Víctor Muñoz Akui Belajar Banyak dari Lamine Yamal di Timnas Spanyol

Víctor Muñoz Akui Belajar Banyak dari Lamine Yamal di Timnas Spanyol
Víctor Muñoz Akui Belajar Banyak dari Lamine Yamal di Timnas Spanyol

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Winger Liverpool, víctor muñoz, mengaku tidak merasa frustrasi harus bersaing dengan Lamine Yamal di sektor sayap kanan tim nasional Spanyol. Dalam sesi konferensi pers di Ciudad del Fútbol, ia justru menyebut kompetisi tersebut sebagai sebuah keistimewaan karena bisa belajar langsung dari pemain Barcelona itu.

Muñoz baru saja mencatatkan menit pertamanya bersama tim senior Spanyol saat menghadapi Kroasia. Laga tersebut menjadi debutnya di ajang Nations League, sekaligus pembuktian setelah ia sempat absen panjang akibat cedera otot pada pengujung musim bersama klubnya.

“Tidak ada rasa frustrasi. Saya berusaha banyak belajar darinya. Dia teman baik saya, kami bersama setiap hari dan menghabiskan banyak waktu bersama. Bisa memiliki kompetisi seperti ini dan melihatnya berlatih setiap hari adalah sebuah keistimewaan,” ujar Muñoz, seperti dikutip dari sesi jumpa pers tersebut.

Debut Terasa Istimewa

Pemain berusia 23 tahun itu mengaku debutnya bersama La Roja meninggalkan kesan mendalam. Ia menyebut momen tersebut membangkitkan kembali kenangan sulit selama menjalani pemulihan cedera, termasuk saat harus melewatkan kesempatan bermain di Piala Dunia meski tetap dibawa pelatih Luis de la Fuente ke dalam skuad.

“Selalu luar biasa bisa debut di Nations League bersama Spanyol. Mewakili negara adalah hal yang luar biasa. Semua momen sulit yang Anda alami di Piala Dunia kembali terlintas, tetapi sekarang saya berada di momen yang baik. Saya tidak sabar menunggu pertandingan berikutnya,” tuturnya.

Menurut Muñoz, dirinya merasa nyaman bermain bersama rekan-rekan setimnya karena kualitas yang dimiliki membuat segalanya lebih mudah. Ia mengaku masih ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain setelah penampilan pertamanya tersebut.

Spanyol saat ini tercatat telah menjalani 40 pertandingan tanpa kekalahan dan disebut sebagai salah satu tim terbaik dunia. Muñoz menilai hal itu terlihat jelas dalam setiap sesi latihan, mulai dari tempo penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, hingga koneksi antarpemain yang dinilainya unik.

Adaptasi di Premier League

Sejak bergabung dengan Liverpool, Muñoz merasakan perbedaan signifikan antara LaLiga dan Premier League. Ia menyebut kompetisi Inggris jauh lebih menekankan aspek fisik, sementara LaLiga lebih bersifat taktis. Perbedaan paling terasa, katanya, ada pada intensitas latihan dan porsi kerja fisik.

Laporan media Inggris menyebut Liverpool mendatangkan Muñoz dengan nilai transfer sekitar 34,5 juta poundsterling dari Osasuna. Ia dinilai sebagai rekrutan yang tidak datang dengan sorotan besar, tetapi berpotensi menjadi bagian penting dalam evolusi lini serang tim asuhan pelatih baru tersebut.

Muñoz mengakui dirinya belum sepenuhnya sempat mencerna berbagai perubahan besar dalam kariernya, termasuk kepindahan ke salah satu klub besar Inggris. Ia memilih menikmati setiap momen dan tahap yang sedang dijalaninya.

Terkait permintaan pelatih, Muñoz mengungkapkan bahwa Luis de la Fuente memintanya tampil seperti dirinya sendiri di lapangan, membantu penyerangan dan pertahanan, bermain vertikal, serta berani melakukan duel satu lawan satu.

Kenangan Pahit di Piala Dunia

Muñoz turut menjadi bagian dari skuad Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, cedera otot yang tidak kunjung pulih membuatnya tidak bisa tampil sama sekali meski timnya keluar sebagai juara. Pengalaman itu, menurutnya, memberi pelajaran berharga tentang batas kemampuan tubuh, terutama bagi pemain muda yang kerap merasa bisa menanggung semua beban.

Ia menyebut pengalaman tersebut penuh emosi yang bercampur aduk: kebahagiaan karena meraih gelar juara, tetapi juga kekecewaan karena tidak bisa berkontribusi di lapangan. Dari situ ia belajar lebih mengenal kondisi fisiknya sendiri.

Ketika ditanya soal perbandingan dengan generasi Spanyol 2010, Muñoz menyebut skuad tersebut sebagai tim berisi para legenda yang telah membuat sejarah. Ia menilai pertemuan antara kedua generasi akan menjadi laga yang menarik untuk disaksikan.

Soal Ballon d’Or, ia menilai penghargaan itu layak diberikan kepada pemain Spanyol berdasarkan pencapaian yang telah diraih tim nasional dalam beberapa waktu terakhir.

Peluang Melawan Republik Ceko

Spanyol dijadwalkan menghadapi Republik Ceko di Oviedo pada laga berikutnya, dengan kemungkinan rotasi pemain. Muñoz menyatakan siap memanfaatkan peluang tersebut, baik sebagai starter maupun pengganti.

“Bisa bermain di pertandingan apa pun bersama Spanyol, sebagai starter atau cadangan, adalah hal yang luar biasa. Saya tidak tahu apa rencana pelatih, tetapi semua orang berlatih dan ingin bermain,” katanya.

Ia juga menyoroti padatnya kalender pertandingan yang harus dijalani pemain saat ini. Menurutnya, jadwal tersebut berada di luar kendali pemain, sehingga yang bisa dilakukan adalah terus bekerja dengan konsisten.

Dengan performa yang mulai stabil bersama Liverpool dan kepercayaan dari tim pelatih Spanyol, posisi Muñoz dalam skuad La Roja berpotensi terus berkembang. Persaingan di sektor sayap kanan memang berat, tetapi ia memilih menjadikannya sebagai pendorong untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Yang perlu dicermati berikutnya adalah bagaimana Luis de la Fuente mengelola rotasi di lini serang, terutama menjelang laga melawan Republik Ceko. Bagi Muñoz, setiap menit bermain bersama Spanyol menjadi kesempatan berharga untuk membuktikan bahwa ia layak bersaing di level tertinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *