Cakrawala News – 08 Oktober 2026 | Pertandingan persahabatan internasional antara Argentina vs Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, menjadi panggung emosional perpisahan Lionel Messi bersama tim nasional Argentina. Namun di balik kemenangan telak 3-0 tuan rumah, muncul kabar tidak sedap soal perlakuan yang diterima delegasi Afrika tersebut. Federasi sepak bola Benin dikabarkan murka karena merasa diperlakukan tidak adil setelah laga bergengsi itu selesai.
Ketidakpuasan itu mencuat setelah muncul klaim bahwa tim tamu dilarang bertukar jersey, berfoto, atau menerima insentif finansial meski telah ambil bagian dalam pertandingan ekshibisi yang tiketnya habis terjual. Pemusatan latihan tim nasional Benin dilaporkan dibuat kecewa oleh perlakuan yang mereka terima seusai laga yang sarat emosi tersebut.
Klaim Pembatasan Berat bagi Tim Tamu
Ketegangan di balik layar diungkap oleh jurnalis investigasi Romain Molina melalui akun X resminya. Ia merinci sejumlah pembatasan berat yang diberlakukan terhadap kubu tim tamu oleh federasi tuan rumah dan penyelenggara acara.
Dalam unggahannya, Molina menyebut tidak ada bonus maupun bagian pendapatan yang dikembalikan kepada Benin. Ia juga mengklaim tidak ada pertukaran jersey, tidak ada satu pun sesi foto, dan tim tamu dilarang masuk ke koridor Argentina. Menurut Molina, semuanya dilakukan untuk kepentingan bisnis di atas penderitaan pihak yang diperlakukan hanya sebagai figuran.
Sikap cuek seusai pertandingan itu menambah kemarahan yang kian membesar di kubu tim tamu. Sebelumnya, sudah muncul keluhan soal buruknya pengaturan perjalanan dan hotel di Buenos Aires. Laporan menyebut tim Afrika itu juga tidak diberi kompensasi finansial apa pun dari laga ekshibisi tersebut, sehingga para pemain dan staf merasa sangat dirugikan.
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Argentina maupun pihak penyelenggara terkait tuduhan tersebut. Karena itu, klaim yang beredar masih bersifat tuduhan yang memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Panggung Emosional Perpisahan Messi
Laga Argentina vs Benin sendiri berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, waktu Indonesia. Pertandingan itu menjadi penampilan terakhir Messi bersama La Albiceleste setelah ia mengumumkan pensiun dari tim nasional pada akhir Agustus lalu.
Messi tampil penuh dan gemilang dengan mencetak satu gol serta menyumbang dua assist. Gol tersebut merupakan gol ke-126 dalam penampilan ke-208 bersama Argentina, sekaligus menegaskan rekor sebagai pemain dengan caps terbanyak dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina.
Momen haru terasa ketika pertandingan memasuki menit ke-10. Permainan dihentikan sejenak, para pemain dan suporter di stadion bertepuk tangan memberi penghormatan kepada pemilik nomor 10. Para pemain Benin pun ikut ambil bagian dalam momen tersebut dengan menghampiri dan menyalami Messi.
Argentina baru memecah kebuntuan setelah jeda melalui sundulan bek veteran Nicolas Otamendi yang memanfaatkan sepak pojok akurat dari Messi. Keunggulan tuan rumah bertambah setelah gelandang muda Nico Paz mencetak gol kedua dari batas kotak penalti setelah menerima umpan matang sang kapten. Messi kemudian menyempurnakan malam indahnya lewat eksekusi penalti ke pojok atas gawang setelah Agustin Giay dilanggar di area terlarang.
Penghormatan dari Rival hingga Pelatih
Keputusan pensiun Messi dari panggung internasional diambil setelah gelaran Piala Dunia musim panas dan kepergian mendiang ayahnya. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Asosiasi Sepak Bola Argentina, Messi mengaku merasakan begitu banyak emosi dan hal pertama yang terlintas di pikirannya adalah mendiang ayahnya.
Ia menegaskan bahwa mengenakan seragam tim nasional selama lebih dari dua dekade merupakan kehormatan luar biasa. Messi juga menyatakan tidak pernah berhenti berjuang dan selalu memberikan segalanya di lapangan, serta menyebut bermain untuk Argentina sebagai hal paling indah yang pernah terjadi dalam hidupnya.
Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, tidak bisa menyembunyikan rasa haru. Ia mengaku bersyukur pernah mendapatkan kesempatan langka melatih pemain terbaik sepanjang sejarah. Menurut Scaloni, kehadiran pemilik delapan Ballon d’Or tersebut selalu memberikan dampak magis yang tidak dimiliki pemain lain.
Penghormatan juga datang dari rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo. Melalui Instagram, bintang Portugal itu menulis bahwa Messi telah membela negaranya selama bertahun-tahun dan menorehkan sejarah yang akan bertahan selamanya. Ia menyampaikan rasa hormat penuh atas pencapaian Messi bersama Argentina.
Mantan rekan setimnya di Barcelona, Ronaldinho, juga menyampaikan pesan khusus. Ia mengenang perjalanan panjang mereka sejak awal karier Messi dan menyebut namanya telah terukir dalam sejarah negaranya serta dunia. Ronaldinho mendoakan yang terbaik untuk Messi hari ini dan selamanya.
Fokus Benin Kembali ke Kualifikasi
Di sisi lain, pelatih Benin, Gernot Rohr, harus segera membangkitkan skuadnya setelah perjalanan lintas Atlantik yang mengecewakan. Staf teknis Benin perlu mengatasi kelengahan besar di lini belakang setelah kebobolan tiga gol tanpa balas pada babak kedua melawan Argentina.
Meraih hasil positif saat kembali ke aksi kompetitif di level kontinental menjadi kesempatan langsung bagi Cheetahs untuk membangun kembali moral dan melupakan gejolak di luar lapangan. Laga kualifikasi Piala Afrika yang akan datang menjadi ujian berikutnya bagi tim asuhan Rohr.
Kasus dugaan perlakuan tidak adil dalam laga Argentina vs Benin ini meninggalkan catatan pahit di tengah perayaan perpisahan salah satu pesepak bola terbesar sepanjang sejarah. Publik menanti klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara dan federasi terkait agar polemik ini tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas di dunia sepak bola internasional.












