Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 tokoh sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Di antara nama-nama tersebut, perhatian publik tertuju pada profil 3 konglomerat Wantimpres Prabowo: Jusuf Hamka, Tahir, dan Chairul Tanjung. Ketiganya dikenal sebagai pengusaha besar dengan latar bisnis yang berbeda, mulai dari infrastruktur jalan tol hingga ritel dan perbankan.
Pelantikan ini juga menandai dimulainya tugas Wantimpres dalam memberikan nasihat, masukan, serta pertimbangan strategis kepada Presiden terkait berbagai isu nasional, dari politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga pembangunan nasional.
Dalam susunan baru tersebut, Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres, sedangkan Hatta Rajasa ditunjuk sebagai Wakil Ketua. Muhammad Qodari mengisi posisi Sekretaris Wantimpres. Pada hari yang sama, Prabowo juga melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menggantikan Qodari yang masuk ke jajaran Wantimpres.
Jusuf Hamka, dari Timses Jokowi hingga Istana
Mohammad Jusuf Hamka kembali menjadi sorotan setelah dilantik sebagai anggota Wantimpres. Pria yang akrab disapa Babah Alun itu dikenal sebagai pengusaha jalan tol dan bukan nama baru di panggung politik nasional. Ia pernah menjadi bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, serta sempat didorong maju dalam Pilkada Jakarta 2024.
Jusuf Hamka mengaku mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada pukul 06.35 WIB. Ia mengaku terkejut dengan penunjukan tersebut. “Jam 6.35 (pagi), ditelepon Pak Seskab. Saya kaget. Saya cuma bilang alhamdulilah, Pak, negara mempercayai saya,” kata Jusuf Hamka kepada wartawan.
Menurutnya, permintaan negara tidak perlu dipikirkan terlalu panjang. “Kalau diminta negara, enggak boleh ditolak. Kita harus berbakti,” ujarnya. Ia juga menegaskan kesediaannya terlibat jika untuk kepentingan negara. “Kalau untuk Merah Putih, kita harus terima, jadi enggak pakai alasan, untuk Merah Putih harga mati,” kata dia.
Dalam pantauan di Istana, Jusuf Hamka sempat sedikit membungkukkan badan di hadapan Kepala Negara sesaat sebelum menandatangani berita acara pengambilan sumpah.
Tahir dan Chairul Tanjung, Dua Nama dengan Kekayaan Triliunan
Dua konglomerat lainnya yang masuk jajaran Wantimpres adalah Dato Sri Tahir dan Chairul Tanjung. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), keduanya tercatat memiliki total kekayaan yang mencapai triliunan rupiah.
Dalam laporan terakhirnya sebagai anggota Wantimpres pada 2 Mei 2025, Tahir memiliki total harta mencapai Rp9,35 triliun. Sementara itu, Chairul Tanjung tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp7,49 triliun berdasarkan laporan terakhir saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2014.
Data tersebut menjadikan keduanya sebagai anggota Wantimpres dengan nilai kekayaan terbesar yang tercatat dalam sistem LHKPN KPK. Kehadiran Tahir dan Chairul Tanjung di jajaran penasihat presiden menambah bobot unsur dunia usaha dalam komposisi Wantimpres periode ini.
Sebelum pelantikan, Tahir bersama sejumlah tokoh nasional lain telah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Kehadiran mereka memenuhi undangan agenda pelantikan jajaran Wantimpres yang digelar pada Jumat sore.
Komposisi dan Sorotan Harta Kekayaan
Selain tiga konglomerat tersebut, sejumlah nama lain turut dilantik. Sekretaris Wantimpres Muhammad Qodari tercatat memiliki kekayaan Rp300,59 miliar berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan saat menjabat Kepala Staf Kepresidenan pada 31 Maret 2026.
Anggota Wantimpres lainnya yang memiliki nilai kekayaan besar antara lain Bambang Soesatyo sebesar Rp212,17 miliar, Ignasius Jonan Rp85,31 miliar, Said Aqil Siroj Rp50,53 miliar, Anwar Usman Rp37,95 miliar, Budi Gunawan Rp36,23 miliar, serta Soekarwo Rp36,13 miliar.
Ketua Wantimpres Pratikno tercatat memiliki kekayaan Rp22,75 miliar berdasarkan laporan terakhir saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Maret 2026. Adapun Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa melaporkan total kekayaan sebesar Rp30,23 miliar ditambah kepemilikan dana 75.092 dolar Amerika Serikat dalam laporan terakhir yang disampaikan saat menjadi calon wakil presiden pada 2014.
Di sisi lain, sejumlah nama anggota Wantimpres belum memiliki data kekayaan yang tercantum dalam sistem LHKPN KPK. Mereka di antaranya Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Agum Gumelar, Muhammad Anwar Iskandar, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Rocky Gerung, Philip Kuncoro Wijaya, Budi Santoso Tanuwibowo, Muhammad Hatta, Jusuf Hamka, Margarito Kamis, dan Jacky Manuputty.
Latar Belakang Tokoh Lain
Komposisi Wantimpres kali ini menggabungkan kalangan akademisi, politikus, tokoh agama, purnawirawan militer, hingga pengusaha. Pratikno dikenal sebagai akademisi dan guru besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia pernah menjabat Rektor UGM dan Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada pemerintahan Prabowo.
Hatta Rajasa merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang pernah menduduki sejumlah jabatan menteri, termasuk Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia juga pernah menjabat Ketua Umum PAN.
Ada pula Shinta Nuriyah Wahid, istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, serta pendampingan kelompok masyarakat rentan.
Sejumlah purnawirawan militer dan tokoh publik juga terlihat hadir di lokasi menjelang pelantikan, di antaranya Letjen (purn) Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuncoro Wijaya, dan Jusuf Wanandi. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah anggota lembaga pertimbangan ini masih berpotensi bertambah.
Dengan komposisi yang mencakup figur dunia usaha, akademisi, dan tokoh publik, jajaran Wantimpres diharapkan mampu memberikan pertimbangan strategis bagi Presiden Prabowo dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Sorotan publik ke depan akan tertuju pada bagaimana peran ketiga konglomerat tersebut, terutama dalam memberikan masukan di bidang ekonomi dan pembangunan nasional.






