The Assassin(s) Tembus 2 Juta Penonton Hanya dalam 11 Hari, Layar di Korsel Ditambah

The Assassin(s) Tembus 2 Juta Penonton Hanya dalam 11 Hari, Layar di Korsel Ditambah
The Assassin(s) Tembus 2 Juta Penonton Hanya dalam 11 Hari, Layar di Korsel Ditambah

Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Film drama thriller Korea Selatan, The Assassin(s) tembus 2 juta penonton hanya dalam 11 hari [titlebase] sejak tayang perdana pada 23 September 2026. Berdasarkan data Dewan Film Korea (Korean Film Council), film garapan sutradara Hur Jin-ho itu mengumpulkan 2.045.495 penonton hingga 3 Oktober 2026, lalu bertambah menjadi 2.233.963 penonton per 4 Oktober 2026. Pencapaian ini diraih di tengah kontroversi yang menyasar isi cerita hingga kehidupan pribadi salah satu bintangnya, Yoo Hae Jin.

Kenaikan jumlah penonton juga diikuti penambahan layar. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, The Assassin(s) tayang di 1.070 layar di seluruh Korea Selatan. Sehari kemudian, jumlah layar bertambah menjadi 1.129, menandakan permintaan penonton yang masih tumbuh terhadap film lokal tersebut.

Dengan capaian itu, The Assassin(s) menjadi film Korea Selatan dengan jumlah penonton terbanyak saat ini, disusul TAZZA: The Song of Beelzebub dan The Intern. Film ini juga mendominasi box office meski sejumlah film asing sedang tayang, termasuk The Odyssey di 678 layar dan film Jepang Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island di 1.036 layar.

Kontroversi Distorsi Sejarah dan Seruan Boikot

Kesuksesan box office The Assassin(s) berjalan beriringan dengan kontroversi. Film ini mengangkat peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Presiden Korea Selatan saat itu, Park Chung Hee, pada 15 Agustus 1974, dalam upacara Hari Pembebasan di Seoul. Dalam peristiwa tersebut, Presiden selamat, tetapi Ibu Negara Yuk Young-soo dan seorang gadis muda tewas akibat tembakan. Pelakunya, Mun Se Gwang, warga Korea di Jepang, langsung ditangkap.

Dalam film, detektif polisi Cheol Gu yang diperankan Yoo Hae Jin bersama editor surat kabar kota Jae Hwan (Park Hae Il) dan wartawan pendatang baru Young Il (Lee Min Ho) mempertanyakan hasil investigasi resmi insiden penembakan itu. Mereka memperdebatkan fakta enam tembakan yang terdengar saat kejadian, padahal pistol Mun Se Gwang hanya berisi lima peluru. Setiap pertanyaan yang muncul dibalas dengan tuduhan komunis dan perintah untuk menghentikan investigasi.

Sejumlah pihak menilai penggambaran tersebut dapat mendukung teori konspirasi bahwa pemerintah terlibat dalam kematian Yuk Young-soo, terutama karena film memiliki akhir cerita yang terbuka. Karakter Yoo Hae Jin dan sejumlah tokoh lain digambarkan mulai mencurigai keterlibatan Korean Central Intelligence Agency (KCIA), lembaga pendahulu National Intelligence Service, dalam penembakan tersebut.

Perdebatan mengenai isi film kemudian berkembang menjadi seruan boikot terhadap Yoo Hae Jin. Sejumlah pengguna internet menyerukan agar perusahaan yang menggunakan sang aktor sebagai bintang iklan mengganti dirinya. Beberapa di antaranya bahkan membagikan bukti telah berhenti menggunakan produk atau menghapus aplikasi perusahaan yang menampilkan Yoo Hae Jin dalam iklan.

Kontroversi itu juga merembet ke dunia nyata. Pada 5 Oktober 2026, kelompok konservatif menggelar aksi di depan rumah Yoo Hae Jin di Seongbuk District, Seoul. Mereka menuntut agar penayangan The Assassin(s) dihentikan serta meminta para pemeran dan tim produksi menyampaikan permintaan maaf.

Agensi Yoo Hae Jin Beri Peringatan Keras

Menanggapi situasi tersebut, VAST Entertainment selaku agensi Yoo Hae Jin mengunggah pernyataan resmi melalui media sosial pada 5 Oktober 2026. Agensi menyatakan baru-baru ini menemukan berbagai tuduhan, informasi palsu, serangan terhadap karakter, serta penghinaan terhadap Yoo Hae Jin yang tersebar luas melalui komunitas online dan media sosial.

“Kami menganggap sangat serius segala tindakan yang melanggar privasi, mengancam keselamatan pribadi, atau mencemarkan nama baik aktor kami,” ungkap VAST Entertainment dalam pernyataannya.

Agensi juga menyatakan terus mengumpulkan unggahan, bukti, dan materi terkait sebagai langkah menghadapi tindakan yang dianggap melanggar hak pribadi sang aktor. VAST Entertainment menegaskan akan mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak serta keselamatan Yoo Hae Jin dari tindakan ilegal.

“Kami akan terus memantau secara berkala tindakan yang melanggar hak dan keselamatan aktor kami serta mengambil langkah yang diperlukan terhadap setiap insiden yang ditemukan,” lanjut agensi tersebut.

Profil Film dan Prospek Pasar

The Assassin(s) menghadirkan Yoo Hae Jin, Park Hae Il, dan Lee Min Ho sebagai pemeran utama. Hur Jin-ho bertindak sebagai sutradara, dengan skenario yang ditulis Gwon Gi-jun dan Lee Ji-min. Film ini diproduksi oleh Hive Media Corp.

Sejauh ini, belum ada kabar mengenai penayangan The Assassin(s) di Indonesia. Mengacu pada alur distribusi film layar lebar luar negeri, sebuah judul umumnya masuk ke pasar Indonesia setelah menunggu sekitar tiga bulan sejak tayang di negara asal. Jika pola itu berlaku, penonton Indonesia berpotensi menantikan The Assassin(s) pada awal 2027.

Pencapaian The Assassin(s) tembus 2 juta penonton hanya dalam 11 hari [titlebase] menunjukkan bahwa kontroversi tidak selalu menekan performa box office. Sebaliknya, perdebatan publik justru turut menjaga visibilitas film di ruang percakapan.

Meski demikian, tekanan terhadap Yoo Hae Jin dan tim produksi masih berlanjut. Publik perlu mencermati bagaimana agensi menindaklanjuti peringatan hukumnya, apakah seruan boikot terhadap iklan berdampak pada kerja sama komersial sang aktor, serta apakah penambahan layar akan terus berlanjut pada pekan-pekan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *