Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Profil Brigjen Hendra Kurniawan ditunjuk jadi Kapolda Banten, tak terkait dengan kasus Ferdy Sambo menjadi perhatian publik setelah namanya muncul dalam rotasi jabatan di tubuh Polri. Brigjen Pol Hendra Kurniawan resmi dipercaya memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggantikan Irjen Pol Hengki yang mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Jawa Barat. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Keputusan itu menjadi bagian dari rotasi 19 kapolda di lingkungan Polri. Mutasi ini juga dilakukan tak lama setelah Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri. Sebelum mendapat kepercayaan memimpin Polda Banten, Brigjen Hendra Kurniawan menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. II Sespim Lemdiklat Polri.
Kesamaan Nama yang Memicu Perhatian
Nama Brigjen Hendra Kurniawan sempat menjadi sorotan karena terdapat kesamaan nama dengan mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri yang pernah terseret dalam perkara Ferdy Sambo dan kawan-kawan. Hendra Kurniawan yang muncul dalam kasus tersebut merupakan pejabat Divisi Propam Polri saat kasus Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mencuat pada 2022. Namanya tercatat dalam proses hukum terkait perkara itu.
Namun, sosok Brigjen Hendra Kurniawan yang kini dipercaya memimpin Polda Banten merupakan orang yang berbeda. Perbedaan dua sosok bernama Hendra Kurniawan itu turut diklarifikasi oleh Seali Syah, istri mantan Karo Paminal Divisi Propam Mabes Polri Hendra Kurniawan yang sebelumnya telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan dari institusi Polri.
Melalui unggahan story Instagram @sealisyah, Seali Syah menegaskan bahwa sosok yang kini mendapat jabatan Kapolda Banten bukanlah suaminya. "Semua.. terima kasih untuk semangat dan Doa-doa baik ‘nya. Tapi untuk jabatan tersebut BEDA ORANG yaa," tulis keterangan dalam story Instagram tersebut.
Rekam Jejak Brigjen Hendra Kurniawan
Brigjen Pol Hendra Kurniawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996. Ia bukan sosok baru di lingkungan Polda Banten. Sebelum menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. II Sespim Lemdiklat Polri, Hendra pernah menduduki posisi Inspektur Pengawasan Daerah atau Irwasda Polda Banten.
Riwayat penugasan di lingkungan Polda Banten itu membuat Brigjen Hendra dinilai memiliki pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan wilayah Banten. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penunjukan dirinya sebagai pucuk pimpinan Polda Banten.
Sementara itu, Irjen Pol Hengki yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Banten mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Jawa Barat. Hengki merupakan lulusan Akpol tahun 1995. Pergantian pucuk pimpinan Polda Banten terjadi satu hari setelah Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Penjelasan Mabes Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas, sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel. Menurutnya, mutasi maupun rotasi jabatan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Senada dengan itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea membenarkan adanya mutasi dan pergantian Kapolda Banten tersebut. Ia menyatakan Mabes Polri mengeluarkan surat telegram mutasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di seluruh daerah, dan dalam mutasi itu Kapolda Banten mendapatkan pengangkatan dalam jabatan baru di lingkungan Polri.
Maruli menegaskan rotasi dan mutasi merupakan hal biasa dilakukan di institusi kepolisian. Selain untuk penyegaran organisasi, mutasi juga menjadi bentuk promosi jabatan untuk mendapatkan karier yang lebih tinggi.
Bagian dari Mutasi 88 Pati dan Pamen
Penunjukan Brigjen Pol Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten menjadi bagian dari rotasi 19 Kapolda dalam mutasi 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri yang dilakukan Suyudi setelah resmi menjabat sebagai Kapolri. Melalui surat telegram tersebut, terdapat 19 jabatan kapolda yang dimutasi, salah satunya pucuk pimpinan Polda Banten.
Dengan demikian, nama yang sama antara Brigjen Hendra Kurniawan yang kini menjabat Kapolda Banten dan Hendra Kurniawan yang muncul dalam perkara Ferdy Sambo merujuk pada dua orang yang berbeda. Klarifikasi dari pihak keluarga sekaligus keterangan mengenai riwayat jabatan keduanya menegaskan hal tersebut.
Profil Brigjen Hendra Kurniawan ditunjuk jadi Kapolda Banten, tak terkait dengan kasus Ferdy Sambo tetap menjadi informasi penting bagi publik agar tidak keliru menilai sosok yang kini memimpin Polda Banten. Ke depan, publik akan menantikan langkah dan program kerja Brigjen Hendra Kurniawan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Banten, terutama dengan pengalaman yang ia miliki di lingkungan Polda Banten sebelumnya.












