Cakrawala News – 08 September 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam akan memblokir penjualan pesawat buatan Kanada, Bombardier, di pasar AS. Trump menegaskan bahwa Bombardier tidak akan diizinkan menjual pesawatnya di Amerika Serikat kecuali perusahaan tersebut memindahkan lokasi produksinya ke AS. Ancaman ini disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin, 7 September 2026.
“Tidak ada lagi penjualan Bombardier di Amerika Serikat!” tulis Trump dengan huruf kapital. “Jika mereka menginginkan pasar kami, mereka harus membangun di sini, dan berhenti memperlakukan Amerika seperti ‘celengan’,” lanjutnya, seperti dikutip dari BBC.
Trump juga mengeklaim bahwa lebih dari separuh pendapatan Bombardier berasal dari pelanggan, perusahaan, bandara, dan layanan di AS. Ia menuding Kanada selama ini menghalangi bank dan perusahaan besar Amerika untuk berbisnis di Kanada, termasuk produsen pesawat jet bisnis AS, Gulfstream Aerospace. “Era itu sudah berakhir!” tegas Trump.
Ketegangan Perdagangan AS-Kanada Meningkat
Ancaman Trump muncul di tengah memburuknya hubungan perdagangan kedua negara. Kanada dijadwalkan memberlakukan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat senilai USD20 miliar hanya beberapa jam setelah pernyataan Trump. Sebelumnya, AS telah memberlakukan tarif hingga 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada sejak 22 Agustus 2026.
Pembicaraan dagang antara AS dan Kanada terhenti pada akhir bulan lalu, memicu eskalasi tarif baru. Trump juga sebelumnya mengumumkan rencana penerapan tarif 50 persen terhadap kendaraan dan suku cadang otomotif asal Kanada mulai 2027.
Respons Bombardier
Bombardier tidak secara langsung menanggapi ancaman Trump. Namun, dalam pernyataannya, perusahaan menekankan bahwa operasionalnya menciptakan puluhan ribu lapangan kerja di Amerika Serikat melalui jejak perusahaan yang terus berkembang serta rantai pasokan yang terdiri dari sekitar 2.800 perusahaan Amerika di 47 negara bagian.
“Industri kedirgantaraan Amerika adalah pemenang yang jelas dalam hal perdagangan dan ekspor,” kata Bombardier. “Bombardier adalah kontributor yang kuat bagi sektor ini.”
Perusahaan yang berbasis di Montreal ini saat ini memiliki fasilitas di Kansas yang memproduksi pesawat misi khusus militer dan mempekerjakan sekitar 3.500 pekerja di Amerika Serikat. Bombardier juga memiliki fasilitas di Texas, Arizona, Florida, Connecticut, Illinois, Delaware, California, DC, dan New Jersey. Sekitar setengah dari 5.100 pesawat Bombardier di dunia dioperasikan oleh pelanggan yang berbasis di Amerika Serikat.
Bombardier menyatakan bahwa pesawat-pesawatnya “dibangun dengan komponen buatan Amerika seperti mesin, avionik, dan banyak sistem penting lainnya yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan besar Amerika”. Perusahaan juga berencana meresmikan fasilitas baru di Fort Wayne, Indiana, akhir tahun ini.
Sejarah Ancaman Trump terhadap Bombardier
Ini bukan pertama kalinya Trump mengancam Bombardier. Pada Januari 2026, Trump marah karena Kanada disebut menolak memberikan sertifikasi kepada model-model baru jet Gulfstream buatan AS. Sebagai balasan, Trump mengancam akan mencabut sertifikasi pesawat Bombardier di AS dan mengenakan tarif 50 persen pada pesawat Kanada.
Ancaman terbaru ini disampaikan Trump di tengah meningkatnya perang dagang antara AS dan Kanada. AS memberlakukan tarif 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar USD20 miliar, dan Kanada membalas dengan tarif serupa terhadap impor AS dengan nilai setara.
Reaksi Pemerintah Kanada
Perdana Menteri Quebec, Christine Fréchette, mengatakan pemerintah provinsi akan mendukung Bombardier. Ia menolak tekanan agar perusahaan Kanada menentukan lokasi produksinya demi mendapatkan akses ke pasar tertentu. “Kami akan mendukung Bombardier,” kata Fréchette.
Belum jelas bagaimana Trump akan menerapkan ancaman untuk membatasi Bombardier. Pesawat perusahaan tersebut diproduksi di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, serta memenuhi ketentuan perjanjian perdagangan Amerika Utara yang dikenal sebagai CUSMA di Kanada dan USMCA di AS.
Bombardier merupakan salah satu perusahaan besar Kanada dan menyumbang sekitar 7,4 miliar dolar Kanada terhadap produk domestik bruto negara tersebut pada 2024. Perusahaan itu juga menjadi salah satu pemberi kerja terbesar di sektor manufaktur Quebec.
Ancaman Trump terhadap Bombardier menandai eskalasi terbaru dalam perang dagang AS-Kanada yang semakin memanas. Dengan tarif balasan yang mulai berlaku, para pelaku industri dan pengamat akan mencermati langkah selanjutnya dari kedua negara dan dampaknya terhadap sektor kedirgantaraan di kawasan Amerika Utara.
