Saham BUMI Melesat Setelah Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun

Saham BUMI Melesat Setelah Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun
Saham BUMI Melesat Setelah Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun

Cakrawala News – 09 September 2026 | Harga saham bumi (BUMI) milik keluarga Bakrie melesat 5,71 persen ke level Rp222 per saham setelah PT Bumi Resources Tbk mengumumkan akuisisi 100 persen saham Loyal Metals Ltd, perusahaan tambang asal Australia, pada Selasa (8/9/2026). Transaksi senilai Rp1,004 triliun itu menjadi pendorong penguatan di tengah tren positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 1,01 persen ke level 6.686.

Ekspansi BUMI ke Australia melalui anak usahanya, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), tercatat sebagai langkah strategis untuk memperluas jejak internasional. Akuisisi atas 175.710.515 saham Loyal yang merepresentasikan seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh tersebut dilakukan pada 4 September 2026. Nilai transaksi mencapai Rp1.004.742.244.136,50 atau setara AUD79.069.731,75.

Katalis Penguatan IHSG dan Saham BUMI

Penguatan saham BUMI terjadi seiring dengan membaiknya sentimen pasar domestik. IHSG ditutup menguat 66,76 poin ke level 6.686. Penguatan ini didorong oleh kenaikan cadangan devisa Indonesia yang mencapai 46,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026, lebih tinggi dibanding posisi akhir Juli yang sebesar 145,3 miliar dolar AS. Selain itu, pembukaan kembali operasional Bandara Soekarno-Hatta serta sejumlah bandara lain yang sempat ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut menjadi katalis positif.

Di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia, IHSG justru mampu bertahan di zona hijau sepanjang hari. Nilai transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp15,60 triliun. Penguatan dipimpin oleh sektor IDX Basic Materials yang naik 2 persen, diikuti sektor non-cyclicals yang menguat 1,39 persen, dan sektor industrials sebesar 1,22 persen.

Langkah Strategis BUMI di Australia

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 September 2026, Direktur BUMI R.A. Sri Dharmayanti menjelaskan bahwa setelah transaksi, perseroan melalui BRA memiliki 100 persen saham Loyal. Namun, ia tidak mengungkapkan rincian aset, proyek, cadangan, maupun kontribusi pendapatan Loyal Metals setelah akuisisi.

Aksi korporasi ini menjadi langkah terbaru BUMI di Australia melalui entitas anaknya. Sebelumnya, BUMI juga telah memiliki berbagai aset pertambangan di dalam negeri. Keputusan untuk mengakuisisi Loyal Metals menunjukkan ambisi perseroan untuk memperkuat portofolio bisnis di kancah global.

Respons Pasar dan Sentimen Eksternal

Respons pasar terhadap akuisisi ini terlihat positif. Harga saham BUMI naik signifikan pada perdagangan Selasa. Namun, perlu dicatat bahwa pergerakan saham BUMI juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal, seperti tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas, yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia mendekati level 100 dolar AS per barel. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Sementara itu, dari China, surplus perdagangan tercatat sebesar 119,1 miliar dolar AS pada Agustus 2026, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Data ini memberikan sedikit angin segar di tengah ketidakpastian global.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level 6.700-6.750 pada perdagangan berikutnya, menyusul penutupan di atas level MA5 dengan volume beli yang cenderung meningkat. Investor akan mencermati data indeks keyakinan konsumen yang diperkirakan meningkat menjadi 117 pada Agustus 2026, yang akan dirilis pada Rabu (9/9/2026).

Di sisi lain, fenomena El Nino yang menyebabkan penurunan debit air di Sungai Mahakam dan Barito berpotensi mengganggu operasional kapal tongkang pengangkut batu bara. Beberapa emiten batu bara yang mengandalkan jalur tersebut antara lain HRUM (Harum Energy) dan BYAN (Bayan Resources). Dampak penurunan debit air dapat mempengaruhi volume ekspor batu bara dan menambah tekanan pada manajemen operasional emiten terkait.

OJK sendiri menegaskan pentingnya keterbukaan informasi bagi semua emiten di Bursa Efek Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa kepercayaan investor terbentuk dari transparansi yang konsisten. Ia juga menyoroti agenda reformasi integritas pasar modal yang sedang dijalankan bersama BEI dan KSEI, termasuk pembukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen untuk publik.

Dengan berbagai sentimen positif dan tantangan yang ada, pergerakan saham BUMI dan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan domestik. Investor diharapkan tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *