Cakrawala News – 09 Oktober 2026 | Finale musim pertama serial ‘Lanterns’ menjadi penutup yang emosional sekaligus membawa kabar besar bagi HBO. Dalam lanterns episode 8 recap kali ini, episode berjudul “Dirt and Stars” tidak hanya menjawab berbagai pertanyaan besar penonton, tetapi juga mencatatkan rekor jumlah penonton tertinggi sepanjang perjalanan serial ini.
Menurut data HBO yang dirilis setelah penayangan, episode finale yang tayang pada 4 Oktober tersebut menarik 10,5 juta penonton global dalam tiga hari pertama. Angka itu melonjak 13 persen dibandingkan episode perdana pada periode yang sama, dan menjadi pencapaian terbaik sepanjang musim pertama. Di Amerika Serikat saja, episode penutup ini ditonton 7,2 juta orang.
Secara keseluruhan, musim pertama ‘Lanterns’ rata-rata ditonton 19,3 juta penonton global dan terus bertumbuh, sehingga mempertahankan posisinya di antara lima peluncuran serial HBO terbesar dalam sejarah platform. HBO menyebut jumlah penonton episode perdana kini mendekati 30 juta. Capaian ini memperkuat peluang perpanjangan musim kedua yang kabarnya masih menunggu keputusan resmi.
Jalan Cerita Finale: Kematian Hal Jordan dan Kebangkitan John Stewart
Dalam lanterns episode 8 recap, finale dibuka dengan lompatan waktu ke tahun 2016. Setelah kehancuran yang disebabkan oleh manhunter, Zoey Macon dan Hal Jordan (Kyle Chandler) harus bertanggung jawab atas kekacauan tersebut. Sheriff Kerry Kane (Kelly Macdonald) menahan Hal, dan sang Lantern legendaris itu menjalani hukuman penjara selama sepuluh tahun.
Setelah bebas pada 2026, Hal kembali ke Rushville dan hanya ditemani Sheriff Kane, satu-satunya orang yang mau berbicara dengannya. Persahabatan mereka berkembang, meski warga kota memperlakukannya sebagai orang terbuang. Suatu malam, sebuah bom molotov dilempar ke jendela rumahnya dan membakar kediaman itu. Hal gagal keluar karena terlalu lama berusaha menyelamatkan tanaman karnivora peliharaannya, Earl, hingga akhirnya ia pingsan di dalam rumah yang penuh asap.
Saat terbangun, Hal berada di lantai peternakan sapi yang pernah ia dan John Stewart (Aaron Pierre) geledah sepuluh tahun sebelumnya. Seorang pria menghampiri dan berlutut di hadapannya, ternyata Noah Macon (Shea Pritchard), putra Sheriff Kane. Noah menjelaskan bahwa kulit Hal diperbarui berkat teknologi alien, dan ia mengaku berharap bisa menyembuhkan Hal tanpa harus mengungkap jati dirinya yang sebenarnya.
Cerita kemudian berpindah ke gua tempat John menahan Sinestro (Ulrich Thomsen) setelah mengalahkannya di episode sebelumnya. Sinestro membocorkan bahwa Noah adalah seorang manhunter dan dialah yang membebaskannya dari penjara. Noah melepaskan Sinestro dengan imbalan pembuatan lentera baru. Untuk mendapatkan informasi itu, John sampai harus menggunakan teknik waterboarding halusinogen terhadap Sinestro.
Lentera baru itu kini rampung. Sinestro menyatakan bahwa Korps Lantern salah besar menganggap rasa takut sebagai kelemahan. Menurutnya, jika dimanfaatkan dengan benar, rasa takut bisa menjadi kekuatan paling dahsyat di alam semesta. John menangkap maksud tersirat itu: Sinestro menggunakan rasa takut itu sendiri untuk menempa lentera baru tersebut.
Halogram, representasi Hal, bertanya mengapa Hal berada di sana. Sinestro menjelaskan bahwa setelah diselamatkan Noah dari kebakaran, Hal mengikuti Noah untuk menyelidiki kegiatannya. Ketika menemukan portal Noah, Hal justru bertemu Sinestro, yang mendorongnya membunuh Noah. Sinestro menilai Hal kini sudah mati karena ia melunak dan menolak menarik pelatuk, sehingga menjadi loose end. Sinestro lalu mencoba merayu Halogram dengan tawaran bergabung untuk mengalahkan John, mengambil cincin, dan menghidupkan kembali Hal yang asli.
Pendekatan Berbeda: Emosi Ketimbang Aksi Bombastis
Showrunner Chris Mundy menyatakan tidak ada versi finale yang lebih berorientasi pada aksi. Fokus utama episode ini adalah emosi yang terjalin antara Hal dan John. Ko-kreator Damon Lindelof menambahkan bahwa episode kelima berfungsi sebagai versi pertarungan CGI yang biasanya ditampilkan di akhir musim. Ia mengingatkan bahwa jika ‘Lanterns’ dibuat sebagai film dua jam, harus ada adegan aksi bombastis di bagian penutup. Namun, serial ini memilih pendekatan berbeda.
Ko-kreator lainnya, Tom King, menyebut tujuan mereka adalah menghindari klise yang sering membosankan. Pilihan itu dinilai menjadi salah satu kekuatan acara ini karena menawarkan cerita yang tidak terduga. Alih-alih mengandalkan ledakan dan pertempuran besar, finale lebih banyak menyoroti kerentanan Hal serta perjalanan emosional yang harus dilaluinya.
Dalam adegan penutup, John Stewart terbang sebagai Green Lantern dengan sumpah versi barunya. Momen tersebut menandai titik balik penting bagi karakter yang diperankan Aaron Pierre itu, sekaligus mengonfirmasi bahwa tongkat estafet kini berpindah ke tangannya. Sementara itu, nasib Hal Jordan sebagai Halogram masih menyisakan tanda tanya besar bagi penonton.
‘Lanterns’ diproduksi oleh DC Studios dan Warner Bros. Television, dengan Chris Mundy, Damon Lindelof, dan Tom King sebagai ko-kreator. Serial ini mengikuti rekrutan baru John Stewart dan legenda Lantern Hal Jordan, dua polisi antargalaksi yang terlibat dalam misteri gelap berlatar bumi dengan kaitan kosmik saat menyelidiki sebuah pembunuhan di jantung Amerika.
Prospek Musim Kedua
Kesuksesan finale ini memperkuat posisi ‘Lanterns’ di jajaran serial unggulan HBO. Sebelumnya, episode perdana pada Agustus lalu ditonton 9,3 juta penonton global dan 6,6 juta di Amerika Serikat dalam tiga hari pertama. HBO saat itu menyatakan serial ini mengalahkan penayangan perdana sejumlah judul besar seperti IT: Welcome to Derry, The Penguin, dan True Detective: Night Country, yang masing-masing rata-rata ditonton 27,1 juta, 19,8 juta, dan 17,5 juta penonton global.
Dengan tren positif tersebut, musim kedua ‘Lanterns’ disebut tengah dalam tahap pengembangan awal menjelang lampu hijau resmi dari HBO. Namun, hingga kini belum ada pengumuman pasti mengenai kelanjutan serial ini. Penonton pun masih menantikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang ditinggalkan finale, termasuk apakah Hal Jordan akan kembali dan bagaimana John Stewart menjalani perannya sebagai Green Lantern penuh di musim berikutnya.










