League.

Rimpianto Klub-klub Serie A

Media Italia, Il Giornale, menyebut bahwa Atalanta dan Inter juga sempat menerima tawaran untuk merekrut Kayode saat ia masih berusia 18 tahun, tetapi keduanya tidak yakin dengan potensinya. Keputusan itu kini dianggap sebagai kesalahan besar.

Inter bahkan dikabarkan sempat mencoba membawa Kayode kembali ke Italia pada Juni 2026. Namun, langkah tersebut gagal karena Brentford mematok harga yang sangat tinggi, disebut mencapai 50 juta euro. Angka itu membuat Inter mengurungkan niatnya.

Juventus, yang pernah membina Kayode di masa muda, juga dikaitkan dengan rencana untuk memboyongnya pada 2027. Menurut laporan Calciomercato.it, Brentford saat ini memberi banderol sekitar 40 juta euro untuk pemain yang juga pernah berseragam Fiorentina itu. Nilai tersebut dinilai sulit dipenuhi Juventus, meski mereka berpeluang mendapatkan dana segar jika Andrea Cambiaso dijual pada akhir musim.

Debut Gemilang di Timnas Italia

Penampilan Kayode bersama Gli Azzurri menjadi sorotan utama. Pelatih Roberto Mancini, yang kembali menangani timnas setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia edisi ketiga berturut-turut, tengah mencari wajah-wajah baru untuk menyegarkan skuadnya.

Kayode menjadi bagian dari gelombang pemain keturunan Afrika di timnas Italia saat ini, bersama Honest Ahanor, Issa Doumbia, Mohamed Ali Zoma, Moise Kean, dan Eddy Kouadio. Kehadiran mereka disebut sebagai bagian dari revitalisasi multietnis skuad Italia.

Dalam wawancaranya dengan Associated Press, Kayode mengaku sedih Italia gagal lolos ke Piala Dunia. Namun, ia memilih melihat situasi itu sebagai awal yang baru. Ia menegaskan timnya siap bekerja keras untuk membuka siklus baru.

Sebelum menekuni sepak bola, Kayode ternyata bercita-cita menjadi pelari cepat dan mengidolakan Usain Bolt. Kegemarannya berlari itu kini tersalurkan di lapangan hijau, membuatnya dikenal sebagai bek sayap yang cepat menyerang dan bertahan.

Talenta Italia yang Sempat Terabaikan

Kisah Kayode menjadi cerminan masalah pembinaan sepak bola Italia. Menteri Olahraga dan Pemuda Italia, Andrea Abodi, menilai talenta muda Italia sebenarnya tidak habis, tetapi sering kali tidak diberi kesempatan untuk berkembang.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami mampu, memiliki kualitas yang sempat hilang. Talenta Italia benar-benar ada, tetapi harus diberi ruang untuk berkembang, sehingga pemain muda Italia harus bermain,” ujar Abodi.

Abodi juga memperbarui seruannya kepada klub-klub Serie A agar lebih berani memberi kepercayaan kepada pemain muda. Menurutnya, pendekatan baru Mancini yang ingin menampilkan timnas yang menghibur dan melupakan kekecewaan beberapa tahun terakhir mulai terlihat hasilnya.

Perjalanan Kayode dari Serie D ke Premier League hanya dalam kurun empat tahun menjadi bukti bahwa jalur pembinaan alternatif bisa melahirkan pemain kelas atas. Brentford saat ini tampil impresif di Premier League dan sempat menempati posisi keempat setelah mengalahkan Chelsea 3-0 pada hari Kayode menerima panggilan pertamanya ke timnas.

Di luar lapangan, Kayode juga menikmati kehidupan barunya. Pada usia 22 tahun, ia telah berkeluarga dengan Eleonora dan menjadi ayah dari seorang anak bernama Amelie pada Agustus lalu.

Dengan performa yang terus menanjak, masa depan Michael Kayode diperkirakan akan berada di salah satu klub papan atas Inggris. Bagi Inter dan Juventus, namanya akan terus menjadi pengingat akan peluang berharga yang pernah mereka lewatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *